Regional Direktur Kebudayaan Jabar Soroti Pelaksanaan Pasanggiri Mojang Jajaka Alit di Garut

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Pelaksanaan Pasanggiri Mojang Jajaka Alit kategori Anak se-Jawa Barat yang digelar di Gedung Bale Paminton, kawasan Intan Dewata, Kabupaten Garut, pada 13–14 Desember 2025, menuai sorotan dari Regional Direktur Kebudayaan Jawa Barat. Sorotan tersebut muncul menyusul ramainya pemberitaan serta keluhan masyarakat terkait dugaan ketidakprofesionalan panitia dalam penyelenggaraan kegiatan.

 

Dalam keterangannya, Regional Direktur Kebudayaan anak dan remaja Jawa Barat mengaku menerima banyak pesan pribadi dari berbagai daerah di luar Garut. Keluhan yang disampaikan antara lain menyangkut terjadinya kericuhan, kekacauan teknis, serta lemahnya koordinasi selama kegiatan berlangsung.

 

“Menurut saya, pihak panitia, khususnya penyelenggara, harus lebih terkoordinasi. Ini bukan event yang baru pertama kali dilaksanakan, sehingga seharusnya persiapan dilakukan secara lebih matang,” ujarnya.

 

Ia menilai pelaksanaan kegiatan tersebut telah merugikan banyak pihak, terutama peserta dan orang tua. Selain itu, ia juga menyoroti kelayakan lokasi acara yang dinilai kurang mendukung kenyamanan pelaksanaan kegiatan berskala besar.

 

“Biasanya kegiatan seperti ini dilaksanakan di hotel atau tempat yang layak untuk event besar. Kemarin justru di Bale Paminton. Padahal Garut sebagai tuan rumah seharusnya bangga dan memberikan kesan terbaik. Faktanya, kondisi di dalam gedung panas dan pengelolaan sampah kurang baik. Jujur, saya merasa malu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polsek Samarang Tinjau Dampak Banjir di Desa Sirnasari

 

Keluhan serupa juga disampaikan oleh para orang tua peserta yang merasa kecewa dan kapok mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Meski demikian, ia berharap kekecewaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar Garut ke depan mampu menjadi tuan rumah yang lebih baik, mengingat ajang Mojang Jajaka Alit Jawa Barat merupakan kegiatan berskala besar yang dihadiri peserta dari berbagai daerah.

 

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan Mojang Jajaka Alit yang lebih terorganisir, mencontoh sistem paguyuban Mojang Jajaka dewasa, mulai dari pembukaan hingga penutupan acara, sehingga seluruh peserta merasa dihargai dan puas.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun Mojang Jajaka Alit berakhir di tingkat provinsi Jawa Barat, setiap daerah seharusnya memiliki tahapan seleksi di tingkat kabupaten terlebih dahulu. Hal tersebut, menurutnya, telah diterapkan di beberapa daerah lain seperti Kuningan dan Ciamis.

 

“Garut harus bisa meniru daerah-daerah tersebut. Harus ada seleksi di tingkat kabupaten agar persiapan menuju tingkat provinsi lebih matang,” katanya.

Baca Juga :  Kapolsek Banjarwangi Bersama Forkopimcam Tinjau Warga Sakit dan Berikan Bantuan Pengobatan

 

Kepada panitia, ia mengimbau agar jumlah dan kinerja personel disesuaikan dengan skala kegiatan. Menurutnya, tidak mungkin sebuah event besar dengan jumlah peserta yang banyak ditangani oleh panitia yang terbatas.

 

Ia pun secara terbuka mengaku kecewa terhadap pelaksanaan Pasanggiri Mojang Jajaka Alit kali ini. “Saya sangat berharap acara ini berjalan dengan keren. Anak-anak kita adalah bagian dari pelestarian budaya. Namun kenyataannya jauh dari ekspektasi, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi para orang tua peserta,” ujarnya.

 

Menanggapi klarifikasi panitia yang menyebut ketidaksabaran orang tua sebagai salah satu penyebab masalah, ia menyatakan kurang sependapat. Menurutnya, orang tua tidak mungkin memaksakan kehendak kepada panitia karena keputusan tetap berada di tangan penyelenggara.

 

Sebagai penutup, ia berharap ke depan Garut sebagai tuan rumah Pasanggiri Mojang Jajaka Alit Jawa Barat mampu menyelenggarakan kegiatan yang lebih profesional, tertib, dan membanggakan. Dengan demikian, ajang tersebut diharapkan dapat memberikan kepuasan bagi seluruh peserta, khususnya yang datang dari luar daerah, sekaligus tetap menjadi wadah strategis dalam melestarikan budaya Sunda Jawa Barat agar semakin dikenal luas.

 

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027, Camat Karangpawitan Tekankan Pembangunan Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga
TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga
Sinergi RENTAN, WBI, dan BPBD Garut Wujudkan Mitigasi Longsor Berbasis Gotong Royong
DPC PDI Perjuangan Garut Peringati Hari Pers Nasional 2026 dengan Makan Siang Bersama Jurnalis
Peringati Hari Pers Nasional, Ayi Suryana Tegaskan Pers Pilar Bangsa dan Penjaga Demokrasi
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha puja turnawan Tinjau Rumah Roboh di Karangpawitan, Dorong Prioritas Bantuan Rutilahu
Rumah Reyot Terabaikan, Data Dipertanyakan: Ada Apa dengan Dinas Sosial Garut?
H. Aceng Malki Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Musrenbang RKPD 2027, Camat Karangpawitan Tekankan Pembangunan Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:11 WIB

TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:03 WIB

Sinergi RENTAN, WBI, dan BPBD Garut Wujudkan Mitigasi Longsor Berbasis Gotong Royong

Senin, 9 Februari 2026 - 18:38 WIB

DPC PDI Perjuangan Garut Peringati Hari Pers Nasional 2026 dengan Makan Siang Bersama Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 18:08 WIB

Peringati Hari Pers Nasional, Ayi Suryana Tegaskan Pers Pilar Bangsa dan Penjaga Demokrasi

Berita Terbaru