Agus Supriyadi Klarifikasi Isu Murka: Ini Soal Hak Lahan, Bukan Penolakan Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Polemik terkait dugaan kemarahan mantan Bupati Garut, Agus Supriyadi, atas pembangunan pabrik Ciomy di kawasan Cireungit akhirnya menemui titik terang. Klarifikasi yang disampaikan langsung oleh Agus menegaskan bahwa isu yang berkembang tidak sepenuhnya mencerminkan substansi persoalan.

 

Dalam konferensi pers di Tarogong Kaler, Selasa (24/03/2026), Agus meluruskan narasi yang menyebut dirinya “murka”. Ia menilai istilah tersebut berlebihan dan tidak menggambarkan sikap yang sebenarnya.

 

“Bukan marah seperti yang diberitakan. Ini lebih kepada miskomunikasi. Saya hanya mempertanyakan kejelasan terkait lahan pribadi saya yang terdampak,” ujarnya.

 

Antara Kepentingan Pribadi dan Persepsi Publik

Agus menegaskan, pernyataannya sebelumnya disampaikan dalam kapasitas sebagai warga, bukan sebagai mantan kepala daerah. Ia ingin persoalan ini ditempatkan secara proporsional sebagai isu kepemilikan lahan yang wajar dipertanyakan siapa pun.

 

Sebagian lahannya berada di sekitar proyek pembangunan pabrik di Kampung Cireungit, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul. Kedekatan lokasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi dampak terhadap hak kepemilikannya.

 

“Sebagai warga, tentu saya punya hak untuk memastikan. Apalagi ini menyangkut aset pribadi,” tegasnya.

Baca Juga :  Mancing Berkah di Sukabakti : Warga Rayakan Ramadhan dengan Kebersamaan

 

Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya melakukan intervensi atau menolak investasi yang masuk ke daerah.

 

Kepastian Hukum di Tengah Arus Investasi

Lebih jauh, Agus menekankan bahwa inti persoalan bukan pada penolakan pembangunan, melainkan pentingnya kepastian hukum dan kejelasan batas lahan.

 

Menurutnya, di tengah meningkatnya arus investasi, aspek legalitas dan transparansi harus menjadi prioritas utama. Setiap proyek, khususnya berskala industri, harus menjamin tidak ada hak masyarakat yang terabaikan.

 

“Kalau semua jelas sejak awal, baik batas lahan maupun prosesnya, maka tidak akan ada ruang bagi konflik,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong komunikasi terbuka antara investor, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mencegah informasi parsial yang berpotensi menimbulkan spekulasi.

 

Kritik terhadap Framing Media

Dalam kesempatan tersebut, Agus turut menyoroti pemberitaan yang dinilainya kurang proporsional. Ia menyayangkan penggunaan diksi yang cenderung provokatif sehingga membentuk persepsi seolah-olah terjadi konflik besar.

 

“Framing yang kurang tepat bisa membentuk opini yang keliru. Padahal substansinya berbeda,” katanya.

Baca Juga :  Pengecoran Jalan Banjarwangi Jadi Awal Perbaikan Infrastruktur, Warga Minta Tak Setengah Jalan Dan berkelanjutan 

 

Ia menekankan pentingnya akurasi dan verifikasi dalam kerja jurnalistik, terutama ketika menyangkut tokoh publik dan isu pembangunan yang sensitif.

 

Cerminan Tantangan Nasional

Kasus ini tidak hanya menjadi dinamika lokal di Garut, tetapi juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam pembangunan nasional. Percepatan investasi di berbagai daerah kerap bersinggungan dengan persoalan lahan, transparansi, dan komunikasi publik.

 

Tanpa pengelolaan yang baik, ketiga aspek tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman hingga konflik sosial. Karena itu, pendekatan dialogis dan keterbukaan informasi menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah pembangunan.

 

Harapan Redam Polemik

Dengan klarifikasi ini, Agus berharap polemik yang sempat berkembang dapat segera mereda dan tidak lagi memicu interpretasi keliru di masyarakat.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan iklim yang kondusif serta memastikan pembangunan berjalan tanpa mengorbankan hak warga.

 

“Yang penting semuanya jelas dan transparan. Kita ingin pembangunan tetap berjalan, tapi hak masyarakat juga harus terlindungi,” pungkasnya.

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Berita Terbaru