Ratusan Buruh Garut “Gruduk” Kantor Bupati: Suarakan Darurat Upah Layak dan Keadilan bagi Pekerja

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nusaharianmedia.com – Suasana Kabupaten Garut mendadak memanas pada Selasa (11/11/2025). Sejak pagi, ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja yang tergabung dalam Aliansi Gruduk tumpah ruah ke jalan. Mereka datang dari berbagai penjuru kawasan industri Garut, membawa semangat dan amarah yang sama: menuntut kenaikan upah layak tahun 2026 dan memperjuangkan hak-hak normatif yang selama ini dianggap terpinggirkan.

Dengan mengusung tema besar “Rakyat Garut Melawan”, massa buruh bergerak dari titik kumpul di kawasan PT Chang Shin Reksa Jaya, menuju pusat pemerintahan Kabupaten Garut. Di sepanjang rute aksi, mereka meneriakkan yel-yel perlawanan, membentangkan spanduk bertuliskan Garut Darurat UpahLayak, dan menabuh genderang perjuangan yang menggema hingga halaman Kantor Bupati dan DPRD Garut.

“Garut sedang darurat upah layak! Kami menuntut keadilan bagi seluruh pekerja!” teriak salah satu orator di atas mobil komando, disambut sorakan ribuan peserta aksi yang mengenakan seragam serikat masing-masing.

Tumpah Ruah Serikat Buruh: Suara yang Tak Lagi Bisa Diabaikan

Aksi kali ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Aliansi Gruduk memperlihatkan kekompakan lintas serikat yang jarang terjadi sebelumnya. Sejumlah organisasi besar ikut turun, seperti SPJM, NIKEUBA, SBCSG, SARBUMUSI, dan FSPG. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata urusan angka di slip gaji, tapi soal martabat pekerja.

Baca Juga :  SDN 1 Karangmulya Tampilkan Seni Angklung Memukau Di Resepsi HUT PGRI ke-80 Kecamatan Karangpawitan

Tak hanya di pusat pemerintahan, aksi serupa juga berlangsung di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di kawasan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul. Di sana, ratusan anggota Federasi Buruh Kerakyatan (FBK) Sarbumusi juga menggelar demonstrasi dengan tuntutan senada: kenaikan UMK Garut 2026, penegakan hak normatif, dan peningkatan kesejahteraan buruh.

“Setiap tahun harga naik, tapi upah stagnan. Kami hanya ingin hidup layak, bukan hidup mewah,” ujar salah satu peserta aksi yang mengaku bekerja di sektor garmen.

Audiensi dengan DPRD: Janji Diperjuangkan ke Jakarta

Usai orasi panjang yang berlangsung hingga siang, perwakilan buruh akhirnya diterima dalam audiensi resmi di ruang rapat Wakil Bupati Garut. Pertemuan itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Garut, Ayi Suryana, S.E., dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Garut, Muchlis.

Dalam kesempatan tersebut, Ayi Suryana menyampaikan apresiasi terhadap aksi buruh yang berlangsung damai dan tertib. Ia menegaskan bahwa DPRD Garut siap menjadi jembatan aspirasi bagi kaum pekerja.

“Kami akan menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan buruh dan membawanya ke pembahasan bersama pihak eksekutif. DPRD akan terus mendorong agar kebijakan ketenagakerjaan di Garut berpihak pada kesejahteraan pekerja,” ujar Ayi di hadapan massa.

Baca Juga :  Warga Apresiasi Pembangunan Jalan Rabat Beton, Akses Ekonomi dan Pendidikan Kian Lancar 

Ia juga berjanji bahwa aspirasi ini tidak akan berhenti di meja rapat daerah. “Kami akan membawa hasil audiensi ini ke Jakarta agar diperjuangkan di tingkat pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Garut Muchlis menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengupahan dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan.

“Kami akan berkoordinasi dengan semua pihak agar hubungan industrial tetap harmonis. Hak-hak buruh harus terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku,” ungkap Muchlis.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring lapangan untuk memastikan perusahaan tidak menyalahi aturan upah minimum dan hak normatif seperti lembur, jaminan sosial, serta keselamatan kerja.

Aksi Damai, Tapi Pesannya Menggetarkan
Meski berlangsung dengan massa besar, aksi tersebut berjalan damai dan kondusif. Tidak ada bentrok dengan aparat, tidak ada kericuhan. Setelah menyampaikan tuntutan dan mendapatkan tanggapan langsung dari pemerintah daerah dan DPRD, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Namun, di balik ketenangan itu, tersimpan pesan keras yang tidak bisa diabaikan: buruh Garut menuntut keadilan yang nyata, bukan sekadar janji politik atau

Berita Terkait

Puluhan Pejabat Resmi Dilantik, Pemkab Garut Dorong Pelayanan Publik Lebih Optimal
Polemik Lokasi Picu Gejolak, Sejumlah PAC PPP Garut Soroti Netralitas Muscab
Integritas Dipertaruhkan! Ketua PAC Dapil 6 Tegas: Muscab PPP Garut Jangan Jadi Sandiwara Politik
Penolakan Meledak! Isu yang terjadi Muscab PPP Garut Dituding “Pesanan”, Kader Geram
Percepat Pembangunan, TMMD ke-128 Bangun Jalan Desa dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Sinergi Lintas Sektor, 160 Pohon Ditanam di Jalan Ibrahim Aji Peringati Hari Bumi Sedunia 2026
Momentum Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Gaungkan Penguatan Peran Perempuan Lebih Berdaya
Ketua PAC PPP Dapil 3 Pertanyakan Kinerja PLT Kesiapan Muscab, SC dan OC Belum Terbentuk Hingga H-4
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:27 WIB

Puluhan Pejabat Resmi Dilantik, Pemkab Garut Dorong Pelayanan Publik Lebih Optimal

Rabu, 22 April 2026 - 22:31 WIB

Polemik Lokasi Picu Gejolak, Sejumlah PAC PPP Garut Soroti Netralitas Muscab

Rabu, 22 April 2026 - 20:55 WIB

Integritas Dipertaruhkan! Ketua PAC Dapil 6 Tegas: Muscab PPP Garut Jangan Jadi Sandiwara Politik

Rabu, 22 April 2026 - 19:16 WIB

Penolakan Meledak! Isu yang terjadi Muscab PPP Garut Dituding “Pesanan”, Kader Geram

Rabu, 22 April 2026 - 13:47 WIB

Sinergi Lintas Sektor, 160 Pohon Ditanam di Jalan Ibrahim Aji Peringati Hari Bumi Sedunia 2026

Berita Terbaru