Aktivis Muda Aka Sudrajat Soroti Kualitas, Makanan” Kinerja Satgas BGN Banjarwangi Dipertanyakan

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Garut 6 April 2026 Dugaan kelalaian dalam pengolahan dan penyajian makanan di lingkungan pendidikan mencuat setelah ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi di SD III Bojong, Banjarwangi. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait aspek kesehatan dan keamanan pangan bagi para siswa.

Seorang aktivis muda, Sudrajat, yang akrab disapa Aka, menyampaikan kecaman keras atas dugaan tersebut. Ia menyoroti adanya makanan yang berbau tidak sedap dan diduga telah disajikan kepada peserta didik. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak yang mengonsumsinya.

Dalam keterangannya, Aka mempertanyakan bagaimana makanan dengan kondisi tidak layak konsumsi dapat lolos hingga tahap distribusi. Ia menilai hal ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan, baik pada proses pengolahan maupun penyajian makanan.

“Jika benar terjadi kelalaian, ini bukan persoalan sepele. Ini menyangkut kesehatan banyak siswa. Jangan sampai ada pembiaran,” ujar Aka.

Menurutnya, pengawasan terhadap penyedia dan pengolah makanan harus dilakukan secara menyeluruh dan berlapis. Ia menduga terdapat celah dalam proses kontrol kualitas, baik dari pihak internal penyedia makanan maupun pengawasan eksternal oleh instansi terkait.

Aka juga menyinggung kemungkinan lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penyediaan makanan. Ia menilai bahwa setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, seharusnya berada dalam pengawasan ketat untuk menjamin keamanan pangan.

Baca Juga :  GRC Tunjukan Solidaritas : Open Donasi untuk Uthenk Drum yang Tengah Berjuang Melawan Stroke

“Tidak menutup kemungkinan ini akibat lemahnya standar operasional yang diterapkan. Ini harus dievaluasi secara serius,” tambahnya.

Dari sisi kesehatan, makanan yang tidak layak konsumsi berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang memiliki sistem imun lebih rentan dibandingkan orang dewasa.

Konsumsi makanan basi dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari mual, muntah, diare, hingga keracunan makanan. Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan dapat memicu infeksi serius apabila tidak segera ditangani.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa standar keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan layanan makanan, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini penting untuk memastikan tumbuh kembang siswa tidak terganggu oleh faktor risiko yang seharusnya dapat dicegah.

Menanggapi situasi tersebut, Aka mendesak pihak SPPG Yayasan AQrromul Qur’an Bojong Banjarwangi serta satuan tugas terkait, termasuk yang disebut sebagai Satgas BGN, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Ia meminta agar pemeriksaan tidak hanya bersifat sementara, melainkan diikuti dengan langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengawasan.

“Jangan tunggu ada korban. Harus ada tindakan nyata dan transparan. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Luput dari Data,Lenyap dari Bantuan: Keluarga Darusallam Bertahan dalam Rumah Reyot Berisi 14 Jiwa

Selain itu, ia juga mengimbau pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Pengawasan internal di tingkat sekolah dinilai memiliki peran penting sebagai garis pertahanan pertama dalam mencegah terjadinya kasus serupa.

Peran orang tua juga dinilai tidak kalah penting. Aka mendorong agar orang tua lebih aktif memantau kondisi anak serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi makanan yang tidak layak konsumsi di lingkungan sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan awal atas dugaan tersebut. Namun demikian, desakan publik untuk dilakukan investigasi semakin menguat.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem pengawasan yang ketat dalam penyediaan makanan, terutama bagi kelompok rentan seperti siswa sekolah dasar. Ke depan, diharapkan adanya evaluasi menyeluruh serta peningkatan standar operasional guna menjamin keamanan pangan di lingkungan pendidikan.

Langkah  dan pengawasan berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan tetap terjaga.

Berita Terkait

Yudha Puja Turnawan Kunjungi Korban Kebakaran di Cisurupan, Dorong Pemkab Garut Tanggap Segera Bangun Kembali Hunian
Perumda Tirta Intan Garut Pastikan Pelayanan Optimal Selama Libur Idul Fitri 1447 H
Nyaris Tabrak Polisi, Ambulans Ugal-ugalan Tanpa Pasien Dikejar dan Dihentikan di Malangbong
Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Kurangi Kemacetan Mudik Lebaran, Dedi Mulyadi Salurkan Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak di Garut
PMII Soroti 430 Dapur MBG di Garut, Desak Transparansi dan Audit Rantai Pasok, Singgung Dugaan “Penguasa Dapur”
“Kritik Tajam Anton Suratto di Balik Penjemputan Septi: Edukasi Massif Adalah Benteng Terakhir Rakyat Kecil”
Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 14:24 WIB

Aktivis Muda Aka Sudrajat Soroti Kualitas, Makanan” Kinerja Satgas BGN Banjarwangi Dipertanyakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIB

Yudha Puja Turnawan Kunjungi Korban Kebakaran di Cisurupan, Dorong Pemkab Garut Tanggap Segera Bangun Kembali Hunian

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:57 WIB

Perumda Tirta Intan Garut Pastikan Pelayanan Optimal Selama Libur Idul Fitri 1447 H

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:42 WIB

Nyaris Tabrak Polisi, Ambulans Ugal-ugalan Tanpa Pasien Dikejar dan Dihentikan di Malangbong

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:52 WIB

Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru

Pendidikan

Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:25 WIB