KETUA DPC GMNI GARUT SOROTI ANGGARAN PEMBINAAN DISIPLIN ASN DISDIK GARUT DI YOGYAKARTA, DI TENGAH SERUAN BUPATI KEMBANGKAN WISATA LOKAL

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 19 Januari 2026 — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Garut menyoroti penggunaan anggaran Pembinaan Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Yogyakarta, di tengah gencarnya seruan Bupati Garut terkait pengembangan dan penguatan potensi wisata lokal.

 

Ketua DPC GMNI Garut menilai kebijakan tersebut kontradiktif dan tidak selaras dengan arah kebijakan daerah yang selama ini disampaikan kepada publik.

“Di satu sisi Bupati Garut terus menyerukan pentingnya pengembangan wisata lokal dan perputaran ekonomi daerah. Namun di sisi lain, justru terdapat kebijakan yang MENGHAMBURKAN anggaran ke luar daerah dengan dalih pembinaan ASN. Ini adalah ironi kebijakan,” tegas Ketua DPC GMNI Garut.

 

Menurut GMNI Garut, kegiatan pembinaan disiplin ASN tidak memiliki urgensi kuat untuk dilaksanakan di luar daerah, apalagi Yogyakarta, yang tentu memerlukan biaya besar untuk transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Padahal, Kabupaten Garut memiliki banyak potensi lokasi dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan sekaligus mendukung sektor wisata dan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Toko Material Rancabuaya, Kerugian Capai Rp 100 Juta

 

“Jika kegiatan tersebut dilaksanakan di Garut, maka anggaran tidak hanya lebih efisien, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap sektor pariwisata lokal yang selama ini digaungkan oleh pemerintah daerah sendiri,” lanjutnya.

 

GMNI Garut juga menyoroti kondisi pendidikan di Kabupaten Garut yang masih menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari:

 

* Sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai,

* Ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah,

* Kesejahteraan guru honorer yang masih memprihatinkan,

* Hingga minimnya fasilitas penunjang pembelajaran.

 

Dalam konteks tersebut, Ketua DPC GMNI Garut menilai bahwa  pengalokasian anggaran ke luar daerah mencerminkan lemahnya skala prioritas kebijakan, serta kurangnya sensitivitas terhadap kebutuhan riil masyarakat.

 

Baca Juga :  Kemegahan Kantor MPP Diuji: Layanan Prima,Dugaan Keselamatan Masyarakat Terabaikan Ada Apa?

“Anggaran pendidikan seharusnya dikelola dengan prinsip kehati-hatian, keberpihakan kepada rakyat, dan keadilan sosial. Bukan justru menjadi ruang pemborosan yang tidak berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya.

 

Atas dasar itu, DPC GMNI Garut mendesak:

 

1. Pemerintah Kabupaten Garut Untuk Menindak dan Dinas Pendidikan untuk segera mengklarifikasi anggaran kegiatan tersebut.

2. Dilakukannya transparansi anggaran dan keterbukaan kepada publik terkait tujuan, output, serta evaluasi kegiatan.

3. Penggunaan anggaran daerah agar  selaras dengan visi pengembangan wisata lokal  dan kebutuhan prioritas sektor pendidikan.

 

GMNI Garut menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa terhadap rakyat dan daerah.

 

Jika pemerintah serius mengembangkan Garut, maka kebijakan anggaran harus berpijak pada kepentingan daerah, bukan justru mengalir keluar tanpa kejelasan manfaat,” tutup Ketua DPC GMNI Garut.

Berita Terkait

Program KDM Pemprov Jabar: Sistem Database Terintegrasi, Sekolah Mitra Dipastikan Tak Kekurangan Murid
Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah
Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:44 WIB

Program KDM Pemprov Jabar: Sistem Database Terintegrasi, Sekolah Mitra Dipastikan Tak Kekurangan Murid

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:35 WIB

Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:27 WIB

Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru