Dari Hutan untuk Rakyat: Kadin dan GEMA PS Garut Luncurkan Aksi Nyata Kelola KHDPK Demi Desa Mandiri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Di tengah meningkatnya urgensi menjaga ekosistem hutan dan mendongkrak kesejahteraan warga pedesaan, sebuah kolaborasi strategis hadir di Kabupaten Garut. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut bersama Gerakan Masyarakat Pertanahan Sosial (GEMA PS) menggagas program pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui skema Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).

Inisiatif ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi tentang memetakan kesejahteraan rakyat dari akar, menghubungkan ekologi, ekonomi, dan sosial dalam satu peta besar pembangunan berkelanjutan.

Hutan Jadi Titik Awal Keadilan Ekologis dan Ekonomi

Pertemuan strategis yang dilangsungkan pada Selasa, (15/07/2025) menjadi tonggak awal dari gerakan ini. Ketua GEMA PS, Ganda Permana, S.H., menegaskan bahwa KHDPK tidak bisa dipahami hanya sebagai izin kelola, tetapi harus menjadi platform untuk mengurai kerentanan masyarakat desa dan membangkitkan potensi lokal.

“Pemetaan bukan hanya teknis, ini kerja ideologis. Kita petakan tidak hanya kontur tanah, tapi juga kontur sosial warga desa. Siapa mereka, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana hutan bisa menjawab itu,” jelasnya.

Melalui metode uji lokasi, box analisis, dan pemetaan partisipatif, GEMA PS memastikan setiap intervensi berbasis data dan realita.

Ekonomi Hijau Jadi Pilar: Koperasi, UMKM, hingga Perempuan Desa Terlibat

Kadin Garut, di bawah kepemimpinan Ir. H. Rajab Prilyadi, menjawab tantangan ini dengan membawa dunia usaha turun ke akar rumput. Skema KHDPK menjadi momentum untuk mendorong model ekonomi hijau inklusif: koperasi desa, kelompok tani hutan, UMKM lokal hingga perempuan pelaku usaha dilibatkan sebagai motor penggerak ekonomi.

“Kita ingin hilangkan dikotomi antara pelestarian dan kesejahteraan. Hutan harus dikelola rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kita siapkan ekosistem usaha hijaunya,” kata Rajab.

Kadin juga akan memfasilitasi pelatihan agroforestri, pengolahan limbah organik, bioindustri lokal, dan pengembangan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) berbasis pasar.

KHDPK: Peluang Rakyat, Ujian Pemerataan

Pemerintah pusat membuka peluang pengelolaan KHDPK untuk daerah, namun GEMA PS mengingatkan bahwa tanpa pendampingan dan prinsip keadilan sosial, program ini bisa melahirkan konflik baru.

“Tanpa kehadiran masyarakat dalam desain kebijakan, hutan bisa kembali jadi ajang rebutan elit. Kita cegah itu sejak dini,” tegas Ganda.

GEMA PS dan Kadin membentuk tim lintas sektor untuk menyusun roadmap agar pengelolaan KHDPK tidak jatuh pada pola eksploitatif, tapi benar-benar menghadirkan manfaat jangka panjang.

Garut Punya Modal: Lahan Luas, Masyarakat Siap

Data menyebutkan bahwa sekitar 183 juta meter persegi lahan di Garut masuk wilayah potensial KHDPK. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi peluang nyata untuk menjadikan hutan sebagai pemasok energi, pangan, dan air yang lestari bagi warga desa.

Pelatihan dan edukasi pun akan digelar secara masif, menyasar petani, pemuda desa, dan perempuan pelaku ekonomi. Tujuannya jelas: desa menjadi subjek pembangunan, bukan objek semata.

Penutup: Garut Jadi Inspirasi Nasional

Kolaborasi Kadin dan GEMA PS tak sekadar menyentuh aspek teknis, tetapi menawarkan paradigma baru pembangunan berbasis masyarakat dan lingkungan. Jika berhasil, model ini bisa menjadi role model nasional bagaimana desa dan hutan bisa tumbuh bersama: hijau, adil, dan mandiri.

“Hutan bukan hanya paru-paru dunia, tapi juga sumber hidup. Mari kita rawat, kelola, dan manfaatkan dengan bijak,” tutup Ganda. (Red)
Baca Juga :  "32 Warga Sukamulya Terima BLT Dana Desa untuk Periode Januari-April 2025"

Berita Terkait

Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern
Kejurda Voli U-18 Garut Sukses Digelar, Etalase Talenta Muda Jawa Barat Menuju Level Nasional
Regulasi Pusat Jadi Penghambat, Perubahan Status PPPK di Garut Belum Terwujud; FAGAR Desak Kesejahteraan Guru
Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan
Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas
Garut Siapkan Strategi Serius Menuju Porprov Jabar 2026, Robby Darwis Jadi Andalan
Pemdes Bojong Gelar Gotong Royong, Bukti Nyata Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
Akselerasi Program Nasional, Hilman, S.E. Pimpin APPMBGI Garut Siapkan Ekosistem Dapur Makan Bergizi Gratis
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:27 WIB

Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern

Selasa, 21 April 2026 - 07:09 WIB

Kejurda Voli U-18 Garut Sukses Digelar, Etalase Talenta Muda Jawa Barat Menuju Level Nasional

Senin, 20 April 2026 - 17:38 WIB

Regulasi Pusat Jadi Penghambat, Perubahan Status PPPK di Garut Belum Terwujud; FAGAR Desak Kesejahteraan Guru

Senin, 20 April 2026 - 16:06 WIB

Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan

Minggu, 19 April 2026 - 16:26 WIB

Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas

Berita Terbaru