Nusaharianmedia.com 28 Juni 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut, dinamika politik internal partai kian menghangat. Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Garut sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yang memiliki hak suara dalam Musda mulai menentukan arah dukungan politiknya.
Melalui berbagai pembahasan dan komunikasi internal, mayoritas pengurus AMPI Kabupaten Garut mengarahkan dukungan kepada Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
Ketua AMPI Kabupaten Garut, Fahadz Fauzi, menegaskan dirinya tidak akan maju dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar. Meski namanya sempat disebut sebagai salah satu kandidat, ia memilih fokus membesarkan organisasi kepemudaan yang dipimpinnya serta memperkuat proses kaderisasi di tubuh AMPI.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader dan senior Partai Golkar yang sempat memberikan kepercayaan kepada saya. Namun saya merasa masih muda dan masih membutuhkan banyak proses, baik dalam berorganisasi maupun dalam dunia politik. Karena itu saya memutuskan untuk tidak maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut,” ujar Fahadz.
Menurut Fahadz, keputusan tersebut merupakan bentuk kedewasaan dalam berorganisasi. Ia menilai proses regenerasi kepemimpinan harus berjalan secara bertahap agar setiap kader memiliki kesempatan untuk menempa pengalaman sebelum mengemban amanah yang lebih besar.
Setelah melalui komunikasi intensif bersama jajaran pengurus AMPI, kata Fahadz, mayoritas aspirasi yang berkembang menghendaki dukungan kepada Abdusy Syakur Amin. Dukungan itu diberikan bukan karena faktor kedekatan personal, melainkan berdasarkan penilaian terhadap kapasitas, pengalaman, dan kemampuan kepemimpinan yang dimiliki.
“Kami melihat Pak Abdusy Syakur Amin memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memimpin Partai Golkar Kabupaten Garut. Beliau memiliki pengalaman, kemampuan manajerial, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa Golkar semakin solid serta mampu menjawab tantangan politik ke depan,” katanya.
Fahadz menilai Abdusy Syakur Amin merupakan sosok yang mampu menjadi figur pemersatu bagi seluruh kader Partai Golkar. Menurutnya, momentum Musda harus menjadi ajang memperkuat soliditas organisasi, bukan sebaliknya menjadi ruang yang menimbulkan perpecahan.
“Yang dibutuhkan Partai Golkar hari ini adalah sosok pemersatu. Kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh kader, membangun komunikasi yang sehat, dan menghidupkan semangat gotong royong demi kemajuan partai. Kami menilai Pak Abdusy Syakur Amin memiliki karakter tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh nama yang muncul menjelang Musda merupakan kader-kader terbaik Partai Golkar yang telah memberikan kontribusi bagi partai. Namun, berdasarkan aspirasi mayoritas pengurus AMPI, dukungan organisasi mengarah kepada Abdusy Syakur Amin.
Meski demikian, Fahadz menegaskan keputusan resmi organisasi tetap akan ditetapkan melalui mekanisme internal sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AMPI.
“Dari beberapa nama yang muncul, semuanya adalah kader terbaik Partai Golkar. Kami menghormati seluruh calon yang memiliki niat membesarkan partai. Namun berdasarkan aspirasi yang berkembang di internal AMPI, mayoritas pengurus menghendaki Bapak Abdusy Syakur Amin menjadi figur yang kami dukung. Tentu keputusan final akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi,” jelasnya.
Menurut Fahadz, sikap politik yang diambil AMPI merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam menggunakan hak suara secara objektif, demokratis, dan bertanggung jawab. Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Partai Golkar, AMPI ingin terus memberikan kontribusi nyata terhadap masa depan partai.
Ia berharap kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Garut ke depan mampu memperkuat kaderisasi, membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, meningkatkan soliditas internal, serta mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Garut.
“AMPI akan terus menjadi mitra strategis Partai Golkar dalam mencetak kader-kader muda yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Siapa pun yang terpilih nanti harus mampu memberikan ruang bagi regenerasi agar Partai Golkar semakin kuat dan relevan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Fahadz mengajak seluruh kader Partai Golkar menjaga kondusivitas menjelang pelaksanaan Musda dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan serta kekeluargaan.
“Musda adalah momentum demokrasi internal partai. Jangan sampai perbedaan pilihan memecah soliditas yang selama ini telah kita bangun. Dukungan yang kami berikan bukan semata-mata karena faktor personal, melainkan didasarkan pada harapan agar Partai Golkar Kabupaten Garut dipimpin oleh sosok yang mampu menyatukan seluruh elemen partai, memperkuat kaderisasi, meningkatkan elektabilitas, serta membawa Partai Golkar semakin dicintai dan dipercaya masyarakat Kabupaten Garut,” pungkas Fahadz Fauzi. (Hil)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi Nusaharianmedia









