Rakerda DPD PKS Garut: Rumuskan Arah Baru Kaderisasi, Ahab Syihabuddin Hadir dengan Buku Kepemimpinan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan Yusuf Musyafa menyiapkan delapan program unggulan yang diklaim akan menjadi kerja nyata para kader PKS bagi masyarakat Garut.

 

Delapan program tersebut meliputi: Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Gerakan Ekonomi Mandiri (Gema), Sekolah Kader Patriot Indonesia (Sakti), Join PKS, Akademi Pemimpin Indonesia (API), Transformasi Digital PKS (Total PKS), Advokasi Kebijakan Untuk Rakyat (AKAR), dan Jaring Wakil Rakyat (Jawara).

 

“Kader-kader muda Garut harus ikut jadi bagian dari perubahan dan pembangunan Garut bersama PKS. Kita akan fokus pada kader, kaderisasi, dan pelayanan publik dalam khidmat membangun Garut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Yusuf saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Garut di Hotel Mercure Garut, Minggu (7/12/2025).

 

Arah Baru Kader PKS dan Peluncuran Buku Kepemimpinan Ahab Syihabuddin

Baca Juga :  Rakyat Sumber Legitimasi Kekuasaan, Pengingat bagi Penguasa untuk Tetap Berpijak pada Amanah

Momentum Rakerda tersebut juga menjadi ruang bagi salah satu tokoh senior PKS Garut, Ahab Syihabuddin, yang telah 20 tahun menjadi legislator, untuk meluncurkan serial buku kepemimpinan. Buku tersebut merupakan refleksi perjalanan dua dekade karier politiknya di PKS.

 

Ahab mengungkapkan bahwa pengalamannya sebagai legislator membuka matanya terhadap persoalan mendasar dalam kepemimpinan di Indonesia, terutama tentang tidak tertanamnya cita-cita menjadi pemimpin sejak kecil pada generasi muda.

 

“Tanya saja anak-anak soal cita-cita, jarang sekali yang ingin jadi pemimpin. Kebanyakan ingin jadi dokter, polisi, tentara, atau guru,” kata Ahab usai peluncuran bukunya di Hotel Mercure Garut.

 

Menurutnya, masalah kepemimpinan di negeri ini berawal dari tidak dibangunnya mental kepemimpinan sejak dini. Sementara persoalan teknis lainnya dapat dipelajari di lembaga pendidikan ataupun organisasi.

 

Ahab memaknai pemimpin sebagai penentu kebijakan, bukan hanya terbatas pada jabatan formal seperti bupati atau presiden. “Kalau jadi dokter, harus jadi pemimpinnya dokter. Jadi guru, harus punya cita-cita menjadi kepala sekolah. Itu harus ditanamkan sejak kecil,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemilik Kedai Soey's dan Biliard, Ir.H. Yussep Saepurohim : " Kami Suguhkan Tempat Nongkrong Asyik dengan Nuansa Unik"

 

Dua buku yang diluncurkannya kali ini ditujukan untuk segmen anak-anak. Ia menyebut, serial buku kepemimpinan untuk segmen lainnya akan menyusul. “Bertahap, nanti ada lagi yang sedang kita siapkan,” ujarnya.

 

Ahab, Tokoh PKS yang Konsisten dan Kritis

Selama berkarier di DPRD Garut, Ahab Syihabuddin dikenal sebagai legislator yang kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia juga menjadi salah satu motor penggerak kaderisasi PKS yang terkenal melahirkan kader-kader militan dan berideologi kuat.

 

Meskipun merupakan tokoh sentral PKS di Garut, Ahab tetap memberi ruang bagi kader-kader muda untuk tampil dan berkembang. Hal ini membuat banyak figur politik Garut muncul dari PKS dan dikenal publik.

 

 

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Berita Terbaru