Polemik Lokasi Picu Gejolak, Sejumlah PAC PPP Garut Soroti Netralitas Muscab

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 22 April 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, suhu politik internal partai kian memanas dan menunjukkan eskalasi serius. Konflik yang sebelumnya hanya beredar di lingkup terbatas kini mencuat ke permukaan, ditandai dengan penolakan terbuka dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) terhadap penetapan lokasi Muscab yang dinilai tidak netral dan sarat kepentingan.

 

Sejumlah kader menilai, penunjukan lokasi tidak lagi sekadar keputusan teknis, melainkan diduga menjadi bagian dari skenario politik untuk mengarahkan hasil Muscab. Kecurigaan ini mencuat karena lokasi yang beredar disebut memiliki kedekatan dengan salah satu kandidat calon ketua, sehingga memunculkan persepsi keberpihakan sejak awal proses.

 

Ketua PAC dari daerah pemilihan (dapil) 2 menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan penolakan. Ia menegaskan, kondisi tersebut merupakan ancaman serius terhadap nilai-nilai demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh partai.

 

“Ini bukan lagi soal lokasi, tapi soal kejujuran dan integritas. Kalau sejak awal sudah di-setting, lalu di mana ruang demokrasi di PPP?” ujarnya.

Baca Juga :  Silaturahmi Hangat di Pesisir Pantai Selatan: Kapolsek Caringin Ipda Indra Koncara Sambut Kedatangan Wakil Bupati Garut drg. Putri Karlina,M.B.A.

 

Ia menambahkan, Muscab semestinya menjadi forum terbuka bagi seluruh kader untuk berkompetisi secara sehat dan adil. Jika sejak awal sudah ada indikasi pengondisian, maka proses tersebut berpotensi kehilangan legitimasi di mata kader.

 

“Jangan jadikan Muscab ini panggung sandiwara. Kalau semua sudah dikunci dari awal, kader pasti akan melawan,” tegasnya.

 

Gelombang penolakan disebut tidak hanya datang dari satu wilayah. Informasi di internal partai menyebutkan sejumlah PAC lain tengah mengkonsolidasikan sikap dan siap menyuarakan penolakan serupa. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan muncul aksi kolektif jika panitia tetap mempertahankan lokasi yang dipersoalkan.

 

Situasi ini memperlihatkan adanya retakan serius dalam soliditas internal PPP Garut. Ketegangan antar kader mulai mengemuka, dengan sebagian pihak mendesak transparansi penuh dalam setiap tahapan Muscab, mulai dari penentuan lokasi, mekanisme pemilihan, hingga netralitas panitia.

 

Hingga saat ini, panitia Muscab belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik tersebut. Kondisi ini justru memicu spekulasi dan memperkuat dugaan adanya kepentingan tertentu yang belum diungkap ke publik maupun kader.

Baca Juga :  Penolakan Meledak! Isu yang terjadi Muscab PPP Garut Dituding “Pesanan”, Kader Geram

 

Sejumlah kader menilai, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk meredam konflik yang terus membesar. Tanpa penjelasan yang jelas dan langkah korektif, ketegangan dikhawatirkan akan semakin meluas dan berujung pada delegitimasi hasil Muscab.

 

Desakan pun menguat. Panitia diminta segera mengevaluasi dan memindahkan lokasi Muscab ke tempat yang benar-benar netral, representatif, serta bebas dari konflik kepentingan. Selain itu, mereka juga menuntut pengawasan lebih ketat agar seluruh proses berjalan secara demokratis dan akuntabel.

 

Jika tidak segera direspons, konflik ini berpotensi tidak hanya mengganggu jalannya Muscab, tetapi juga merusak kepercayaan kader terhadap sistem demokrasi di internal partai. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada soliditas organisasi serta kesiapan partai menghadapi agenda politik ke depan.

 

Muscab yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi dan penguatan kini justru terancam berubah menjadi titik krisis, jika prinsip keadilan dan netralitas tidak benar-benar dijaga.

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru