Aliansi Driver Online Garut Bersatu Kecam Brutalnya Aparat, Desak Kapolri Pecat dan Hukum Pelaku

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Gelombang duka sekaligus kemarahan menyelimuti para pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia, termasuk di Garut. Insiden tragis yang terjadi pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta, ketika seorang driver ojol meninggal dunia usai dilindas mobil taktis (rantis) Brimob saat berlangsungnya demonstrasi, menyisakan luka mendalam dan memantik kecaman keras dari berbagai pihak.

 

Di Garut, Aliansi Driver Online Garut Bersatu menyampaikan sikap tegas mengecam tindakan aparat yang dianggap brutal dan tidak manusiawi.

 

“Kami, atas nama Aliansi Driver Online Garut Bersatu, mengutuk keras tindakan biadab tersebut. Nyawa manusia tidak bisa diganti dengan apapun. Kami menuntut Kapolri segera memecat sekaligus memproses hukum anggota Brimob yang bertanggung jawab. Jangan hanya diberi sanksi administratif, tapi harus dihukum sesuai undang-undang. Keadilan harus ditegakkan,” tegas Abah Opan, selaku koordinator aksi.

Baca Juga :  Iwan Setiawan : ASN Teladan dengan Dedikasi, Loyalitas dan Profesionalisme

Aliansi menilai tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan bentuk kesewenang-wenangan aparat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Karena itu, mereka mendesak agar Kapolri tidak hanya memberikan janji, tetapi membuktikan komitmennya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

 

“Kalau aparat yang salah tapi dibiarkan, apa bedanya hukum di negeri ini dengan hukum rimba? Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara sampai pelaku dipenjara dan korban mendapatkan keadilan,” lanjut Abah Opan dengan suara lantang.

 

Tidak berhenti pada pernyataan sikap, Aliansi juga menyerukan agar seluruh pengemudi ojol di wilayah Priangan Timur menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus tekanan moral terhadap aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Reaktivasi Jalur KA Garut-Cikajang Dinilai Langkah Strategis, Riki Rustiana: Warga Harus Mendukung Penuh

 

“Kami tekankan kepada seluruh rekan-rekan ojol di Garut untuk tetap satu komando. Ini bukan hanya soal solidaritas, tapi soal hak hidup dan keadilan. Kalau nyawa ojol bisa dengan mudah dikorbankan, lalu siapa lagi yang akan menjadi korban berikutnya?” imbuhnya.

 

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan pelanggaran aparat dalam menangani aksi massa di Indonesia. Publik menilai insiden tersebut mencederai rasa keadilan dan memperlihatkan lemahnya kontrol internal Polri terhadap anggotanya.

 

Kini, seluruh mata tertuju pada Presiden, Kapolri, hingga Kadivpropam Polri untuk membuktikan bahwa jargon “Presisi” benar-benar dijalankan dalam praktik, bukan sekadar slogan. Aliansi Driver Online Garut Bersatu menegaskan, jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti, gelombang aksi solidaritas akan semakin meluas. (Hilman)

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Terpilih Jadi Anggota DPRD Garut, Fahad Fauzi Tak Kembali Mencalonkan Diri di Gapensi
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Minggu, 1 November 2026 - 18:48 WIB

RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda

Berita Terbaru