Gotong Royong Jadi Kunci: Desa Sukabakti Tuntaskan Program Rutilahu, Kades Wawan Gunawan Apresiasi Semangat Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat progres membanggakan dalam pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dengan capaian hampir 90 persen, puluhan rumah warga kurang mampu kini memasuki tahap akhir renovasi, berkat dukungan Dana Desa Tahap Pertama dan semangat swadaya warga.

Kepala Desa Sukabakti, Wawan Gunawan (WG), menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari keterlibatan aktif seluruh elemen desa, mulai dari perangkat RT/RW, Karang Taruna, LPM, BPD, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Namun, aktor utama keberhasilan program ini, menurut Wawan, justru datang dari semangat gotong royong warga penerima manfaat.

“Alhamdulillah, progres Rutilahu hampir rampung. Ini bukan hanya program pemerintah desa, tapi hasil kebersamaan semua warga. Mereka ikut membangun, bukan hanya menerima,” ujar Wawan usai meninjau beberapa titik pembangunan, Rabu (17/07/2025).

Dana Rp10 Juta per Rumah: Tepat Sasaran, Transparan, dan Diawasi Warga

Wawan menjelaskan, setiap rumah menerima bantuan Rp10 juta dari Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan struktur dasar rumah seperti atap, dinding, lantai, dan fasilitas sanitasi. Meski angkanya terbatas, manfaatnya dirasakan langsung oleh penerima bantuan.

“Kami salurkan bantuan ini dengan transparan, disertai pengawasan dari Ketua LPM, PPK, dan tim pelaksana. Kami juga libatkan masyarakat dalam pengawasan agar program ini benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” ungkapnya.

Komitmen Bekerja Nyata, Bukan Sekadar Janji

Alih-alih menebar janji politik, Wawan memilih membuktikan komitmen melalui kerja nyata di lapangan. Ia meyakini bahwa perubahan yang menyentuh masyarakat tidak harus menunggu anggaran besar, melainkan kemauan dan kepercayaan untuk berbuat.

“Saya tidak ingin hanya berjanji, tapi lebih memilih membuktikan dengan kerja. Dan ini semua berkat kekompakan warga. Kami hanya memfasilitasi,” ujar Wawan, menekankan pentingnya keikhlasan dalam pelayanan publik.

Swadaya Warga Jadi Energi Pembangunan

Tak sedikit warga penerima bantuan yang ikut turun tangan membantu proses renovasi, mulai dari menjadi tukang, membantu logistik, hingga menyumbang bahan bangunan tambahan. Keterlibatan aktif ini mempercepat proses pengerjaan dan memperkuat solidaritas sosial antarwarga.

“Banyak yang terharu karena merasa ikut berkontribusi atas rumahnya sendiri. Ini sangat positif karena membangkitkan rasa memiliki dan tanggung jawab sosial,” puji Kades Wawan.

Harapan untuk Dukungan Lanjutan Pemerintah

Meski capaian kali ini memuaskan, Wawan berharap program Rutilahu bisa dilanjutkan dengan skala yang lebih luas melalui dukungan dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun pusat.

“Kami butuh dukungan dari dinas teknis, terutama Dinas Perkim dan Dinas Sosial. Kalau semua bahu membahu, tentu akan jauh lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaat program ini,” katanya.

Rumah Layak, Hidup Lebih Bermartabat

Menurut Wawan, program ini bukan semata membenahi bangunan fisik, melainkan juga mengangkat kembali harga diri warga. Rumah yang layak akan berdampak langsung pada kesehatan, keamanan, dan psikologis keluarga penerima.

“Rumah yang layak bukan hanya tempat tinggal, tapi juga pondasi martabat dan masa depan keluarga. Kita bangun harapan dari fondasi yang kokoh,” ujarnya.

Pemerintah Desa Hadir di Tengah Warga

Menutup keterangannya, Kades Wawan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Ia berharap Desa Sukabakti bisa menjadi contoh bagaimana pembangunan bisa berhasil dengan modal gotong royong.

“Semoga semangat ini terus menyala. Selama masih dipercaya masyarakat, kami akan terus berjuang dengan apa yang kami punya demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tutupnya.

Desa Sukabakti kini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada dana besar, tetapi pada kemauan kolektif dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan. (DIX)
Baca Juga :  Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027, Camat Karangpawitan Tekankan Pembangunan Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga
TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga
Sinergi RENTAN, WBI, dan BPBD Garut Wujudkan Mitigasi Longsor Berbasis Gotong Royong
DPC PDI Perjuangan Garut Peringati Hari Pers Nasional 2026 dengan Makan Siang Bersama Jurnalis
Peringati Hari Pers Nasional, Ayi Suryana Tegaskan Pers Pilar Bangsa dan Penjaga Demokrasi
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha puja turnawan Tinjau Rumah Roboh di Karangpawitan, Dorong Prioritas Bantuan Rutilahu
Rumah Reyot Terabaikan, Data Dipertanyakan: Ada Apa dengan Dinas Sosial Garut?
H. Aceng Malki Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Musrenbang RKPD 2027, Camat Karangpawitan Tekankan Pembangunan Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:11 WIB

TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:03 WIB

Sinergi RENTAN, WBI, dan BPBD Garut Wujudkan Mitigasi Longsor Berbasis Gotong Royong

Senin, 9 Februari 2026 - 18:38 WIB

DPC PDI Perjuangan Garut Peringati Hari Pers Nasional 2026 dengan Makan Siang Bersama Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 18:08 WIB

Peringati Hari Pers Nasional, Ayi Suryana Tegaskan Pers Pilar Bangsa dan Penjaga Demokrasi

Berita Terbaru