Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 16 April  2026 – Peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut kian menjadi sorotan. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor komunikasi publik dinilai belum sebanding dengan kualitas layanan informasi yang diterima masyarakat.

 

Kritik datang dari Aktivis Ruang Rakyat Garut, Eldy Supriadi, yang menilai Diskominfo belum mampu menjalankan fungsi strategisnya secara optimal. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, menurutnya, Diskominfo seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin keterbukaan informasi publik.

 

Namun, kondisi di lapangan dinilai menunjukkan hal sebaliknya. Akses masyarakat terhadap informasi program pemerintah masih terbatas, tidak merata, dan belum mencerminkan prinsip transparansi yang semestinya dijunjung tinggi.

 

“Dengan anggaran yang tidak kecil, seharusnya kualitas komunikasi publik jauh lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya—informasi program dan penggunaan anggaran masih minim, bahkan terkesan tertutup,” ujar Eldy.

Baca Juga :  20 DPC GMNI Jabar Solid, Dorong Kebangkitan DPD di Momentum 72 Tahun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

 

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antar-SKPD yang semestinya berada dalam kendali Diskominfo. Minimnya publikasi dari berbagai perangkat daerah dinilai menjadi indikasi bahwa fungsi integrasi informasi belum berjalan efektif.

 

“Diskominfo seharusnya menjadi pusat kendali informasi daerah. Namun yang terlihat saat ini, perannya belum mampu mengonsolidasikan komunikasi lintas OPD secara sistematis,” tambahnya.

 

Selain itu, Eldy menilai Diskominfo masih lamban dalam merespons aspirasi publik. Keluhan masyarakat yang kerap muncul di ruang publik, termasuk media sosial, dinilai belum mendapatkan tanggapan yang cepat dan solutif.

 

“Banyak aspirasi yang sebenarnya bisa difasilitasi melalui kanal resmi. Tapi faktanya, kehadiran Diskominfo dalam menjembatani itu hampir tidak terasa,” tegasnya.

 

Kondisi tersebut dinilai memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas penggunaan anggaran di sektor komunikasi dan informatika. Jika terus dibiarkan, lemahnya komunikasi publik berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Baca Juga :  PDAM Garut, Dr. Dadan Hidayatulloh Dorong Pemanfaatan Air Permukaan dan Penguatan Konservasi Hulu dalam Gerakan Penanaman RTH Kehati

 

Eldy pun mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Diskominfo, tidak hanya dari sisi program, tetapi juga strategi komunikasi dan akuntabilitas anggaran.

 

Ia menekankan bahwa komunikasi publik tidak boleh bersifat satu arah. Pemerintah, kata dia, harus membangun pola komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

“Sudah saatnya ada perubahan konkret. Diskominfo harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi pelengkap dalam struktur birokrasi,” pungkasnya.

 

Kritik ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera berbenah, agar fungsi komunikasi publik tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga efektif, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan
Tiang PLN di Tanah Warga, Pemindahan Diminta Rp5 Juta: LIBAS Desak PLN Tunjukkan Legalitas dan Dasar Tarif
Kepala Sekolah Definitif Minim, Disdik Garut Didesak Bertindak: Transparansi Mekanisme Seleksi dan Peran Pengawas Dipertanyakan
Ada Indikasi Benturan Perda? Ketua Pansus Raperda PKL Garut Desak SKPD Buka Dasar Hukum Pembangunan Pasar Baru
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Jumat, 18 September 2026 - 20:25 WIB

Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink

Jumat, 18 September 2026 - 14:46 WIB

Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus

Jumat, 18 September 2026 - 14:32 WIB

Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang

Rabu, 16 September 2026 - 20:18 WIB

Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan

Berita Terbaru