Nusaharianmedia.com 22 April 2026 – isu Menje ang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, konflik internal kian memanas dan terbuka ke permukaan. Sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) melayangkan penolakan keras terhadap isu penetapan lokasi Muscab yang dinilai sarat kepentingan dan tidak netral.
Aroma pengondisian dalam penentuan lokasi semakin kuat tercium. Sejumlah kader menuding adanya skenario terselubung yang mengarah pada upaya memenangkan salah satu kandidat ketua. Lokasi yang ditunjuk bahkan disebut-sebut memiliki keterkaitan langsung dengan salah satu calon, memicu gelombang kecurigaan di internal partai.
Sholeh, kader PPP sekaligus Ketua PAC Karangpawitan, menjadi salah satu suara paling lantang. Ia menilai keputusan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman serius terhadap integritas dan demokrasi partai.
“Ini bukan lagi soal lokasi. Ini soal kejujuran dan integritas. Kalau sejak awal sudah di-setting, lalu di mana ruang demokrasi di PPP?” tegasnya.
Ia juga mengingatkan panitia agar tidak bermain api dengan memaksakan lokasi yang dianggap tidak netral. Menurutnya, Muscab seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan kompetisi sehat, bukan sekadar formalitas untuk mengesahkan skenario yang sudah disiapkan.
“Jangan jadikan Muscab ini panggung sandiwara. Kalau semua sudah dikunci dari awal, kader pasti akan melawan,” lanjutnya dengan nada tajam.
Gelombang penolakan disebut tidak hanya datang dari satu PAC. Beberapa PAC lain dikabarkan siap mengambil langkah serupa jika panitia tetap bersikeras mempertahankan lokasi tersebut. Situasi ini memperlihatkan retaknya soliditas internal PPP Garut yang semakin nyata.
Di tengah memanasnya situasi, panitia Muscab PPP Kabupaten Garut justru belum memberikan klarifikasi resmi. Sikap diam ini dinilai memperkeruh keadaan dan memperkuat dugaan adanya kepentingan tertentu yang tengah disembunyikan.
Desakan pun semakin keras: pindahkan lokasi Muscab ke tempat yang netral dan transparan, atau bersiap menghadapi gelombang perlawanan kader yang lebih besar.
Jika dibiarkan, konflik ini bukan hanya mengganggu jalannya Muscab, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan kader terhadap proses demokrasi di tubuh PPP itu sendiri.
Penulis : Hilman
Editor : Tim nusaharianmedia









