GEMAS PS Gandeng Desa Sarimukti: Kolaborasi Strategis Wujudkan Keadilan Akses Tanah Harapan untuk Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Di tengah kompleksitas persoalan akses tanah garapan yang selama ini dihadapi masyarakat desa, sebuah langkah progresif datang dari wilayah Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pemerintah Desa Sarimukti yang dinakhodai oleh Kepala Desa Deni, menjalin kerja sama erat dengan Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (GEMA PS) Garut. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan dari bawah, dari desa dan rakyat itu sendiri, bukan sekadar wacana.

Langkah tersebut bertujuan untuk mengurai simpul persoalan lahan yang selama ini dikelola oleh masyarakat secara turun-temurun namun belum memiliki kejelasan legalitas.

Di sisi lain, negara melalui berbagai regulasi memberikan ruang untuk skema perhutanan sosial sebagai jembatan antara hak rakyat dan kebijakan pengelolaan hutan negara yang lebih adil.

GEMA PS Dorong Penguatan Kedaulatan Agraria di Tingkat Desa

Dalam keterangannya, salah seorang anggota sekaligus sebagai pengurus di GEMA PS Garut, Dera Hermana dan Andres, menyampaikan bahwa sinergi antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah desa adalah jalan strategis dalam mempercepat pelaksanaan reforma agraria berbasis partisipasi rakyat.

“Desa Sarimukti memiliki potensi tanah garapan yang luas, dan selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, posisi mereka rentan karena belum memiliki legitimasi hukum yang kuat. Di sinilah kami hadir, untuk mendampingi desa dan warga agar bisa mendapatkan hak kelola yang sah melalui skema perhutanan sosial, sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat,” terang Dera saat ditemui usai pertemuan bersama aparat desa. Rabu, (25/06/2025).

Menurutnya, perhutanan sosial bukan hanya sekadar legalisasi akses lahan, tetapi juga tentang peningkatan kapasitas warga desa dalam menjaga, memelihara, dan mengembangkan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

“Ini bukan soal bagi-bagi tanah. Ini soal mengembalikan hak rakyat yang selama ini justru sering kali terpinggirkan dalam kebijakan pembangunan. Kami ingin petani-petani kecil bisa hidup layak, punya jaminan atas tanah yang mereka garap, dan pada saat yang sama berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Kepala Desa Sarimukti: Kami Ingin Rakyat Jadi Subjek Pembangunan

Sementara itu, Kepala Desa Sarimukti, Deni, menyatakan pihaknya terbuka dan antusias atas inisiatif GEMA PS. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki kepentingan langsung untuk membela hak-hak warganya, terutama dalam hal akses terhadap sumber daya alam.

“Banyak warga kami yang menggantungkan hidup dari lahan garapan. Namun karena statusnya belum jelas, mereka hidup dalam ketidakpastian. Ini jelas tidak adil. Maka kami merasa perlu mencari solusi yang legal dan berpihak pada rakyat,” ujar Deni.

Ia juga menekankan bahwa desa tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan kompleks seperti ini. “Kami butuh mitra yang memahami regulasi, punya jaringan, dan punya semangat perjuangan yang sama.

GEMA PS adalah mitra itu. Bersama-sama, kami ingin mengubah cara pandang: rakyat bukan objek pembangunan, tapi subjek utama yang harus didengar dan dilibatkan.”

Menuju Model Desa Mandiri Agraria

Kerja sama antara GEMA PS dan Desa Sarimukti akan difokuskan pada pemetaan lahan garapan, pendampingan hukum, advokasi ke kementerian terkait, serta pelatihan-pelatihan bagi masyarakat dalam pengelolaan lahan secara produktif dan lestari.

Sementara Dera menegaskan, GEMA PS akan memastikan bahwa proses ini berjalan sesuai hukum dan transparan.

“Kita ingin model seperti di Sarimukti ini menjadi percontohan. Bukan hanya menyelesaikan konflik agraria secara damai, tapi juga membuka ruang partisipasi rakyat dalam pengelolaan hutan secara berkeadilan.”

Kolaborasi ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam program Reforma Agraria Nasional dan penguatan ketahanan desa melalui optimalisasi potensi sumber daya lokal.

Di tengah tantangan ketimpangan akses tanah yang masih tinggi di Indonesia, upaya seperti ini menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa-desa kecil seperti Sarimukti.

Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan terhadap rakyat, Desa Sarimukti dan GEMA PS Garut membuka babak baru perjuangan rakyat desa dalam mengklaim hak atas tanah yang selama ini hanya mereka garap secara informal.

Perjuangan yang bukan hanya soal lahan, tetapi juga harga diri dan masa depan generasi mendatang. (Red)
Baca Juga :  Next15 Salurkan Bantuan untuk Siswa Terdampak Pergerakan Tanah di Desa Neglasari

Berita Terkait

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB