DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3840x1728-0-0#

0-3840x1728-0-0#

Nusaharianmedia.com  — Persoalan kesehatan mental di kalangan generasi muda menjadi perhatian DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut. Melalui program “Rumah Ramah Bercerita”, KNPI mendorong hadirnya ruang aman bagi pemuda untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi sekaligus mendapatkan akses pendampingan yang tepat.

 

Gagasan tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi dan konsolidasi DPD KNPI Kabupaten Garut ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Kamis (3/9/2026).

 

Konsolidasi tersebut diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Iwa Kartiwa, SHM, M.H.Kes. Pertemuan membahas sejumlah persoalan sosial yang berkaitan dengan perempuan, anak dan generasi muda, termasuk penguatan langkah pencegahan serta pentingnya membangun lingkungan yang aman bagi kelompok rentan.

 

Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya KNPI memperoleh masukan sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam merespons persoalan kesehatan mental.

 

«“Alhamdulillah, pada kesempatan siang hari ini kami dari DPD KNPI bersilaturahmi bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kami melakukan konsolidasi dan konsultasi mengenai bagaimana permasalahan kesehatan mental yang selama ini terjadi, khususnya di kalangan pemuda di Kabupaten Garut,” ujar Agil.»

 

Menurut Agil, persoalan kesehatan mental tidak dapat ditangani hanya oleh satu organisasi atau satu perangkat daerah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan, edukasi hingga akses pendampingan dapat berjalan secara berkesinambungan.

 

«“Kami mendapatkan respons yang sangat baik. Ternyata masih banyak sekali permasalahan kesehatan mental yang memang harus secara bersama-sama kita atasi. Tidak hanya KNPI, kami akan melakukan sinergi yang sangat luas dan berkolaborasi dengan beberapa dinas yang ada di Kabupaten Garut,” katanya.»

 

Rumah Ramah Bercerita Jadi Ruang Pencegahan

 

Salah satu gagasan yang dibawa KNPI Garut dalam konsolidasi tersebut adalah Rumah Ramah Bercerita.

 

Program ini diarahkan sebagai ruang yang memungkinkan pemuda dan masyarakat untuk berbagi persoalan secara aman dan terbuka. KNPI menempatkan program tersebut pada aspek pencegahan, edukasi serta penghubung menuju layanan profesional ketika persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Hampir Setahun Berjalan, Rotasi-Mutasi ASN Dinilai Belum Optimal, DPRD Garut Soroti Reformasi Birokrasi

 

Gagasan Rumah Ramah Bercerita juga menjadi bagian dari perhatian KNPI Garut terhadap isu kesehatan mental dalam Rakerda 2026. Konsep tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi ruang konsultasi, berbagi pengalaman dan pendampingan dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi.

 

Agil menegaskan KNPI tidak mengambil posisi sebagai lembaga diagnosis atau layanan medis. Peran KNPI lebih diarahkan pada pencegahan dan penciptaan aktivitas positif bagi generasi muda.

 

«“Untuk penanggulangan, dinas terkait memiliki cara dan metode khusus. Kami sebagai KNPI akan memberikan ruang pencegahan dengan beberapa kegiatan positif yang akan kami laksanakan,” ujarnya.»

 

Sekolah Jadi Salah Satu Titik Perhatian

 

Lingkungan sekolah juga menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan tersebut. Menurut Agil, sekolah merupakan ruang penting untuk memperkuat edukasi dan pencegahan karena berbagai persoalan sosial dan psikologis dapat muncul di kalangan pelajar.

 

«“Betul, karena persoalan lebih banyak ditemukan di sekolah. Tadi pun sudah disampaikan dari pihak dinas bahwasannya persoalan ini sudah masuk ke lingkungan sekolah. Karena itu kita harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan dinas terkait,” jelasnya.»

 

KNPI berencana memperkuat agenda tersebut melalui seminar, edukasi dan pelatihan mengenai kesehatan mental. Pelibatan tenaga profesional seperti psikolog maupun dokter spesialis kejiwaan juga menjadi bagian dari rencana kolaborasi agar materi dan pendampingan yang diberikan tetap berada dalam koridor kompetensi.

 

DPPKBPPPA dan KNPI Dorong Kolaborasi

 

DPPKBPPPA Kabupaten Garut memiliki ruang kerja yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak serta persoalan sosial yang bersinggungan dengan keluarga dan kelompok rentan.

 

Dalam konteks tersebut, konsolidasi bersama KNPI membuka ruang sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan.

 

Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar Rumah Ramah Bercerita tidak berjalan sebagai program yang berdiri sendiri. Ruang tersebut diharapkan terhubung dengan sekolah, pemerintah daerah, komunitas, organisasi kepemudaan serta tenaga profesional.

 

Dengan konsep tersebut, Rumah Ramah Bercerita diarahkan bukan sebagai tempat untuk melakukan diagnosis medis, melainkan sebagai pintu awal untuk mendengar, memberikan edukasi, mengenali kebutuhan pendampingan dan menghubungkan masyarakat dengan pihak yang berkompeten ketika diperlukan.

Baca Juga :  Sat Samapta Polres Garut Gencar Razia Miras, Puluhan Botol Diamankan dari Rumah Warga di Samarang

 

Optimalkan Fasilitas yang Sudah Ada

 

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, KNPI Garut juga mendorong pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia.

 

Agil menyebut Gedung Pemuda KNPI Garut dapat dimanfaatkan sebagai ruang pelatihan, edukasi maupun kegiatan yang mendukung penguatan kesehatan mental generasi muda.

 

«“Kita akan mencoba memanfaatkan gedung-gedung yang sudah ada agar bisa dilaksanakan sebagai sarana pelatihan ataupun sarana konseling. KNPI pun punya gedung pemuda, ada gedung-gedung lainnya yang mungkin bisa dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan yang akan kami laksanakan ke depannya,” katanya.»

 

Selain fasilitas organisasi, KNPI juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas olahraga, bela diri serta berbagai komunitas kepemudaan lainnya.

 

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi yang sehat sekaligus mendorong generasi muda menyalurkan energi dan kreativitas melalui aktivitas positif dan produktif.

 

KNPI Apresiasi DPPKBPPPA

 

Agil turut mengapresiasi berbagai kegiatan sosialisasi dan pencegahan yang telah dilakukan DPPKBPPPA Kabupaten Garut.

 

«“Kami sangat mengapresiasi. Sejauh ini dinas sudah banyak sekali melaksanakan kegiatan sosialisasi dan langkah-langkah pencegahan,” ujarnya.»

 

Menurutnya, persoalan kesehatan mental tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial tempat generasi muda tumbuh. Karena itu, keterlibatan pemerintah, keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas, tokoh agama dan tenaga profesional menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan.

 

KNPI Garut pun membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

 

«“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Garut, baik itu agama, pendidikan, olahraga dan sebagainya, untuk sama-sama menangani persoalan sosial dan kesehatan mental yang terjadi,” kata Agil.»

 

Ia menegaskan bahwa penguatan perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda bukan hanya berkaitan dengan persoalan yang dihadapi saat ini, tetapi juga menyangkut kualitas generasi penerus.

 

«“Ini bukan hanya persoalan kita bersama, tetapi berbicara tentang generasi penerus bangsa. Karena itu, persoalan ini harus kita tangani secara bersama-sama,” pungkas Agil.»

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru