Sinergi Ulama dan Kepolisian: Kapolres Garut Berikan Penghargaan Kepada 17 Tokoh Agama Penjaga Keamanan dan Kedamaian

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Kepolisian Resor (Polres) Garut memberikan penghargaan kepada 17 tokoh agama yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Garut.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, dalam sebuah upacara penghormatan yang berlangsung di lapangan apel Mapolres Garut, Selasa (06/05/2025).

Acara penghargaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Garut, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh masyarakat. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan sinergi erat antara kepolisian dan para pemuka agama dalam menjaga keamanan sosial di Garut.

Dalam sambutannya, Kapolres Garut menyampaikan bahwa peran tokoh agama sangat vital di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa kehadiran ulama, kyai, dan pimpinan ormas Islam bukan hanya sebagai pembimbing spiritual, tetapi juga sebagai penjaga moralitas dan pengayom masyarakat yang mampu meredam potensi konflik sosial.

“Kami mengapresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi para tokoh agama yang telah membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Garut. Sinergi antara kepolisian dan para pemuka agama adalah kunci penting dalam menciptakan ketahanan sosial yang kokoh, sehingga masyarakat bisa hidup aman, tenteram, dan harmonis,” tutur AKBP Mochamad Fajar Gemilang.

Adapun 17 tokoh agama yang menerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang lembaga keagamaan, di antaranya perwakilan dari Pondok Pesantren Al-Masduqi, Al-Wasilah, Al-Halim, dan Fauzan. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pimpinan organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Sarikat Islam (SI), dan Sarikat Islam Indonesia (SII).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mereka dalam mendukung program-program kepolisian, seperti penyuluhan kamtibmas, kampanye anti kekerasan, penguatan toleransi antarumat beragama, hingga keterlibatan langsung dalam meredam isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Kapolres Garut juga mengajak para tokoh agama untuk terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Ia berharap peran para ulama tidak hanya berhenti di lingkup internal umat Islam, tetapi juga menjangkau semua lapisan masyarakat untuk memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan kebangsaan.

“Kami mengajak seluruh tokoh agama untuk terus menyebarkan nilai-nilai perdamaian, saling menghormati, dan menolak kekerasan dalam bentuk apapun. Perbedaan adalah rahmat, dan dengan kebersamaan, kita dapat membangun Garut yang lebih aman, religius, dan harmonis,” imbuh Kapolres.

Selain penyerahan penghargaan, acara ini juga diisi dengan sesi dialog antara Kapolres dan para tokoh agama. Dalam dialog tersebut, berbagai aspirasi dan masukan disampaikan, mulai dari pentingnya peningkatan patroli di lingkungan pesantren, antisipasi kenakalan remaja, hingga perlunya program bersama dalam menangkal radikalisme dan intoleransi.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu tokoh agama penerima penghargaan. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemakmuran masyarakat, dan keberkahan wilayah Garut. Setelah itu, para peserta saling bersalaman, memperkuat ikatan silaturahmi yang telah terjalin selama ini.

Pemberian penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Garut dalam menjalin kemitraan strategis dengan semua elemen masyarakat, khususnya tokoh agama.

Melalui kerja sama yang erat ini, diharapkan Kabupaten Garut dapat terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan menjadi teladan dalam keberagaman yang harmonis. (DIX)
Baca Juga :  TWA Papandayan, Simfoni Alam di Tengah Tantangan Cuaca dan Upaya Konservasi

Berita Terkait

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman
TAK ADA ANGGARAN DI APBD 2026, PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT GARUT TERANCAM TERTUNDA, ANGGOTA KOMISI IV DPRD MINTA PEMKAB TERBUKA
Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Aksi Kemanusiaan, Hidupkan Semangat Gotong Royong di Hari Lahir Bung Karno Melalui Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Dugaan Beking Peredaran Obat Keras Ilegal Mengemuka, Intimidasi Pelapor Dikecam
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:44 WIB

Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB