Reaktivasi Jalur KA Garut-Cikajang Dinilai Langkah Strategis, Riki Rustiana: Warga Harus Mendukung Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Jalur kereta api Garut–Cikajang yang telah mati suri sejak 1982 kini siap dihidupkan kembali. Rencana reaktivasi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Kabupaten Garut ini menuai berbagai respon positif dari publik, termasuk dari kalangan pengamat, akademisi, hingga wartawan senior.

Jalur yang dahulu menjadi urat nadi distribusi hasil bumi dan penopang aktivitas ekonomi masyarakat Garut bagian selatan itu akan segera kembali menghubungkan Garut Kota dengan Cikajang, sebuah wilayah yang dikenal dengan potensi pertanian dan wisatanya.

Salah satu yang mendukung penuh rencana ini adalah Riki Rustiana, wartawan senior yang telah puluhan tahun meliput dinamika pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dia menyebut bahwa reaktivasi jalur KA Garut–Cikajang bukan hanya keputusan strategis, melainkan juga kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Saya melihat ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi simbol kebangkitan Garut. Jalur ini punya nilai sejarah, ekonomi, bahkan emosional bagi banyak warga. Sudah saatnya masyarakat mendukung penuh dan ikut mengawal agar pelaksanaannya berjalan baik,” kata Riki kepada Nusaharianmedia.com. pada Kamis, (17/4/2025).

Menurutnya, keberadaan jalur kereta api akan memudahkan mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan membuka akses pariwisata ke daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Bayangkan petani di Cikajang bisa mengirim hasil kebunnya ke Garut, Bandung, bahkan Jakarta lewat kereta. Ini akan memangkas ongkos angkut, menaikkan daya saing produk lokal, dan mendongkrak perekonomian warga,” tambahnya.

Dari sisi sejarah, reaktivasi jalur ini juga dinilai sebagai upaya pelestarian nilai-nilai lokal. Jalur Garut–Cikajang dikenal memiliki salah satu stasiun tertinggi se-Asia Tenggara, yakni Stasiun Cikajang yang berada di ketinggian 1.246 mdpl. Dibangun pada masa kolonial, jalur ini merupakan bagian penting dari sejarah perkeretaapian Indonesia.

Ade Ahmad, pengamat kebijakan publik dan tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Garut, juga mengapresiasi rencana ini. Ia mengatakan, kebijakan reaktivasi tersebut adalah langkah hebat dan brilian dari pemerintah.

“Ini bukan hanya proyek fisik, tapi juga pemulihan memori kolektif masyarakat. Jalur ini akan menyambungkan masa lalu yang penuh cerita dengan masa depan yang penuh harapan,” ujar Ade.

Senada dengan itu, Prof. Kunto Santoso, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran, menilai bahwa jalur ini bisa menghidupkan kembali ekonomi wilayah selatan Garut.

“Dengan adanya kereta, sektor wisata, UMKM, dan pertanian akan ikut tumbuh. Ini harus disambut gembira,” ucapnya.

Meski reaktivasi ini membawa banyak harapan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah persoalan warga yang bermukim di sepanjang bekas jalur rel, yang kemungkinan harus direlokasi.

Oleh sebab itu, semua pihak mengimbau agar pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap hak-hak warga.

Namun secara umum, atmosfer optimisme sudah terasa. Warga Garut mulai menanti datangnya kembali suara peluit kereta yang lama hilang dari bumi Intan Garut. Suara yang bukan sekadar pertanda datangnya kereta, melainkan juga hadirnya harapan baru.

“Wartawan dan media lokal juga harus berperan aktif untuk terus mengawal proses ini. Jangan sampai publik hanya jadi penonton. Ini adalah sejarah yang sedang kita tulis bersama,” tutup Riki Rustiana. (Eldy)

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Kawal Ketat Program Rutilahu di Desa Sukabakti: "Kami Pastikan Bantuan Tepat Sasaran"

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru