Integritas Dipertaruhkan! Ketua PAC Dapil 6 Tegas: Muscab PPP Garut Jangan Jadi Sandiwara Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 22 April 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, suhu politik internal partai kian memanas. Polemik yang semula beredar sebagai isu kini menjelma menjadi gelombang penolakan terbuka dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang menilai proses Muscab tidak lagi berada di jalur netralitas.

Kecurigaan mengerucut pada penetapan lokasi Muscab yang dinilai sarat kepentingan. Sejumlah kader menilai keputusan tersebut bukan kebetulan, melainkan bagian dari skenario yang diduga telah disusun untuk menguntungkan pihak tertentu. Lokasi yang dipilih bahkan disebut memiliki kedekatan dengan salah satu kandidat ketua, memperkuat dugaan adanya “pengondisian” sejak awal.

Situasi ini memicu kemarahan di tingkat akar rumput. Ketua PAC Dapil 6 menjadi salah satu suara paling lantang. Ia menegaskan, persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut marwah demokrasi di tubuh partai.

Baca Juga :  Komunitas Ojol Rolings Real Garut Berbagi Takjil, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan

“Ini bukan soal tempat semata. Ini soal integritas. Kalau sejak awal sudah ada indikasi di-setting, lalu di mana letak keadilan bagi kader? Muscab ini jangan dijadikan alat legitimasi kepentingan segelintir orang,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan panitia agar tidak memaksakan keputusan yang berpotensi memicu konflik lebih besar. Menurutnya, Muscab seharusnya menjadi ruang adu gagasan dan kompetisi sehat, bukan sekadar formalitas untuk mengesahkan hasil yang telah “dikunci”.

“Jangan jadikan Muscab ini panggung sandiwara politik. Kalau prosesnya tidak jujur, jangan harap kader akan diam. Perlawanan pasti terjadi,” lanjutnya dengan nada keras.

Gelombang penolakan disebut tidak hanya datang dari satu wilayah. Sejumlah PAC lain dikabarkan tengah bersiap mengambil langkah serupa. Jika tuntutan tidak direspons, bukan tidak mungkin penolakan akan meluas dan berujung pada delegitimasi hasil Muscab itu sendiri.

Baca Juga :  DPRD Garut Hadiri Halal Bihalal Tingkat Kabupaten, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pembangunan

Ironisnya, di tengah meningkatnya tensi, panitia Muscab PPP Kabupaten Garut belum memberikan klarifikasi resmi. Sikap diam ini justru dinilai memperkeruh situasi sekaligus memperkuat dugaan adanya kepentingan yang sengaja disembunyikan. Transparansi yang seharusnya menjadi prinsip utama justru terkesan diabaikan.

Desakan pun kian menguat: panitia diminta segera memindahkan lokasi Muscab ke tempat yang benar-benar netral dan terbuka, serta memastikan seluruh proses berjalan jujur dan adil. Jika tidak, Muscab berpotensi kehilangan legitimasi bahkan sebelum dimulai.

Polemik ini menjadi alarm serius bagi PPP Garut. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya pelaksanaan Muscab yang terancam, tetapi juga kepercayaan kader terhadap mekanisme demokrasi internal partai bisa runtuh. Dan ketika kepercayaan itu hilang, yang tersisa hanyalah konflik berkepanjangan yang sulit dipulihkan.

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru