Tiga Tokoh Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Garut: Musda Jadi Pertarungan Politik Paling Bergengsi, Taruhkan Pengaruh, Prestise, dan Legitimasi

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 30 Juni 2026  – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut, suhu politik internal partai berlambang pohon beringin mulai menghangat. Berbagai manuver politik, konsolidasi kader, hingga deklarasi dukungan dari tingkat kecamatan terus bermunculan, menandakan bahwa perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Garut bukan sekadar agenda organisasi biasa, melainkan telah menjadi pertarungan prestise dan harga diri politik para elite Golkar di Kota Intan.

‎

‎Tiga nama besar kini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat yang akan bertarung dalam Musda mendatang. Mereka adalah Abdusy Syakur Amin yang saat ini menjabat Bupati Garut, Aris Munandar yang juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Garut, serta Euis Ida Wartiah yang hingga kini masih memegang kendali kepemimpinan DPD Golkar Garut.

‎

‎Pengamat politik menilai, Musda kali ini memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Sebab, ketiga figur yang muncul bukanlah kader biasa, melainkan pejabat publik yang memiliki pengaruh dan basis kekuatan masing-masing.

‎

‎Abdusy Syakur Amin datang dengan legitimasi sebagai kepala daerah hasil Pilkada 2024. Posisinya sebagai Bupati Garut memberikan daya tawar politik yang kuat di internal partai. Banyak pihak menilai, jika Syakur maju, maka ia membawa simbol kekuasaan eksekutif yang dapat memperkuat posisi Golkar dalam mengawal pembangunan daerah.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Gelar Aksi di Bandung, Desak Panglima TNI Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

‎

‎Di sisi lain, Aris Munandar memiliki kekuatan yang tidak kalah besar. Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut dari Partai Golkar, Aris dinilai memahami secara mendalam dinamika kaderisasi dan struktur partai hingga tingkat bawah. Dukungan sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) yang mulai bermunculan menunjukkan bahwa basis akar rumput Golkar masih menjadi faktor penting dalam menentukan arah Musda.

‎

‎Sementara itu, Euis Ida Wartiah bukan sosok yang bisa dipandang sebelah mata. Sebagai petahana Ketua DPD Golkar Garut sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Euis memiliki pengalaman panjang dalam membangun struktur organisasi partai. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Garut mampu mempertahankan eksistensi politiknya dan tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Kabupaten Garut.

‎

‎Menariknya, persaingan ketiga tokoh ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi memperebutkan jabatan ketua partai. Lebih dari itu, Musda Golkar Garut dinilai sebagai arena pertaruhan pengaruh politik menjelang berbagai agenda politik masa depan, termasuk Pemilu dan Pilkada berikutnya.

Baca Juga :  Muscab PKB Garut 2026 Hasilkan Lima Calon Ketua DPC, Tegaskan Konsolidasi dan Arah Baru Partai

‎

‎Bagi sebagian kader, siapapun yang terpilih nantinya harus mampu menjaga soliditas partai dan menghindarkan Golkar dari polarisasi internal. Sebab kemenangan dalam Musda sejatinya bukan tentang siapa yang paling kuat secara personal, melainkan siapa yang mampu menyatukan seluruh kekuatan Golkar untuk menghadapi tantangan politik ke depan.

‎

‎Di tengah berbagai manuver yang terus berkembang, satu hal yang pasti: Musda Golkar Garut kali ini diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan internal partai paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Apakah kursi Ketua DPD akan tetap bertahan di tangan petahana, beralih kepada pemegang kekuasaan legislatif, atau justru dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Garut? Jawabannya akan ditentukan oleh suara para pemilik hak pilih dalam Musda mendatang.

‎

‎Yang jelas, semakin dekatnya pelaksanaan Musda membuat dinamika politik Golkar Garut semakin hidup. Pertarungan ini bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang pengaruh, legitimasi, dan harga diri politik para tokoh yang selama ini menjadi wajah Partai Golkar di Kabupaten Garut.  (Hil)

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Jumat, 18 September 2026 - 20:25 WIB

Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink

Berita Terbaru