Panggung Rakyat Bebenah Garut : Kritik Menguat, Publik Siapkan Evaluasi Setahun Kepemimpinan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nusaharianmedia.com, 25 November 2025 — Beragam elemen masyarakat Garut, mulai dari aktivis, ketua OKP, LSM, tokoh agama, tokoh seni dan budaya, kelompok tani, hingga perwakilan nelayan berkumpul di Patriot Strike Food Garut untuk membahas situasi daerah yang dinilai masih jauh dari keberpihakan terhadap rakyat kecil. Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi awal guna menyamakan pandangan terhadap kondisi sosial serta arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut.

 

Koordinator Panggung Rakyat “Garut Bebenah”, Dera Hermana, menuturkan bahwa forum ini merupakan bagian dari refleksi jelang satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar tata kelola pemerintahan kembali sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

 

Dalam diskusi tersebut, para peserta merumuskan 60 poin tuntutan yang mencakup isu tata kelola ruang, persoalan sosial, keagamaan, moral, kebudayaan, dugaan praktik KKN, monopoli pekerjaan, keberadaan bandar proyek di berbagai dinas, tragedi Pendopo serta kepastian hukumnya, hingga masalah etika di DPRD. Selain itu, maraknya praktik galian C ilegal, pembabatan hutan, dan alih fungsi lahan hijau menjadi sorotan utama karena dinilai mengancam keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Meningkatnya Volume Kendaraan di Hari Kedua Lebaran, Polres Garut Kembali Terapkan Sistem One Way 13 Kali

 

Aktivis pergerakan sekaligus pemerhati kebijakan publik, Dindin Mauludin, yang akrab disapa Babeh, menyampaikan kritik tajam terhadap arah kepemimpinan daerah. Ia menilai bahwa pondasi hukum yang seharusnya menjadi dasar pemerintahan justru telah dirusak oleh peristiwa yang disebutnya sebagai “catatan kelam” di Pendopo Kabupaten Garut.

 

 “Nah, pertanyaannya kemudian, apa yang dilakukan oleh rejin Kabupaten Garut hari ini?” tegas Babeh.

“Pondasi hukum pertama itu sudah diborak-barik dengan kejadian yang tidak pernah kita lupakan. Kejadian di Pendopo itu bukti bahwa pemerintah hari ini tidak sedang berjalan di rel yang benar.”

 

Sementara itu, tokoh masyarakat Tedi Sutardi menyoroti maraknya aktivitas galian C ilegal yang dinilai luput dari pengawasan aparat penegak hukum. Ia menyebut praktik tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang memicu bencana seperti banjir dan longsor, sehingga harus segera dihentikan sebelum dampaknya semakin luas.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Potongan, Pemdes Pasirkiamis Salurkan BLT Kesra kepada 244 KPM

 

Ketua Distrik GMBI Garut, Ganda Permana, SH, menyatakan bahwa gerakan Garut Bebenah merupakan momentum untuk menyatukan keresahan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, slogan “Garut Hebat” belum menunjukkan dampak nyata bagi rakyat kecil, sehingga kritik publik harus menjadi dorongan perbaikan.

 

Menutup forum konsolidasi, Eldy Supriadi dari Ruang Rakyat Garut menjelaskan bahwa seluruh masukan dan temuan akan dirangkum sebagai bahan pematangan isu menjelang aksi besar. Ia memastikan bahwa Panggung Rakyat “Garut Bebenah” akan kembali berkumpul dalam forum lanjutan untuk memfinalkan agenda aksi yang dalam waktu dekat akan digelar. (**)

 

Berita Terkait

Kolaborasi Disdukcapil Garut–Dinsos Jabar Jemput Bola Layani Adminduk Penyandang Disabilitas di Cisurupan
Anggota DPRD Jabar H. Aceng Malki Kecam Keras Pelecehan Santriwati di Pesantren Jawa Tengah, Desak Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan Korban
Kasus Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut, DPPKBPPPA Berikan Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Orang Tua Siswa Protes Rencana Perpisahan TK Digelar di Hotel, Minta Disdik Garut Turun Tangan
FKDT Garut Buka Suara soal Dugaan Pungli, Biaya di Atas Rp25 Ribu Disebut Hasil Musyawarah Wali Murid
PJU Jalan Guntur Padam, Aktivis prodem Dadang Celi kritisi Kinerja Dishub Garut
Kajian Hukum Pencalonan Ketua DPD Golkar Garut: Diskresi Dinilai Konstitusional, Namun Picu Perdebatan Internal
Perumda Tirta Intan Optimalkan Layanan, Siap Perluas Akses Air Bersih di Garut
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:33 WIB

Kolaborasi Disdukcapil Garut–Dinsos Jabar Jemput Bola Layani Adminduk Penyandang Disabilitas di Cisurupan

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Anggota DPRD Jabar H. Aceng Malki Kecam Keras Pelecehan Santriwati di Pesantren Jawa Tengah, Desak Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan Korban

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:01 WIB

Kasus Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut, DPPKBPPPA Berikan Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:08 WIB

Orang Tua Siswa Protes Rencana Perpisahan TK Digelar di Hotel, Minta Disdik Garut Turun Tangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:59 WIB

FKDT Garut Buka Suara soal Dugaan Pungli, Biaya di Atas Rp25 Ribu Disebut Hasil Musyawarah Wali Murid

Berita Terbaru