Jurnalisme Bukan Jalan Pintas: Tolak Oknum yang Mengatasnamakan Pers sebagai Alat Kepentingan Pribadi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Dunia pers tanah air kembali menghadapi tantangan serius. Di tengah semangat menjaga independensi dan profesionalisme jurnalistik, muncul oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mencatut identitas wartawan untuk kepentingan pribadi. Mereka bukan hanya merusak citra profesi, tapi juga menggerogoti kepercayaan publik terhadap media.

Fenomena ini mendapat sorotan tajam dari wartawan senior asal Garut yang telah lama hijrah dan berkiprah di Bandung, Jawa Barat, A. Muhammad Salleh, dia telah puluhan tahun menekuni dunia jurnalistik dengan prinsip integritas dan keberpihakan pada kebenaran. Ia menilai bahwa maraknya penyalahgunaan atribut pers saat ini bukan hanya persoalan moral, tetapi sudah menjadi ancaman serius terhadap sistem demokrasi.

“Jurnalisme itu profesi mulia, bukan jalur pintas untuk mendapatkan kuasa atau uang. Jika ada yang memakai kartu pers hanya untuk menekan, memeras, atau bersembunyi dari realitas hidup, maka mereka sedang menghina profesi ini,” tegas A. Muhammad Salleh saat diwawancarai melalui sambungan Whatsapp miliknya, pada. Rabu malam (10/07/2025).

Pers Disalahgunakan, Kredibilitas Terancam

Menurut Salleh, banyak pihak yang kini mulai meragukan kredibilitas media karena ulah segelintir oknum. Dengan mudahnya orang mencetak kartu pers, membawa surat tugas dari media tidak jelas, dan mendatangi instansi atau proyek pembangunan dengan dalih “peliputan”, praktik pemerasan dan intimidasi pun sering terjadi.

“Wartawan bukan intel proyek, bukan makelar berita. Kalau datang hanya untuk ‘minta jatah’ atau ‘mengamankan isu’, itu namanya bajingan berbaju pers, bukan jurnalis,” katanya lantang.

Salleh mendorong agar lembaga-lembaga negara dan aparat penegak hukum tidak lagi memberi ruang pada praktik ini. Ia juga menekankan pentingnya peran Dewan Pers dan organisasi profesi dalam menertibkan media abal-abal serta mendidik publik agar melek terhadap siapa wartawan yang sah secara hukum dan etika jurnalistik.

Dampak Langsung Terasa di Daerah

Kondisi ini makin terasa di daerah-daerah seperti Garut, di mana sejumlah kepala desa, pejabat instansi, hingga pelaku usaha kecil menengah mulai merasa terganggu oleh oknum-oknum yang mengaku wartawan. Mereka kerap datang tanpa prosedur peliputan yang jelas, lalu mengancam akan membuat berita negatif bila tidak diberi “uang rokok” atau “biaya peliputan”.

“Media bukan alat pemerasan. Kalau ada wartawan yang bekerja atas dasar ancaman, itu bukan bagian dari dunia pers,itu kriminalitas yang harus dilawan,” ujar Salleh, yang juga dikenal sebagai mentor jurnalis muda di wilayah Priangan Timur.

Kembalikan Marwah Jurnalistik

A. Muhammad Salleh menyerukan agar seluruh insan pers kembali ke jalur profesional. Ia mengingatkan bahwa wartawan memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi, bukan tukang stempel narasi kekuasaan atau pemburu keuntungan pribadi.

“Jurnalisme itu kerja nurani. Kita bukan aparat, bukan pembela proyek, dan bukan pelindung oknum. Kita menyuarakan kebenaran untuk publik, bukan demi fee atau loyalitas kelompok,” tegasnya.

Ia juga mengajak rekan-rekan media untuk menolak segala bentuk relasi transaksional dalam peliputan dan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Pers.

Jangan Jadikan Pers Tempat Pelarian Hidup

Salleh menilai, salah satu akar masalahnya adalah banyaknya orang yang masuk ke dunia jurnalistik bukan karena panggilan jiwa, tapi karena sekadar “butuh pekerjaan”. Akibatnya, muncul wartawan-wartawan dadakan tanpa kapasitas, yang justru menjadikan profesi ini sebagai tempat pelarian.

“Kalau tidak punya kapasitas, jangan sembarangan membawa nama wartawan. Jangan jadikan media tempat penampungan pengangguran. Ini profesi terhormat, bukan tempat buangan,” ujarnya tegas.

Akhirnya, Salleh menegaskan bahwa perjuangan menjaga marwah jurnalistik harus dimulai dari dalam: dari para wartawan itu sendiri. Ia mengajak semua jurnalis sejati untuk menjaga garis batas yang jelas antara idealisme dan kepentingan, antara tugas publik dan transaksi.

“Kita bukan yang paling kuat dalam demokrasi, tapi kita punya tanggung jawab besar: menjaga akal sehat masyarakat. Maka jadilah wartawan dengan kehormatan, bukan dengan kelicikan,” pungkasnya. (Red)
Baca Juga :  Sengketa Lahan Wakaf YBHM Garut Mengorbankan Siswa dan Hak Pendidikan Anak

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru