Nusaharianmedia.com – Agenda silaturahmi Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jawa Barat yang digelar di Hotel Banyu Alam, Cipanas, Garut, diwarnai dengan dinamika politik internal alumni. Dalam forum tersebut, Majelis Daerah (MD) KAHMI Garut disebut menyatakan dukungan kepada Suprih Rozikin, SH., MH.
Pernyataan dukungan itu muncul dalam rangkaian diskusi dan interaksi antar alumni yang hadir. Sejumlah peserta menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk aspirasi yang berkembang di forum, bahkan turut direkomendasikan oleh sebagian unsur MD KAHMI Garut.
“Memang ada 13 calon, namun kehadiran Suprih Rozikin menjadi perhatian karena ia yang paling muda di antara kandidat. Penyampaian dukungan kepada beliau muncul sebagai aspirasi dari teman-teman MD Garut,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Menanggapi hal tersebut, Suprih Rozikin, SH., MH mengaku siap maju dengan dukungan yang mengalir, termasuk dari sejumlah sesepuh dan unsur presidium MD KAHMI Garut. Ia menyebut kepercayaan tersebut menjadi energi tambahan menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil).
“Saya siap maju jika memang ada kepercayaan dan dukungan dari para alumni. InsyaAllah, dengan kebersamaan, kita bisa membawa KAHMI Jawa Barat lebih baik ke depan,” ujar Suprih saat diwawancarai.
Ia juga menegaskan visinya dalam membangun organisasi yang mandiri dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Berkiprah dan mandiri untuk Jawa Barat istimewa, bersama KAHMI kita wujudkan perubahan nyata bagi warga Jabar,” tambahnya.
Suprih menyebut momentum Muswil MW KAHMI Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus mendatang akan menjadi ruang strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Namun demikian, pernyataan dukungan tersebut memunculkan beragam respons di internal. Salah satu unsur presidium MD KAHMI Garut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan formal organisasi terkait dukungan tersebut.
“Kami tegaskan, sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari MD KAHMI Garut. Kalau ada dukungan yang disampaikan, itu perlu dilihat sebagai pernyataan personal, bukan kelembagaan,” ujarnya.
Dari sisi panitia MW KAHMI Jawa Barat, kegiatan tersebut ditegaskan murni sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi alumni.
“Tidak ada agenda deklarasi atau dukungan resmi. Forum ini lebih kepada mempererat komunikasi antar alumni,” kata salah satu panitia.
Secara struktural, MD KAHMI Garut dipimpin secara kolektif oleh presidium hasil Musyawarah Daerah (Musda) periode 2022–2027. Oleh karena itu, setiap sikap organisasi semestinya diputuskan melalui mekanisme bersama.
Munculnya isu dukungan dalam forum silaturahmi ini menjadi catatan penting terkait menjaga netralitas dan marwah organisasi alumni. MW KAHMI Jawa Barat diharapkan mampu memastikan ruang silaturahmi tetap kondusif tanpa menimbulkan persepsi politisasi di internal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tertulis dari pihak terkait mengenai apakah dukungan tersebut akan ditindaklanjuti sebagai sikap organisasi atau tetap menjadi dinamika internal semata









