Respon Kemanusiaan yang Menginspirasi: Baznas Garut Bergerak Cepat Bantu Sulaeman, Warga Pakenjeng Penderita Penyakit Langka

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Di tengah sunyi dan kesederhanaan Kampung Jaringao, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, sebuah kisah perjuangan dan kepedulian lahir dari derita seorang warga bernama Sulaeman.

Pria paruh baya ini tengah berjuang menghadapi penyakit langka yang menggerogoti kesehatannya secara perlahan, sementara akses terhadap layanan kesehatan yang memadai begitu sulit dijangkau dari tempat tinggalnya yang terpencil.

Kisah Sulaeman menjadi perhatian publik ketika kondisi kesehatannya memburuk dan keluarga tak lagi mampu menanggung beban biaya pengobatan yang terus meningkat.

Ditambah dengan keterbatasan transportasi dan jarak yang jauh ke pusat layanan kesehatan, situasi ini menjadi kian memprihatinkan. Dalam situasi yang nyaris tanpa harapan, secercah cahaya muncul dari arah Kabupaten Garut.

Menanggapi laporan masyarakat dan instruksi langsung dari Bupati Garut, DR. H. Syakur Amin, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut bergerak cepat.

Di bawah komando Kepala Baznas, Abdullah Efendi, lembaga ini segera melakukan asesmen dan mengambil tindakan konkret demi membantu Sulaeman dan keluarganya yang tengah dilanda kesulitan.

Tanpa menunggu waktu lama, Abdullah Efendi turun langsung ke RSUD dr. Slamet Garut, tempat di mana Sulaeman saat ini dirawat. Dalam kunjungannya, Efendi menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada keluarga pasien. Ia pun berdialog langsung dengan tim medis untuk memahami kondisi kesehatan Sulaeman secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya datang membawa bantuan, tapi juga membawa semangat solidaritas. Ketika ada warga yang sakit, maka itu menjadi sakit kita bersama. Ketika ada warga yang kesusahan, maka kita semua harus hadir membantu,” ucap Abdullah Efendi dalam pernyataannya kepada awak media. Rabu, (16/04/2025).

Sebagai bentuk tanggung jawab dan solidaritas kemanusiaan, Baznas memberikan bantuan berupa uang tunai yang diperuntukkan untuk kebutuhan pengobatan serta kebutuhan harian keluarga selama masa perawatan. Tak berhenti di situ, Efendi juga menegaskan bahwa Baznas siap menyediakan fasilitas kendaraan jika pasien harus dirujuk ke rumah sakit di luar Garut, seperti Bandung, demi penanganan lanjutan.

“Kami siap memfasilitasi kendaraan rujukan apabila pasien membutuhkan penanganan lebih intensif. Baznas tidak akan membiarkan keluarga menghadapi ini sendiri,” tambahnya.

Langkah cepat Baznas ini tak hanya mengundang apresiasi dari keluarga pasien, tetapi juga dari masyarakat luas. Kepala Desa Tanjungjaya, tokoh masyarakat setempat, hingga warga sekitar menyatakan rasa terima kasih mereka atas perhatian dan tindakan nyata dari lembaga zakat ini.

Banyak yang menyebut bahwa kehadiran Baznas di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, tapi benar-benar nyata dalam tindakan dan solusi.

Keluarga Sulaeman pun tak kuasa menahan haru. “Kami sangat berterima kasih, terutama kepada Pak Bupati, Baznas, dan semua pihak yang sudah peduli.

Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Di tengah kesulitan yang kami hadapi, kehadiran mereka seperti jawaban dari doa-doa kami,” ujar salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.

Kisah ini menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial seperti Baznas dapat memberikan dampak langsung dan menyentuh hati masyarakat.

Di tengah sistem birokrasi yang seringkali lambat, hadirnya figur pemimpin responsif seperti Abdullah Efendi menjadi oase kemanusiaan yang menyegarkan.

Baznas Kabupaten Garut sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal aktif dalam merespon kondisi sosial masyarakat, terutama yang menyangkut kesehatan, pendidikan, dan kebencanaan.

Dengan pendekatan cepat, transparan, dan berkelanjutan, Baznas berhasil membangun kepercayaan masyarakat sebagai lembaga yang benar-benar menjadi perpanjangan tangan dari solidaritas umat.

Langkah cepat dalam membantu Sulaeman juga menjadi refleksi dari nilai-nilai zakat itu sendiri. Bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual semata, tetapi juga merupakan kekuatan sosial yang mampu menciptakan keadilan dan mengentaskan penderitaan.

Dengan harapan besar, masyarakat Garut kini menanti kesembuhan Sulaeman. Doa-doa terus mengalir, semangat gotong royong kembali menyala, dan dari satu kisah penderitaan, lahirlah inspirasi tentang pentingnya kepedulian, kehadiran, dan aksi nyata dalam membangun Garut yang lebih manusiawi.

Baznas Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus hadir di setiap jeritan sunyi masyarakat yang membutuhkan. Dan selama masih ada yang sakit, lapar, dan tak berdaya, selama itu pula Baznas akan terus berjalan, membawa cahaya, harapan, dan pertolongan. (Eldy)

Baca Juga :  H. Oleh Soleh: Musancab PKB Garut Adalah Langkah Strategis Menyongsong Pemilu Mendatang

Berita Terkait

Delapan SD Tanpa Kepsek Definitif, Dinas Pendidikan Garut Diminta Beri Penjelasan
Tati Mardiati., S.Pd.I Dedikasikan 26 Tahun Pengabdian, Tutup Masa Bakti dengan Penuh Kehormatan
“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:43 WIB

Delapan SD Tanpa Kepsek Definitif, Dinas Pendidikan Garut Diminta Beri Penjelasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:59 WIB

Tati Mardiati., S.Pd.I Dedikasikan 26 Tahun Pengabdian, Tutup Masa Bakti dengan Penuh Kehormatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Berita Terbaru