Nusaharianmedia.com 14 februari 2026 — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda setelah sempat tidak dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pemuda Garut ini dihadiri langsung oleh Bupati Garut, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), organisasi kepemudaan (OKP), serta perwakilan pengurus kecamatan se-Kabupaten Garut.
Musrenbang Pemuda menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan kepemudaan tahun anggaran 2027 sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan elemen pemuda dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, menyampaikan rasa syukur atas kembali terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, Musrenbang ini menjadi bukti bahwa pemuda bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek perubahan.
“Alhamdulillah, setelah tahun kemarin sempat tidak dilaksanakan, Musrenbang Pemuda tahun ini kembali kita laksanakan dan dihadiri oleh Pak Bupati beserta beberapa SKPD. Tentunya ada beberapa masukan yang nanti akan menjadi kebijakan untuk menunjang peningkatan IPP (Indeks Pembangunan Pemuda), seperti yang tadi sudah disampaikan oleh Pak Bupati,” ujarnya.
Agil menekankan bahwa sekitar 60 persen penduduk Garut berada pada usia produktif. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang emas apabila dipersiapkan dengan baik, namun juga berpotensi menjadi beban jika tidak diantisipasi secara serius.
Ia menjelaskan, seluruh rekomendasi yang dihimpun dalam forum akan dirampungkan dan dibahas dalam rapat pleno bersama SKPD terkait. Selanjutnya, berita acara hasil Musrenbang akan ditandatangani bersama untuk direkomendasikan dalam Musrenbang Kabupaten.
“Hari ini mudah-mudahan setelah rampung hasil rekomendasi masukan tentang kebijakan, akan kita rapat plenokan dengan beberapa SKPD terkait, disesuaikan dengan program-programnya, dan nanti akan sama-sama ditandatangani berita acara agar bisa direkomendasikan pada saat Musrenbang Kabupaten,” jelasnya.
Prioritaskan Kesehatan Mental Pemuda
Dalam Musrenbang tersebut, isu kesehatan mental pemuda menjadi salah satu prioritas utama. Agil menilai, kesehatan fisik saja tidak cukup tanpa didukung kondisi mental yang kuat.
“Target yang ingin kami prioritaskan salah satunya tentang kesehatan mental pemuda. Bagaimana setiap dinas memiliki program kebijakan terkait hal tersebut. Karena jika hanya sehat secara fisik, itu belum cukup. Ada yang jauh lebih penting, yaitu kesehatan mental pemuda,” tegasnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menghadirkan program konkret yang menyentuh persoalan psikologis dan sosial generasi muda, mengingat tantangan yang dihadapi pemuda saat ini semakin kompleks.
Dorong Pembangunan Wisma Pemuda
Selain isu kesehatan mental, KNPI juga mendorong pembangunan Wisma Pemuda sebagai pusat kegiatan dan pelatihan terpadu. Meski saat ini kegiatan kepemudaan dilaksanakan di Gedung Pemuda, ke depan diharapkan tersedia fasilitas yang lebih representatif dan terintegrasi.
“Harapan ke depannya mudah-mudahan ada Wisma Pemuda, di mana segala bentuk pelatihan sudah komplet, mulai dari fasilitas menginap hingga sarana pendukung lainnya,” kata Agil.
Menurutnya, keberadaan Wisma Pemuda akan menjadi pusat pengembangan kapasitas generasi muda Garut, baik dalam bidang kepemimpinan, kewirausahaan, kebudayaan, maupun penguatan karakter.
KNPI sebagai Wadah Perjuangan Pemuda
Dalam kesempatan tersebut, Agil juga menegaskan komitmennya menjadikan KNPI sebagai wadah perjuangan seluruh elemen pemuda di Kabupaten Garut. Ia mengaku optimistis dengan soliditas organisasi saat ini, yang terbentuk melalui dukungan aklamasi dari OKP dan pengurus kecamatan.
“Insya Allah, komposisi kepengurusan KNPI hari ini merupakan hasil rekomendasi kawan-kawan pengurus kecamatan dan OKP, semuanya terakomodir dengan baik. Saya optimis ke depan akan banyak kegiatan yang bisa menjawab persoalan pemuda, termasuk persoalan kebudayaan dan penguatan peran pemuda di berbagai sektor,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang Pemuda ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang benar-benar berpihak pada pengembangan potensi generasi muda, sehingga bonus demografi dapat menjadi peluang nyata menuju Garut yang lebih maju dan berdaya saing. (Hil)









