Dampak Dominan dari Faktor Ekonomi, Perceraian di Kabupaten Garut Meningkat Tajam, Ini Kata Sosok Tokoh Pemuka Agama dan Aktivis Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Januari 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut, Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk para tokoh agama. Faktor ekonomi disebut-sebut menjadi penyebab utama yang mendorong meningkatnya kasus perceraian di wilayah ini.

Menurut data Pengadilan Agama Garut, jumlah gugatan cerai terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, terutama dari pihak istri. Ketidakstabilan ekonomi, seperti sulitnya mendapatkan pekerjaan tetap, rendahnya penghasilan, hingga tingginya biaya hidup, menjadi pemicu utama retaknya hubungan rumah tangga.

Salah satu pemuka agama terkemuka di Garut, Ustaz Abdullah Abdul Manaf (54), dia menyampaikan keprihatinannya terkait fenomena ini. “Perekonomian memang menjadi ujian besar dalam rumah tangga. Ketika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, konflik mudah sekali terjadi. Namun, perceraian bukanlah solusi. Justru, rumah tangga perlu dibangun dengan pondasi sabar, pengertian, dan tawakal kepada Allah SWT,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh Nusaharianmedia.com Minggu, (05/01/2025).

Ia menambahkan, peran agama sangat penting untuk membantu pasangan suami istri menghadapi masalah ekonomi. “Islam mengajarkan pentingnya kesederhanaan, kerja keras, dan saling mendukung dalam suka maupun duka. Jika nilai-nilai ini dipegang teguh, tantangan ekonomi bisa dilalui bersama,” tambahnya.

Tidak hanya dari sisi agama, Ustaz Abdul Manaf juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius menangani isu ini dengan membuka lapangan kerja baru dan memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. “Pemimpin harus hadir untuk meringankan beban rakyat. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi keluarga juga sangat penting untuk mengurangi potensi konflik rumah tangga,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah aktivis sosial juga menggarisbawahi perlunya edukasi pranikah yang lebih intensif bagi pasangan muda di Garut. “Perceraian bukan hanya masalah individu, tapi berdampak luas pada anak-anak dan masyarakat. Pendidikan pranikah harus memberikan pemahaman mendalam tentang tanggung jawab dan dinamika rumah tangga,” kata Rd.Rustiana , seorang aktivis muda di Garut.

Meningkatnya angka perceraian ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak, baik masyarakat, pemuka agama, maupun pemerintah daerah. Diperlukan sinergi dan pendekatan holistik untuk menangani persoalan ini demi menjaga keutuhan keluarga sebagai pilar utama masyarakat. (Red)

Baca Juga :  Polsek Leles Polres Garut Laksanakan Hatur Jam Rawan Pagi di Jalan Raya Leles

Berita Terkait

Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat
Ramadan Penuh Berkah, Polres Garut dan Bhayangkari Bagikan Ratusan Takjil Gratis
KNPI Garut Berbagi Takjil di Jalan Ahmad Yani, Gandeng Influencer dan Komunitas Pemuda
Tinjau Garut Plaza, Wakil Bupati Pastikan Kesiapan Bazar Ramadan dan Dorong Penataan PKL
KAMMI Garut Soroti Lemahnya Pengawasan Peredaran Miras di Kabupaten Garut
Camat Pasirwangi Gelar Tarawih Keliling di Desa Pasirkiamis Bojong Peuntas, Perkuat Silaturahmi Dan Tokoh Agama
Kajian Ramadhan DPD KNPI Garut Angkat Fikih Era Digital, Cetak Generasi Muda Berintegritas
Audiensi Bersama GAPERMAS, Komisi II DPRD Kabupaten Garut Akan Kawal Ketat Distribusi Pupuk Bersubsidi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:29 WIB

Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:31 WIB

KNPI Garut Berbagi Takjil di Jalan Ahmad Yani, Gandeng Influencer dan Komunitas Pemuda

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:55 WIB

Tinjau Garut Plaza, Wakil Bupati Pastikan Kesiapan Bazar Ramadan dan Dorong Penataan PKL

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:59 WIB

KAMMI Garut Soroti Lemahnya Pengawasan Peredaran Miras di Kabupaten Garut

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:34 WIB

Camat Pasirwangi Gelar Tarawih Keliling di Desa Pasirkiamis Bojong Peuntas, Perkuat Silaturahmi Dan Tokoh Agama

Berita Terbaru