Bencana di Tanah Sendiri : Ketika Pembiaran Tambang Ilegal dan Perusakan Lingkungan, Ini Berakibat Menghancurkan Hidup Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Oleh: Tedi Sutardi)

Dulu, hamparan hijau hutan menjadi penyangga kehidupan. Kini, yang tersisa hanya lahan tandus dan tebing-tebing curam yang sewaktu-waktu bisa longsor. Kerusakan ini bukan terjadi secara alami, melainkan akibat penambangan batu dan pasir ilegal yang merajalela tanpa kendali dan tanpa tanggung jawab.

Dampaknya begitu nyata. Sungai-sungai yang dulunya mengalir jernih kini berubah keruh, penuh lumpur hasil dari aktivitas tambang yang serampangan. Sawah dan kebun yang menjadi sumber kehidupan masyarakat rusak akibat erosi yang kian parah. Bahkan, ancaman banjir dan longsor menjadi momok yang setiap saat bisa merenggut nyawa.

Lebih ironis lagi, para pelaku tambang ilegal tampak tak tersentuh hukum. Mereka terus beroperasi dengan bebas, seakan memiliki kekebalan dari tindakan tegas.

Sementara itu, pemerintah yang diharapkan bertindak justru terlihat tak berdaya, bahkan terkesan menutup mata. Apakah mereka tidak menyaksikan kehancuran yang terjadi? Atau ada kepentingan lain yang lebih diutamakan dibandingkan keselamatan rakyat?

Dan seperti biasa, rakyatlah yang harus menanggung akibatnya. Ketika bencana datang, rumah-rumah hanyut, tanah warisan leluhur lenyap, dan nyawa melayang tanpa ada kepastian ganti rugi atau solusi nyata. Penderitaan ini terus berulang, seolah menjadi takdir yang tak terhindarkan.

Sampai kapan rakyat harus menjadi korban kerakusan segelintir orang? Jika hukum tak lagi berpihak, jika pemimpin tetap bungkam, maka sudah saatnya rakyat bersuara. Kerusakan ini bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi tentang masa depan kita semua.

Jika kita diam, maka kehancuran ini akan terus berlanjut, meninggalkan generasi mendatang dengan warisan luka yang lebih dalam.

Baca Juga :  TWA Papandayan, Simfoni Alam di Tengah Tantangan Cuaca dan Upaya Konservasi

Berita Terkait

Hadiri Milad Ke-1 WBI, DPPKBPPPA Garut Dorong Perempuan Mandiri, Berdaya, dan Perkuat Ketahanan Keluarga
Tiga Minggu Mangkrak, Aduan Dugaan Korupsi GOR Desa Tambaksari TA 2022 di Kejari Garut Tanpa Kejelasan
Lewat Pendidikan Politik, Ketua DPD Demokrat Jabar Anton Tekankan Soliditas Kader dan Targetkan Penambahan Kursi DPRD pada Pemilu 2029
KOSGORO 1957 Garut Dukung Semangat Demokrasi, Pencalonan Bupati sebagai Ketua Golkar Dinilai Selaras dengan Semangat Pengabdian dan Pembangunan Daerah
Jelang Musda Golkar Garut, KIM-PG Resmi Dukung Abdusy Syakur Amin Pimpin DPD, Optimistis Perkuat Soliditas Partai Menuju Pemilu 2029
” Jelang Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Garut, Bung Fey Soroti Peran Kader dan Tamu Kader”
Dandim Gerak Cepat! Program Ketahanan Pangan Mandiri Abenk Siap Direplikasi di Seluruh Koramil
Aspirasi Relawan SPPG Diterima DPRD Garut, Ayi Suryana Pastikan Delapan Poin Tuntutan Tersampaikan ke Pemerintah Pusat
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:54 WIB

Hadiri Milad Ke-1 WBI, DPPKBPPPA Garut Dorong Perempuan Mandiri, Berdaya, dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:24 WIB

Tiga Minggu Mangkrak, Aduan Dugaan Korupsi GOR Desa Tambaksari TA 2022 di Kejari Garut Tanpa Kejelasan

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:40 WIB

Lewat Pendidikan Politik, Ketua DPD Demokrat Jabar Anton Tekankan Soliditas Kader dan Targetkan Penambahan Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:24 WIB

KOSGORO 1957 Garut Dukung Semangat Demokrasi, Pencalonan Bupati sebagai Ketua Golkar Dinilai Selaras dengan Semangat Pengabdian dan Pembangunan Daerah

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

Jelang Musda Golkar Garut, KIM-PG Resmi Dukung Abdusy Syakur Amin Pimpin DPD, Optimistis Perkuat Soliditas Partai Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru