Nusaharianmedia.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Aten Munajat, menegaskan pentingnya dialog kebudayaan untuk menjaga identitas karakter dan nilai-nilai luhur masyarakat Sunda, khususnya di Kabupaten Garut, 15 Oktober 2026.
” H. Aten menyampaikan bahwa pemajuan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya perlu dilakukan melalui edukasi serta dialog yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, budayawan, seniman, dan masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai budaya Sunda, seperti silih asah, silih asih, silih asuh, perlu terus dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan norma agama.
Aten menjelaskan, budaya dan agama memiliki keterkaitan dalam membentuk karakter masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap tradisi perlu dibangun secara menyeluruh agar pelestarian budaya tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia juga menilai bahwa perbedaan pandangan mengenai tradisi dan kebudayaan perlu disikapi melalui dialog terbuka, bukan penilaian sepihak. Setiap tradisi, menurutnya, perlu dibahas dengan mempertimbangkan aspek sejarah, nilai budaya, dan norma agama.
Ia menambahkan, program kebudayaan juga menjadi bagian dari agenda yang akan didorong melalui Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, di antaranya dialog kebudayaan dan kegiatan Sapa Warga berbasis budaya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Aceng Malki, menyampaikan bahwa setiap kabupaten memiliki karakteristik dan kekayaan budaya yang perlu dikenalkan serta dilestarikan.
Menurut Aceng, dialog budaya menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap keberagaman tradisi, kesenian, bahasa, sastra, dan adat istiadat di Jawa Barat.
Ia menegaskan, komunikasi dan pertukaran pemahaman diperlukan agar perbedaan pandangan mengenai kebudayaan tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun pertentangan di tengah masyarakat.
Aceng juga menyoroti pentingnya penggunaan istilah yang tepat ketika membicarakan kebudayaan. Ia berharap pembahasan mengenai tradisi dapat dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan pengetahuan, pemahaman, dan sikap saling menghormati.
” dialog budaya harus menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi, bukan memperuncing perbedaan.Melalui penguatan dialog kebudayaan, diharapkan setiap daerah di Jawa Barat dapat mempertahankan budayanya sekaligus membangun sinergi Dengan demikian, kekayaan budaya daerah dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.









