Garut Kirimkan Atlet 16 Cabor pada Popda Jawa Barat 2025, Target Masuk 10 Besar

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Kabupaten Garut memastikan diri tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat tahun 2025 yang akan berlangsung pada 15–29 September di Kota Bandung. Tahun ini, Garut mengirimkan atlet pada 16 cabang olahraga (cabor) dengan target menembus 10 besar.

 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, menyebutkan bahwa sebagian cabor melalui babak Pra-Popda Wilayah (Popwil), sementara cabor lainnya langsung bertanding di Popda sesuai aturan.

 

“Alhamdulillah, ada empat cabor yang berhasil lolos dari Popwil, yaitu basket putra, voli pasir, bulutangkis putra, serta tenis meja dan pencak silat di beberapa nomor,” ujar Ade, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga :  Dinamika Pemilihan Ketua KONI Garut Memanas, H. Deden Rohim Soroti Dugaan Kecurangan

 

Selain itu, sejumlah cabor beladiri seperti karate, taekwondo, gulat, tarung derajat, tinju, hingga senam dapat langsung berlaga di Popda tanpa melalui Popwil.

 

Ade menegaskan bahwa Garut menargetkan peningkatan prestasi dibanding Popda 2023. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa masuk 10 besar Jawa Barat. Memang tantangan cukup berat karena banyak atlet terbaik Jawa Barat terpusat di PPLP, tetapi pada saat Popda mereka kembali memperkuat daerah masing-masing,” jelasnya.

 

Dalam pelepasan kontingen oleh Bupati Garut, secara resmi 16 cabor diumumkan mewakili daerah. Meski begitu, beberapa cabor unggulan seperti sepak bola dan basket putri gagal melaju setelah terhenti di babak Popwil.

Baca Juga :  Polemik Lahan YBHM–Yoma, DPRD dan Bupati Garut Ambil Langkah Tegas: Aktivitas di Lokasi Dihentikan Sementara

 

“Sepak bola kita belum bisa lolos karena di Popwil harus menghadapi tim kuat seperti Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Seharusnya sistem kualifikasi tidak berbasis wilayah, melainkan dilakukan dengan drawing agar kesempatan tiap daerah lebih adil,” tegas Ade.

 

Meski demikian, ia tetap optimistis Garut bisa meraih medali emas dari cabor andalan. “Unggulan kita ada di tarung derajat dan pencak silat. Semoga bisa memberikan hasil terbaik bagi Garut,” pungkasnya. (Hil)

Berita Terkait

DPRD Jabar Tinjau SMAN 2 Gunung Putri Roboh, Aceng Malki Tekankan Pengawasan Proyek
Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Matangkan Persiapan H+1 Milad ke-34, Perkuat Peran Sosial dan Dakwah
Aksi Curas Bermodus Batang Pisang di Jalan, Tiga Pemuda Sukaresmi Diamankan Tim Sancang
Beasiswa Menyusut di Tengah Biaya Naik, GMNI Nilai Akses Pendidikan Tinggi Kian Tidak Adil
Koordinator Hukum BPC PHRI Soroti Mandeknya Aturan Teknis CSR, Singgung Ketimpangan dengan Kontribusi PAD
Lepas PNS Purnabakti, Sekda Garut Minta ASN Maksimalkan Pelayanan hingga Pensiun
Forum Pemerhati Lingkungan Garut Kritik Absennya Bupati di Forum Audiensi Lingkungan
PB HMI Soroti Pertambangan Emas Garut, Kejelasan Peran PT Antam Dipertanyakan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:25 WIB

DPRD Jabar Tinjau SMAN 2 Gunung Putri Roboh, Aceng Malki Tekankan Pengawasan Proyek

Rabu, 4 Februari 2026 - 00:14 WIB

Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Matangkan Persiapan H+1 Milad ke-34, Perkuat Peran Sosial dan Dakwah

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:52 WIB

Aksi Curas Bermodus Batang Pisang di Jalan, Tiga Pemuda Sukaresmi Diamankan Tim Sancang

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:39 WIB

Beasiswa Menyusut di Tengah Biaya Naik, GMNI Nilai Akses Pendidikan Tinggi Kian Tidak Adil

Senin, 2 Februari 2026 - 18:59 WIB

Koordinator Hukum BPC PHRI Soroti Mandeknya Aturan Teknis CSR, Singgung Ketimpangan dengan Kontribusi PAD

Berita Terbaru