Sekjen SPP Bantah Keras Isu Pemukulan Ulama di Cikatomas: “Ini Hoaks, Diduga Ada Upaya Adu Domba”

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nusaharianmedia.com 23 April 2026 – Sekretaris Jenderal SPP, Agustiana, melontarkan pernyataan keras terkait beredarnya video viral yang menuding adanya pemukulan terhadap seorang ulama bernama A Yani di wilayah Cikatomas. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Agustiana menyebut narasi yang beredar di media sosial telah menggiring opini publik secara menyesatkan serta cenderung menyudutkan organisasi yang ia wakili tanpa dasar yang jelas. Ia menilai penyebaran informasi tersebut dilakukan secara tidak bertanggung jawab dan berpotensi memicu keresahan.

 

Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut untuk menunjukkan bukti konkret atas klaim yang mereka sampaikan.

 

“Silakan cek video itu secara utuh. Tidak ada A Yani seperti yang disebut-sebut. Ini jelas hoaks dan upaya framing terhadap SPP,” ujarnya tegas.

Baca Juga :  KOSGORO 1957 Garut Dukung Semangat Demokrasi, Pencalonan Bupati sebagai Ketua Golkar Dinilai Selaras dengan Semangat Pengabdian dan Pembangunan Daerah

 

Lebih jauh, Agustiana menilai isu ini tidak sekadar kesalahpahaman, melainkan berpotensi menjadi bagian dari upaya sistematis untuk membenturkan SPP dengan kalangan ulama yang selama ini memiliki hubungan erat.

 

Menurutnya, SPP dan ulama memiliki kesamaan visi dalam memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat. Oleh karena itu, narasi yang mencoba memposisikan keduanya berseberangan dinilai tidak masuk akal.

 

“SPP dan ulama itu satu garis perjuangan. Tidak mungkin saling berhadapan. Ini ada indikasi kuat upaya adu domba,” katanya.

 

Agustiana juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik mencuatnya isu tersebut. Ia menduga narasi itu sengaja dihembuskan untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain yang lebih besar.

Baca Juga :  Peringati Hari Bakti PU ke-80, Dinas PUPR Garut Gelar Jalan Sehat dan Aksi Bersih Lingkungan sebagai Wujud Semangat Pengabdian

 

Terkait polemik yang berkembang, ia menegaskan bahwa penanganan kasus sepenuhnya diserahkan kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia. Hingga saat ini, menurutnya, aparat masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka karena belum adanya bukti yang cukup kuat.

 

Dalam pernyataannya, Agustiana turut mengingatkan berbagai pihak agar bersikap bijak dan tidak memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya peran tokoh publik sebagai penyejuk, bukan justru memperkuat opini yang belum terverifikasi.

 

“Jangan menggiring opini tanpa dasar. Serahkan pada proses hukum. Masyarakat juga harus cerdas dan tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya.

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya
Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:40 WIB

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Berita Terbaru