RRG Ramadhan 2026 Gelar Diskusi Publik dan Santunan Anak Yatim, Bahas Evaluasi Pembangunan Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Ruang Rakyat Garut (RRG) menggelar kegiatan bertajuk RRG Ramadhan 2026 di Pujasega Resto, Sabtu (14/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dalam mengisi bulan suci Ramadan melalui aksi sosial sekaligus forum diskusi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Garut.

 

Mengusung tema “Merajut Kepedulian, Menguatkan Gagasan, Menjaga Kebersamaan”, kegiatan tersebut menghadirkan rangkaian aktivitas sosial, keagamaan, serta dialog terbuka antara unsur pemerintah daerah dan para aktivis masyarakat.

 

Dalam sesi Diskusi Garutan, panitia menghadirkan H. Agus Indra, SHI dan Syam Yosef Djojo, SH., MH sebagai perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Keduanya menyampaikan pandangan terkait berbagai program pembangunan daerah serta pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.

 

Selain itu, diskusi juga menghadirkan sejumlah aktivis yang dikenal kritis terhadap kebijakan publik, di antaranya Awing Rantik, Abeng Marko, dan Yuyus MK. Para aktivis tersebut menyampaikan berbagai pandangan serta kritik konstruktif mengenai dinamika pembangunan daerah dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan pemerintah.

 

Pemerintah Apresiasi Ruang Dialog Publik

H. Agus Indra mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi yang diinisiasi oleh Ruang Rakyat Garut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah daerah.

 

“Pemerintah Kabupaten Garut tentu menyambut baik forum-forum diskusi seperti ini. Ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat harus terus dibuka agar berbagai gagasan, kritik, maupun saran dapat menjadi bahan evaluasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidokkes Polres Garut Gelar Khitanan Gratis Bagi Anak Sholeh

 

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

 

“Pembangunan daerah memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis, komunitas, dan tokoh masyarakat. Kritik tentu kami terima selama disampaikan secara konstruktif demi kemajuan Garut,” tambahnya.

 

Sementara itu, Syam Yosef Djojo menilai forum diskusi publik merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat di daerah.

 

“Forum seperti ini sangat baik karena mempertemukan berbagai sudut pandang. Pemerintah tentu tidak anti kritik, justru kritik yang membangun sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat,” katanya.

 

Ia berharap Ruang Rakyat Garut dapat terus menjadi wadah dialog yang produktif bagi masyarakat.

 

Aktivis Soroti Evaluasi Pemerintahan

Dalam diskusi tersebut, aktivis Garut Awing Rantik menyoroti perjalanan satu tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Menurutnya, momentum awal kepemimpinan seharusnya dimanfaatkan untuk menata arah pembangunan secara lebih jelas.

 

Ia menilai perubahan anggaran memiliki posisi strategis karena menjadi ruang kebijakan yang berada dalam kewenangan kepala daerah.

 

“Momentum anggaran perubahan seharusnya sudah mulai memperlihatkan arah program prioritas yang ingin dijalankan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

 

Awing juga menyoroti pentingnya regulasi sebagai indikator keseriusan pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan. Ia mempertanyakan sejauh mana implementasi program pembangunan yang tercantum dalam dokumen perencanaan benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Antusiasme Tinggi, Layanan Pengobatan Gratis ZMC Diperpanjang Beberapa Hari ke Depan

 

“Dalam dokumen perencanaan terdapat puluhan program pembangunan. Pertanyaannya adalah bagaimana implementasinya di lapangan dan sejauh mana itu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.

 

Soroti Komunikasi Pemerintah

Aktivis lainnya, Yuyus MK, menyoroti pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat maupun lembaga legislatif. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci dalam menjalankan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Ia menilai minimnya komunikasi dapat menghambat proses evaluasi terhadap kinerja pemerintahan.

 

Meski demikian, Yuyus juga memandang berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah daerah sebagai proses menuju visi pembangunan yang lebih baik.

 

“Apa yang sudah dilakukan saat ini merupakan anak tangga untuk menuju Garut Hebat,” ujarnya.

 

Santunan Anak Yatim dan Kebersamaan Ramadan

Selain diskusi publik, kegiatan RRG Ramadhan 2026 juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum serta doa bersama untuk memohon keberkahan bagi masyarakat dan daerah.

 

Untuk menciptakan suasana kebersamaan yang lebih hangat, acara juga menghadirkan hiburan ringan seperti stand-up comedy, karaoke live, serta sesi foto bersama yang menjadi penutup kegiatan.

 

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bertukar gagasan bagi berbagai kalangan di Kabupaten Garut, serta memperkuat budaya dialog, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah. (Hilman)

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru