Nusaharianmedia.Com – Garut Sabtu 07 Maret 2026 Di tengah berbagai program bantuan sosial yang terus digaungkan pemerintah, potret kemiskinan masih nyata terlihat di Kabupaten Garut. AAN, warga Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, sudah empat tahun lamanya hidup di sebuah gubuk rapuh yang jauh dari kata layak huni.
Gubuk yang ditempatinya hanya berdinding kayu seadanya yang sudah lapuk dimakan usia. Atapnya pun terlihat tidak kokoh dan sewaktu-waktu berpotensi roboh, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah gencarnya program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang setiap tahun digulirkan pemerintah. Pasalnya, kondisi rumah AAN jelas masuk kategori rumah tidak layak huni yang seharusnya menjadi prioritas bantuan.
Saat diwawancarai tim Ruang Rakyat Garut, AAN mengaku hanya bisa berharap ada perhatian dari pemerintah. Ia bahkan menyampaikan harapannya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dapat membantu melalui program Rutilahu.
“Abdi nganuhunkeun ka pamarentah, mugia aya bantosan kanggo ngalereskeun bumi anu ayeuna ditinggali,” ujar AAN dengan nada penuh harap.
Warga sekitar mengaku heran mengapa kondisi tersebut bisa berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa penanganan. Mereka menilai keadaan rumah AAN sudah sangat memprihatinkan dan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
“Sudah lama seperti itu. Kalau hujan deras kami juga khawatir rumahnya roboh,” ujar salah seorang warga. Fakta bahwa AAN masih tinggal di gubuk rapuh selama empat tahun menjadi bukti bahwa masih ada warga yang luput dari pendataan maupun perhatian program bantuan pemerintah.
Padahal setiap tahun program pengentasan kemiskinan dan perbaikan rumah tidak layak huni terus diklaim berjalan. Namun realitas di lapangan menunjukkan masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa tersentuh bantuan.
Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah agar lebih serius memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, bukan sekadar laporan program yang terlihat baik di atas kertas.
Jika tidak segera ditangani, bukan hanya persoalan kemiskinan yang dipertaruhkan, tetapi juga keselamatan AAN yang setiap hari harus bertahan hidup di gubuk rapuh yang sewaktu-waktu bisa roboh. ( W )









