Ratusan Relawan MBG Garut Gelar Aksi Damai di DPRD, Dukung Program Presiden Sambil Desak Perbaikan Tata Kelola dan Pencabutan Moratorium Dapur

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Ratusan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Aliansi Relawan MBG Kabupaten Garut menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Senin (6/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak adanya perbaikan tata kelola, kepastian hukum, perlindungan bagi relawan dan mitra, serta pencabutan moratorium pembangunan dapur MBG.

 

Perwakilan Aliansi Relawan MBG Kabupaten Garut, Rian Muntamar, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program unggulan Presiden, melainkan upaya menyampaikan aspirasi agar pelaksanaan program semakin baik dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.

 

“Ini adalah aksi yang dilakukan oleh para relawan MBG se-Kabupaten Garut. Berdasarkan data yang kami himpun, ada sekitar 200 dapur yang terlibat, meskipun jumlah perwakilan yang hadir bervariasi,” ujar Rian.

 

Menurutnya, berbagai kebijakan terkait Program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Garut bersama DPRD dapat meneruskan seluruh aspirasi relawan kepada pemerintah pusat sebagai pengambil kebijakan.

 

Rian menjelaskan, Program MBG telah memberikan dampak ekonomi yang besar di Kabupaten Garut. Saat ini terdapat sekitar 460 dapur MBG yang melibatkan kurang lebih 6.000 tenaga kerja, mulai dari tenaga dapur, pemasok bahan pangan, hingga pelaku UMKM.

Baca Juga :  KH. Aceng Malki Anggota DPRD provinsi Dorong Percepatan Perda Kepemudaan di Kabupaten Garut

 

“Yang ingin kami tunjukkan kepada pemerintah daerah adalah betapa besarnya lapangan pekerjaan yang dihasilkan dari program ini. Kalau program ini berhenti, bisa dibayangkan berapa banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan,” katanya.

 

Selain menyerap ribuan tenaga kerja, program tersebut juga dinilai mampu meningkatkan permintaan hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM lokal sehingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

 

Meski demikian, Rian mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan yang menimbulkan ketidakpastian bagi para relawan, di antaranya isu penutupan dan penggabungan dapur MBG serta moratorium pembangunan dapur yang sebelumnya telah berjalan berdasarkan arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

 

“Kami ingin mendapatkan kejelasan dari Badan Gizi Nasional mengenai isu penutupan beberapa dapur, penggabungan dapur, serta moratorium pembangunan dapur yang dihentikan akibat kebijakan dari pusat. Padahal pembangunan tersebut sebelumnya merupakan instruksi dari BGN sendiri,” ujarnya.

 

Ia menilai penghentian pembangunan secara sepihak telah merugikan berbagai pihak yang telah mengeluarkan investasi untuk membangun fasilitas pendukung program.

 

Meski demikian, Rian menegaskan pihaknya mendukung langkah pemerintah apabila melakukan evaluasi dan pembenahan di tubuh Badan Gizi Nasional.

Baca Juga :  Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima

 

“Kami mendukung proses bersih-bersih di tubuh BGN. Namun kami berharap relawan dan masyarakat tidak menjadi korban dari kebijakan ataupun tindakan yang bukan kami lakukan. Yang kami inginkan adalah program ini diperbaiki dan dapat terus berjalan,” tegasnya.

 

Dalam aksi tersebut, Aliansi Relawan MBG Kabupaten Garut juga membacakan pernyataan sikap yang berisi delapan tuntutan kepada pemerintah, mulai dari penyusunan Undang-Undang MBG, evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional, kepastian hak dan perlindungan relawan, pemenuhan hak mitra sesuai PKS, pencabutan moratorium pembukaan dapur, keberlanjutan program MBG, dukungan terhadap program strategis Presiden lainnya, hingga pelibatan seluruh ekosistem MBG dalam penyusunan kebijakan.

 

Menutup pernyataan sikapnya, Aliansi Relawan MBG Kabupaten Garut menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan untuk menolak Program Makan Bergizi Gratis, melainkan memastikan program tersebut memiliki tata kelola yang baik, kepastian hukum, perlindungan bagi para pelaksana, serta mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

 

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD Kabupaten Garut dapat meneruskan seluruh aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut, menjaga ribuan lapangan pekerjaan, dan terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

Bawa Gagasan Perubahan, Bung Kalam Siap Nahkodai PA GMNI Garut: Satukan Potensi Alumni, Wujudkan Organisasi Solid, Mandiri dan Adaptif
Cegah Eksploitasi Anak, DPPKBPPPA Garut Gandeng Satpol PP dan Dinsos Perkuat Pengawasan
Memaknai Muhammad Sebelum Kenabian: Maulid di Pendopo Garut Digelar Bersama Lelang Lukisan dan Gerakan Donasi Lintas Negara
Berstatus Pinjam Pakai Sejak Era 1990-an, Gedung KPU Garut Akhirnya Resmi Jadi Milik KPU
GELIAT SEKTOR OLAHRAGA GARUT: DARI GAYA HIDUP SEHAT HINGGA PENGGERAK EKONOMI WARGA
Satu Suara untuk Bupati Garut Abdusy Syakur, 28 PK dan ORSAMENDI Deklarasikan Dukungan Menuju Musda, Soliditas Golkar Jadi Komitmen Utama
Rp2.548 Triliun Kredit Masih Belum Ditarik, BI Ungkap Dunia Usaha Masih Wait and See
Transformasi BRI Mulai Berbuah, Laba Naik 17,5% Jadi Rp31,2 Triliun, Pertumbuhan UMKM Meningkat 
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:33 WIB

Bawa Gagasan Perubahan, Bung Kalam Siap Nahkodai PA GMNI Garut: Satukan Potensi Alumni, Wujudkan Organisasi Solid, Mandiri dan Adaptif

Rabu, 2 September 2026 - 23:31 WIB

Cegah Eksploitasi Anak, DPPKBPPPA Garut Gandeng Satpol PP dan Dinsos Perkuat Pengawasan

Rabu, 2 September 2026 - 19:30 WIB

Memaknai Muhammad Sebelum Kenabian: Maulid di Pendopo Garut Digelar Bersama Lelang Lukisan dan Gerakan Donasi Lintas Negara

Rabu, 2 September 2026 - 17:59 WIB

Berstatus Pinjam Pakai Sejak Era 1990-an, Gedung KPU Garut Akhirnya Resmi Jadi Milik KPU

Selasa, 1 September 2026 - 19:30 WIB

GELIAT SEKTOR OLAHRAGA GARUT: DARI GAYA HIDUP SEHAT HINGGA PENGGERAK EKONOMI WARGA

Berita Terbaru