Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 10 Agustus 2026 — Persoalan dugaan maraknya peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan publik. Aliansi Bela Anak Bangsa (ABAG) menilai persoalan tersebut membutuhkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH), terutama dalam memastikan perlindungan terhadap generasi muda.

 

Dalam aksi yang digelar ABAG, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ABAG, Tedi Sutardi, menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran sejumlah pihak yang dinilai memiliki kewenangan dan peran penting dalam menangani persoalan peredaran obat keras ilegal.

 

Salah satu yang menjadi sorotan Tedi adalah ketidakhadiran Kapolres Garut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan aparat penegak hukum di tengah aksi masyarakat bukan sekadar persoalan menghadiri undangan, tetapi menjadi bagian dari bentuk respons negara terhadap keresahan yang disampaikan masyarakat.

 

“Kami mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum. Ketika masyarakat datang menyampaikan keresahan terkait ancaman terhadap generasi muda, seharusnya ada kehadiran dan respons nyata dari pihak yang memiliki kewenangan,” tegas Tedi.

 

Terkesan Lebih Memilih Agenda Seremonial

 

Tedi juga menyoroti adanya kesan bahwa agenda yang bersifat seremonial lebih diprioritaskan dibandingkan kehadiran dalam aksi masyarakat yang membawa isu perlindungan generasi muda.

 

Menurutnya, persepsi tersebut muncul karena pada saat ABAG bersama elemen masyarakat menyampaikan aspirasi terkait dugaan peredaran obat keras ilegal, Kapolres Garut tidak terlihat hadir secara langsung di tengah massa aksi.

 

“Kami melihat ada kesan lebih memilih agenda yang bersifat seremonial daripada hadir mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Ini yang kami pertanyakan. Bukan soal pribadi, tetapi soal prioritas dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  PGRI Karangpawitan Rayakan HUT ke-80, Momentum Penguatan Profesi dan Penghormatan Guru Purna Tugas

 

Tedi menegaskan, ABAG tidak bermaksud mempertentangkan satu agenda dengan agenda lainnya. Namun, menurutnya, persoalan yang menyangkut keselamatan generasi muda seharusnya mendapatkan perhatian serius dari seluruh unsur yang memiliki kewenangan.

 

“Generasi muda adalah masa depan bangsa. Kalau persoalan obat keras ilegal dibiarkan, dampaknya bukan hanya hari ini, tetapi bisa dirasakan bertahun-tahun ke depan,” katanya.

 

ABAG Desak APH Tak Berhenti pada Penindakan di Hilir

 

ABAG juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak hanya melakukan penindakan terhadap pihak yang berada di tingkat pengecer atau pengguna, tetapi juga mengungkap sumber dan jaringan pemasok apabila ditemukan adanya tindak pidana.

 

Tedi menilai pemberantasan peredaran obat keras ilegal harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengawasan, pencegahan, penindakan, hingga pengungkapan jaringan distribusi.

 

“Kalau memang ada pelanggaran hukum, jangan hanya berhenti di kios atau pengecer. Bongkar dari mana barang itu berasal dan siapa yang memasoknya. Masyarakat membutuhkan tindakan yang nyata dan terukur,” tegasnya.

 

Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan bersama instansi terkait, khususnya di lingkungan yang rentan menjadi sasaran peredaran obat keras ilegal.

 

Menurut Tedi, persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi. Dibutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pengawasan, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  PKB Garut Gelar Musancab Serentak, Imas Aan Ubudiah Tekankan Penguatan Struktur dan Soliditas Kader Kecamatan

 

“Kami Tidak Akan Diam!”

 

Di tengah berbagai persoalan yang disuarakan, Tedi memastikan ABAG tidak akan berhenti menyampaikan aspirasi masyarakat.

 

Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak dan generasi muda Kabupaten Garut.

 

“Kami tidak akan diam. Kami akan terus bergerak menyuarakan persoalan ini sampai ada langkah nyata. Ini bukan persoalan kepentingan kelompok, tetapi persoalan menyelamatkan anak bangsa,” tegas Tedi.

 

ABAG berharap kritik dan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat koordinasi serta mengambil langkah konkret dalam mencegah dan memberantas peredaran obat keras ilegal.

 

Tedi juga meminta agar seluruh pihak tidak melihat aksi masyarakat semata-mata sebagai bentuk tekanan, tetapi sebagai alarm sosial atas keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

“Jangan tunggu persoalan ini semakin besar. Negara harus hadir sebelum semakin banyak generasi muda yang menjadi korban. Kami akan terus mengawal persoalan ini,” pungkasnya.

 

Sementara itu, terkait sorotan mengenai ketidakhadiran Kapolres Garut dalam aksi tersebut, pihak ABAG berharap adanya penjelasan maupun respons dari institusi terkait agar publik memperoleh informasi yang utuh mengenai alasan ketidakhadiran tersebut.

 

Hingga pemberitaan ini disusun, sorotan ABAG tersebut menjadi bagian dari tuntutan agar penanganan dugaan peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Garut dilakukan secara serius, transparan, terukur, dan berkelanjutan.

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru