Saat Kritik Politik Memicu Polemik, Bung Kalam Ingatkan Pentingnya Fakta dan Etika Komunikasi: Jangan Campuradukkan Persoalan Politik dan Pemerintahan

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 01 Juli 2026  – Pernyataan anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, dalam siaran langsung TikTok Ruang Rakyat Garut terus menuai perhatian publik. Kritik yang disampaikan terhadap Bupati Garut tidak hanya memantik diskusi mengenai kinerja pemerintahan daerah, tetapi juga memunculkan polemik setelah sejumlah nama tokoh disebut dalam narasi yang disampaikan.

 

Dalam siaran tersebut, Yudha mengkritik Bupati Garut yang dinilainya lebih fokus pada dinamika politik, termasuk perebutan kursi ketua partai, dibandingkan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Selain menyoroti alokasi anggaran daerah, Yudha juga menyebut nama “Pak Iman” dan “Pak Luqi”, yang kemudian memunculkan beragam tafsir di tengah masyarakat.

 

Menanggapi hal tersebut, kader Partai Golkar Kabupaten Garut, Kalammuloh Apandi atau yang dikenal sebagai Bung Kalam Apandi, meminta agar setiap kritik yang disampaikan di ruang publik tetap mengedepankan fakta, kejelasan informasi, dan etika komunikasi politik.

 

Menurut Bung Kalam, penyebutan nama tanpa penjelasan yang jelas berpotensi menimbulkan spekulasi dan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menilai publik dapat dengan mudah mengaitkan sosok “Pak Iman” yang disebut dalam siaran tersebut dengan H. Iman Alirahman, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Garut.

 

“Jika yang dimaksud adalah H. Iman Alirahman, maka penyebutan nama tersebut tentu harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai menimbulkan berbagai tafsir dan spekulasi di tengah masyarakat. Karena itu saya meminta Saudara Yudha menjelaskan secara terbuka maksud dan konteks sebenarnya dari pernyataan tersebut,” ujar Bung Kalam.

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polres Garut Gelar Pemeriksaan Mata Gratis dan Salurkan 200 Kacamata untuk Warga

 

Ia juga menyoroti pembahasan yang menurutnya telah melebar hingga mengaitkan persoalan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar. Menurutnya, urusan internal partai politik memiliki mekanisme tersendiri yang seharusnya tidak dicampuradukkan dengan kritik terhadap jalannya pemerintahan daerah.

 

“Pembahasan mengenai Musda Golkar menurut saya sudah keluar dari substansi kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Urusan internal partai memiliki ruang dan mekanisme sendiri yang harus dihormati oleh semua pihak,” katanya.

 

Lebih lanjut, Bung Kalam menegaskan bahwa setiap anggota DPRD memiliki hak, fungsi, dan kewenangan konstitusional untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah daerah. Karena itu, apabila terdapat kritik terhadap kebijakan atau kinerja kepala daerah, tersedia berbagai forum resmi yang dapat digunakan untuk menyampaikan dan memperjuangkan kritik tersebut.

 

“Apabila Saudara Yudha memiliki kritik terhadap Bupati Garut, saya mempersilakan menggunakan hak dan kewenangannya sebagai anggota DPRD. Ada rapat komisi, rapat kerja, rapat paripurna, hingga instrumen pengawasan lainnya yang memang disediakan untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah daerah,” tegasnya.

 

Menurut Bung Kalam, kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi dan menjadi instrumen untuk memperbaiki kualitas pemerintahan. Namun kritik yang disampaikan oleh pejabat publik harus tetap berbasis data, fakta, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 

 

“Jangan sampai kritik yang seharusnya membangun justru berubah menjadi narasi yang tidak jelas, tidak berbasis fakta, dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Di akhir pernyataannya, Bung Kalam mengajak seluruh tokoh politik, pejabat publik, dan para pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas ruang publik dengan mengedepankan etika komunikasi serta tanggung jawab moral dalam setiap pernyataan yang disampaikan kepada masyarakat.

 

“Setiap ucapan yang keluar dari tokoh publik memiliki dampak terhadap persepsi masyarakat. Karena itu saya berharap semua pihak lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, menjaga etika komunikasi politik, serta mengedepankan fakta dan data agar ruang publik tetap sehat, edukatif, dan tidak menjadi sumber spekulasi maupun kegaduhan,” pungkasnya.

 

Polemik yang muncul dari siaran tersebut kembali menunjukkan bahwa di era media sosial, setiap pernyataan tokoh publik dapat dengan cepat menjadi konsumsi masyarakat luas. Karena itu, keseimbangan antara kebebasan menyampaikan kritik dan tanggung jawab atas setiap ucapan menjadi hal yang semakin penting untuk dijaga demi terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan konstruktif.

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Jumat, 18 September 2026 - 20:25 WIB

Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink

Berita Terbaru