Nusaharianmedia.com 23 Maret 2026 – Sejumlah kendaraan berpelat merah atau kendaraan dinas milik pemerintah diduga digunakan untuk kepentingan mudik Lebaran. Kendaraan tersebut terpantau ikut mengantre di jalur selatan Kabupaten Garut bersama ribuan pemudik lainnya, sehingga memicu sorotan publik.
Pantauan di beberapa titik jalur selatan Garut saat puncak arus mudik menunjukkan kendaraan dinas bercampur dengan kendaraan pribadi. Bahkan, tidak sedikit yang ikut terjebak dalam kepadatan lalu lintas yang terjadi sejak pagi hingga malam hari.
Kondisi ini bertolak belakang dengan imbauan tegas yang sebelumnya disampaikan Bupati Garut. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat daerah diminta tidak menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, termasuk untuk aktivitas mudik Lebaran. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga integritas serta mencegah penyalahgunaan fasilitas negara.
Namun di lapangan, indikasi pelanggaran justru mencuat. Kehadiran kendaraan dinas di jalur mudik menimbulkan pertanyaan serius terkait kedisiplinan dan kepatuhan aparatur terhadap instruksi pimpinan daerah.
Penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan tugas dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan aset negara. Selain melanggar etika birokrasi, hal tersebut juga berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah warga yang menyaksikan langsung situasi tersebut mengaku kecewa. Mereka menilai aturan yang telah ditetapkan seharusnya berlaku tanpa pengecualian.
“Kalau memang sudah dilarang, seharusnya ditaati. Jangan sampai aturan hanya berlaku untuk masyarakat, sementara pejabat bisa mengabaikannya,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Pengamat kebijakan publik menilai, fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Selain berpotensi merusak citra pemerintah daerah, lemahnya pengawasan juga dinilai membuka ruang terjadinya pelanggaran serupa di masa mendatang. Diperlukan langkah konkret berupa penelusuran, klarifikasi, hingga pemberian sanksi tegas jika terbukti terjadi penyalahgunaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait temuan kendaraan dinas di jalur mudik tersebut. Publik pun menunggu respons dan tindakan nyata dari otoritas terkait guna memastikan aturan ditegakkan secara adil dan transparan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keteladanan aparatur pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam momen krusial seperti arus mudik Lebaran. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya soal disiplin, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap integritas pemerintah. (**)









