Ketua LIBAS, Tedi Sutardi: Elit Politik Asyik Bagi-Bagi Jabatan, Rakyat Makin Tercekik Keterpurukan Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Ketua Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS), Tedi Sutardi, melontarkan kritik keras atas kondisi sosial-politik saat ini yang dinilainya semakin tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan, Tedi menyebut bahwa di tengah keterpurukan ekonomi yang menghantam rakyat kecil, elit politik justru sibuk berpesta pora, membagi-bagikan jabatan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

“Rakyat sekarang semakin terjepit. Harga-harga barang naik, biaya hidup melonjak, pengangguran merajalela, dan akses pendidikan makin mahal. Tapi apa yang dilakukan para elit? Mereka malah sibuk berbagi kue kekuasaan, sibuk menyiapkan kursi bagi pendukung dan koleganya. Ini betul-betul tamparan bagi rakyat,” tegas Tedi. Rabu, (07/05/2025).

Menurut Tedi, seluruh kebijakan yang digadang-gadang untuk ‘kesejahteraan rakyat’ sejatinya dibiayai dari keringat rakyat itu sendiri. Pajak yang dipungut dari pedagang kecil, buruh, petani, nelayan, hingga pekerja kantoran menjadi modal utama pemerintah. Namun ironisnya, hasil dari keringat rakyat justru lebih banyak dinikmati oleh segelintir elit yang hidup dalam kenyamanan dan kemewahan.

“Mereka makan minum enak, anak-anak mereka sekolah di tempat terbaik, istri mereka pakai pakaian bagus, bahkan beli cangcut (pakaian dalam) pun dari uang rakyat. Sementara rakyat susah cari makan, anak-anak putus sekolah, biaya rumah tangga makin mencekik. Ini ketidakadilan yang tidak bisa terus dibiarkan,” katanya dengan nada tinggi.

Tedi menyebut praktik balas jasa politik menjadi salah satu akar masalah yang paling merusak tatanan pemerintahan saat ini. Menurutnya, bagi-bagi jabatan sudah bukan rahasia umum lagi, mulai dari kursi birokrasi, posisi strategis di BUMD, hingga proyek-proyek bernilai miliaran rupiah. Semua dibagi untuk memenuhi janji politik, bukan berdasarkan kemampuan atau integritas.

“Yang penting loyal, yang penting mendukung waktu kampanye, langsung dapat posisi. Padahal jabatan publik itu harusnya diisi oleh orang yang kompeten, bukan cuma sekadar bagi-bagi balas jasa. Akibatnya? Rakyat yang kena getahnya. Pelayanan publik buruk, proyek mangkrak, anggaran bocor di mana-mana. Rakyat dirugikan dua kali lipat,” tegasnya.

Dalam penilaiannya, praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) semakin menggurita di semua lini pemerintahan. Hal ini bukan hanya mencoreng wajah demokrasi, tetapi juga menghancurkan kepercayaan rakyat kepada para pemimpin.

“Jangan heran kalau sekarang banyak yang bilang politik itu kotor. Karena memang perilaku elitnya seperti ini, sibuk memperkaya diri, lupa pada janji-janji perubahan,” kata Tedi.

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah sudah berkali-kali menunjukkan, kekuasaan yang abai terhadap jeritan rakyat pada akhirnya akan tumbang.

“Lihatlah sejarah, tidak ada kekuasaan yang abadi. Ketika rakyat sudah kehilangan kesabaran, gelombang kemarahan itu akan datang, dan saat itu terjadi, tidak ada yang bisa menyelamatkan elit dari amuk rakyat,” ujarnya mengingatkan.

Tedi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemerintahan. Ia menegaskan bahwa peran masyarakat sipil, media, dan lembaga pengawasan seperti KPK dan Ombudsman sangat penting untuk menekan praktik KKN. “Jangan takut bersuara. Jangan biarkan korupsi merajalela. Ini tugas kita bersama sebagai anak bangsa,” katanya.

Sebagai penutup, Tedi menyampaikan pesan khusus kepada para pemimpin dan elit politik: “Ingatlah, jabatan itu amanah. Kalian digaji dari keringat rakyat.

Jangan jadikan kekuasaan sebagai alat memperkaya diri atau keluarga. Rakyat sedang susah, jangan tambah beban mereka dengan ulah kalian. Kalau kalian tidak segera berubah, percayalah, sejarah akan mencatat kalian sebagai pengkhianat bangsa.”

Pernyataan keras Tedi mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan aktivis, akademisi, dan masyarakat umum. Banyak yang memuji keberanian Ketua LIBAS itu sebagai suara moral di tengah situasi politik yang semakin membusuk.

Mereka berharap suara-suara kritis seperti ini bisa menggugah hati para penguasa agar kembali berpihak kepada rakyat yang semakin tercekik oleh kesulitan ekonomi. (DIX)
Baca Juga :  Polsek Pasirwangi Tingkatkan Patroli dan Penjagaan di Tempat Wisata, Antisipasi Liburan Panjang

Berita Terkait

Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah
Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS
Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut
Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM
Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima
DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 21:22 WIB

Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah

Senin, 18 Mei 2026 - 17:49 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:44 WIB

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa

Berita Terbaru

Uncategorized

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB