Ketua PAC PPP Dapil 3 Pertanyakan Kinerja PLT Kesiapan Muscab, SC dan OC Belum Terbentuk Hingga H-4

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 21 April 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut yang dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) mulai mempertanyakan kesiapan panitia pelaksana. Hingga H-4, struktur penting seperti Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) disebut belum juga terbentuk secara resmi.

 

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan PAC terkait kesiapan teknis dan administratif pelaksanaan Muscab. Mereka menilai keterlambatan pembentukan SC dan OC menjadi indikator lemahnya koordinasi dan perencanaan di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) DPC PPP Kabupaten Garut.

 

Ketua PAC PPP Karangpawitan menyampaikan kritiknya terhadap situasi tersebut. Ia mengaku heran dengan minimnya progres persiapan, padahal waktu pelaksanaan tinggal menghitung hari.

 

“Saya tidak tahu pola yang sedang berjalan ini seperti apa. Dalam beberapa kegiatan Muscab sebelumnya, biasanya sudah ada kejelasan teknis. Sekarang memang sudah ada Plt yang ditunjuk untuk bertanggung jawab, tapi sejauh ini perannya dalam persiapan Muscab belum terlihat jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut

 

Ia menegaskan, hingga 21 April 2026 belum ada kepastian terkait pembentukan panitia inti. Padahal, menurutnya, keberadaan SC dan OC merupakan unsur krusial dalam menentukan kelancaran agenda tersebut.

 

“Dengan agenda Muscab tanggal 26 April, seharusnya SC dan OC sudah terbentuk. Tapi sampai sekarang belum ada. Ini yang menjadi kekhawatiran kami, apakah Plt mampu melaksanakan Muscab dengan waktu yang sangat terbatas,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak PAC telah beberapa kali mempertanyakan hal ini melalui forum komunikasi internal, termasuk grup resmi partai. Namun, hingga kini belum ada jawaban pasti terkait waktu pembentukan SC dan OC.

 

“Padahal itu teknis paling utama. SC berperan besar dalam mengatur jalannya Muscab. Kalau belum terbentuk, bagaimana kegiatan bisa berjalan maksimal?” tegasnya.

 

Selain persoalan panitia, ketidakjelasan lokasi pelaksanaan juga menjadi sorotan. Menurutnya, kepastian tempat sangat penting agar seluruh PAC memiliki gambaran yang jelas terkait pelaksanaan Muscab.

Baca Juga :  Ketika Hukum Tak Lagi Netral, Potret Ketimpangan Keadilan Menjadi Sorotan di Garut

 

Tak hanya itu, perubahan jadwal yang terjadi sebelumnya turut menimbulkan tanda tanya. Muscab yang semula direncanakan pada 18 April 2026, kemudian diundur menjadi 26 April 2026.

 

“Perubahan jadwal ini menimbulkan pertanyaan. Apakah ada kendala teknis atau faktor lain, kami juga tidak tahu. Tapi yang jelas, kondisi ini membuat kami bertanya-tanya,” ujarnya.

 

Sejumlah PAC lainnya juga menyuarakan hal serupa. Mereka berharap Plt DPC PPP Kabupaten Garut segera mengambil langkah konkret untuk memastikan seluruh perangkat Muscab terbentuk dan berjalan sesuai tugasnya, serta membuka informasi secara transparan kepada seluruh struktur partai.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Plt DPC PPP Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait belum terbentuknya SC dan OC Muscab.

 

Situasi ini menambah dinamika internal PPP Kabupaten Garut menjelang agenda penting tersebut, yang diharapkan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang solid ke depan. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 242 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru