Nusaharianmedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran dengan menyalurkan bantuan sosial kepada korban di Kampung Bojongjengkol RT 01/RW 04, Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (10/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Yudha didampingi unsur Pemerintah Desa Sukalaksana untuk melihat langsung kondisi para korban sekaligus memberikan dukungan moril. Selain menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai, ia juga berdialog dengan keluarga korban guna mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan pascakebakaran.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari itu menghanguskan dua rumah warga, termasuk rumah panggung milik seorang lansia bernama Nampon. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta bendanya tidak sempat diselamatkan. Saat ini, Nampon terpaksa mengungsi sementara sambil menunggu bantuan dan proses pemulihan.
Yudha mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga Banyuresmi tersebut. Menurutnya, selain bantuan kebutuhan pokok, hal yang paling mendesak saat ini adalah upaya pembangunan kembali rumah korban agar mereka dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Hari ini saya bersama Pemerintah Desa Sukalaksana menengok langsung seorang lansia korban kebakaran rumah di Kampung Bojongjengkol. Kebakaran ini menghanguskan rumah panggung milik Pak Nampon dan berdampak pada rumah warga lainnya. Tentu ini menjadi musibah yang harus mendapat perhatian bersama,” ujar Yudha.
Ia menegaskan bahwa proses pemulihan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai elemen, baik pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, maupun masyarakat untuk membantu meringankan beban korban.
Menurut Yudha, Pemerintah Kabupaten Garut melalui perangkat daerah terkait perlu segera melakukan langkah konkret, termasuk membantu penyediaan material bangunan dan dukungan lainnya agar pembangunan rumah korban dapat segera dilakukan.
Ia juga mendorong optimalisasi sumber pendanaan sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, dukungan Baznas, serta bantuan dari perbankan daerah seperti Bank BJB dan BPR Garut.
“Saya berharap Pemkab Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber CSR, baik dari BPR Garut, Bank BJB maupun badan usaha lainnya, termasuk dukungan dari Baznas. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu warga yang terkena musibah seperti yang dialami Pak Nampon,” katanya.
Lebih lanjut, Yudha meminta perhatian dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, mulai dari Bupati Garut, Sekretaris Daerah, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, Baznas Kabupaten Garut, hingga sektor perbankan dan dunia usaha untuk bersama-sama membantu proses pemulihan korban.
Ia menilai tingginya angka kejadian bencana sosial seperti kebakaran rumah dan rumah roboh di Kabupaten Garut membutuhkan pola penanganan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan agar masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit.
Sebagai langkah lanjutan, Yudha juga meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut segera mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia guna mendukung pembangunan kembali rumah korban yang habis terbakar.
“Saya akan meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk segera mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu ke Kementerian Sosial. Saya juga berharap ada asesmen langsung dari Kemensos karena rumah korban habis terbakar. Saat ini Pak Nampon sementara tinggal di masjid sehingga perlu segera dilakukan upaya pembangunan kembali rumahnya,” ungkapnya.
Saat ini korban masih menempati tempat pengungsian sementara. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat korban merupakan warga lanjut usia yang membutuhkan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.
Yudha berharap semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dapat terus terjaga dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
“Semoga kita semua dapat bahu-membahu membantu Pak Nampon dan keluarganya agar bisa kembali memiliki rumah yang layak untuk ditempati. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, saya yakin proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” pungkasnya.
Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap korban bencana sekaligus dorongan agar seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial hingga masyarakat, dapat bersinergi dalam mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak kebakaran di Kabupaten Garut. (Hil)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi nusharianmedia









