Nusaharianmedia.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satkar Ulama Indonesia Kabupaten Garut menggelar tasyakur Hari Lahir (Harlah) ke-56 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta konsolidasi organisasi, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Fave Hotel Garut tersebut dihadiri jajaran pengurus dari tingkat kabupaten hingga provinsi, tokoh masyarakat, kader Partai Golkar, serta anggota DPRD Kabupaten Garut. Turut hadir Ketua DPD Satkar Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat M. Sahrul Fadli dan Sekretaris DPD Imam Mudofar.
Di tingkat kabupaten, kegiatan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Satkar Ulama Garut, Gea Eka Sakti. Ia menyampaikan bahwa momentum Harlah dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.
Menurutnya, setelah menerima Surat Keputusan (SK) Plt pada Januari lalu, pihaknya didorong untuk segera melaksanakan musyawarah daerah (musda) dan pelantikan guna membentuk kepengurusan definitif.
“Momentum Harlah ini kami jadikan sebagai sarana konsolidasi, khususnya dengan calon pengurus. Alhamdulillah, kami juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.
Gea menegaskan, konsolidasi tidak hanya berfokus pada penguatan internal, tetapi juga sebagai langkah strategis menghadapi kontestasi politik mendatang, khususnya Pemilu 2029.
“Kami berharap seluruh upaya ini bermuara pada kemenangan Partai Golkar di periode selanjutnya,” katanya.
Ia juga menyoroti peran Satkar Ulama sebagai organisasi sayap Partai Golkar yang berbasis keagamaan. Menurutnya, keberadaan Satkar Ulama menjadi wadah aspirasi umat Islam, terutama di Kabupaten Garut yang dikenal sebagai kota santri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam mekanisme internal Partai Golkar, setiap keputusan strategis dilakukan melalui musyawarah bersama berbagai unsur, seperti, AMPG, serta organisasi pendiri dan yang didirikan (Orsamendi).
“Semua akan dibahas bersama untuk menentukan sosok yang dinilai layak diusung dalam kontestasi politik mendatang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, capaian politik Partai Golkar di Kabupaten Garut saat ini—seperti keberhasilan menempatkan kader sebagai bupati dan ketua DPRD—menjadi modal penting yang harus dipertahankan.
“Capaian ini harus kita jaga menuju Pemilu 2029,” tegasnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyatukan visi dalam memperkuat peran Satkar Ulama sebagai jembatan antara kepentingan keumatan dan arah kebijakan partai. (Hil)









