Cetak Advokat Bersinergi,Ujian Profesi Advokat (UPA) Angkatan Ke-30 Digelar di Garut: PUPA Libatkan 24 Peserta Se-priangan Timur

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Suasana akademik yang biasanya tenang di Kampus Institut Pendidikan Indonesia (IPI) yang beralamatkan di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat pagi ini berubah menjadi pusat perhatian dunia hukum daerah. Sebanyak 24 peserta dari wilayah Priangan Timur mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) angkatan ke-30 tahun 2025, sebuah tahapan krusial yang menentukan langkah terakhir menuju profesi advokat yang penuh tanggung jawab dan pengabdian.

UPA kali ini menjadi catatan penting tidak hanya bagi para peserta, namun juga bagi dunia hukum secara keseluruhan. PUPA (Pusat Ujian Profesi Advokat) sebagai penyelenggara kembali menunjukkan eksistensinya dalam menciptakan generasi advokat yang tidak hanya paham hukum secara akademis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan profesionalisme.

PUPA Hadirkan Peserta Terbesar dari Wilayah Garut dan Tasikmalaya

Dari total 24 peserta yang mengikuti ujian, 14 orang berasal dari Kabupaten Garut, sementara 10 lainnya dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini menegaskan peran aktif Priangan Timur dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang hukum.

Sedangkan dari jumlah tersebut, 14 orang merupakan peserta yang difasilitasi langsung oleh PUPA, menunjukkan komitmen lembaga ini dalam mendukung kemajuan hukum nasional dari daerah.

“Partisipasi yang tinggi dari Garut dan Tasikmalaya menunjukkan adanya antusiasme yang luar biasa dalam mencetak advokat muda yang siap bekerja dan mengabdi dengan prinsip keadilan,” ujar Viktor W. Nadapdap, SH., MH., yang hadir langsung sebagai perwakilan PUPA sekaligus pengamat independen UPA. Sabtu, (28/06/2025).

Pengawasan Ketat dan Dukungan Penuh dari Peradi Garut

Tidak hanya mengandalkan sistem internal, pelaksanaan UPA kali ini juga mendapatkan pengawasan langsung dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Garut. Ketua Peradi Garut, Syam Yousef Djojo, SH., MH., dan Sekretaris Peradi Garut, Risman Nuryadi, SH., MH., turut hadir dan memantau jalannya proses ujian. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga simbol dukungan terhadap peningkatan kualitas profesi advokat di daerah.

Dalam sambutannya, Syam Yousef menegaskan bahwa ujian profesi ini bukan hanya menguji kecakapan akademik peserta, melainkan juga menjadi tolak ukur karakter, integritas, dan kesiapan mental dalam menjalani profesi hukum yang penuh tantangan.

“Menjadi advokat bukan sekadar bisa membaca pasal atau memahami undang-undang. Ini soal sikap, soal keberanian membela yang lemah, serta kesetiaan pada prinsip keadilan dan kebenaran,” ungkap Syam.

Senada, Viktor W. Nadapdap menyatakan bahwa peserta dari PUPA menunjukkan kualitas yang menjanjikan. Menurutnya, semangat, disiplin, dan keseriusan mereka adalah indikator penting bahwa proses pembinaan yang dilakukan oleh PUPA berjalan pada jalur yang benar.

“Kami melihat potensi besar dari peserta asal Garut dan Tasikmalaya. Mereka datang dengan semangat yang tinggi, dan itu menjadi modal penting dalam membangun profesi hukum yang lebih bersih dan profesional ke depan,” kata Viktor.

Standar Ujian Tinggi, Aspek Akademik dan Etika Diuji Ketat

UPA angkatan ke-30 ini diselenggarakan dengan sistem pengujian yang telah dikembangkan berdasarkan standar nasional dan internasional. Materi ujian mencakup aspek fundamental dalam praktik advokat seperti hukum acara pidana, hukum acara perdata, hukum administrasi, etika profesi, hingga praktik litigasi.

Sementara, setiap peserta diuji tidak hanya melalui soal tertulis, tetapi juga simulasi dan diskusi kasus sebagai bentuk asesmen keterampilan analitis dan argumentatif.

Panitia pelaksana memastikan seluruh sarana dan prasarana ujian berjalan dengan lancar. Ruang ujian disiapkan dengan sistem pengawasan ketat, prosedur pengamanan dokumen soal diterapkan, serta tim penilai yang profesional diturunkan untuk menjaga obyektivitas hasil.

Harapan Baru untuk Dunia Hukum Indonesia dari Priangan Timur

Diselenggarakannya UPA di Garut ini tidak hanya memperkuat posisi kabupaten tersebut sebagai pusat pendidikan, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas hukum di daerah. Garut dan Tasikmalaya kini tidak hanya dikenal sebagai sentra budaya dan pendidikan, tetapi juga sebagai penghasil advokat muda yang berkualitas.

Kegiatan ini menjadi momentum kolaboratif antara PUPA, Peradi, institusi pendidikan, dan tokoh hukum nasional, yang berperan penting dalam menciptakan sistem pendidikan profesi hukum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami ingin memastikan bahwa para peserta yang lulus UPA adalah mereka yang benar-benar layak dan siap mengemban amanah sebagai advokat. Mereka tidak hanya pintar, tapi juga punya etika dan keberanian moral,” ucap Syam Yousef.

Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi hukum nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Kehadiran generasi advokat baru dari daerah menjadi simbol bahwa keadilan dan hukum yang bermartabat tidak hanya lahir dari pusat-pusat kota besar, tapi juga dari daerah-daerah yang terus membangun potensi manusianya. (DIX)
Baca Juga :  Ketua Apdesi Sukaresmi Serukan Gerakan Kepedulian Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Bulan Syawal

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru