Aktivis Garut, Undang Herman : Kami Kritik Penyaluran BLT DBHCHT, Ada Dugaan Kebijakan Salah Arah dan Sarat Kejanggalan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Januari 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Aktivis Garut, Undang Herman, dengan tegas mengkritik penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Ia menilai kebijakan tersebut salah arah dan penuh kejanggalan, sehingga tidak tepat sasaran dalam membantu masyarakat yang semestinya menjadi prioritas.

“Kami menduga ada masalah serius dalam pendataan penerima manfaat. Banyak buruh tani tembakau yang seharusnya mendapatkan bantuan justru terabaikan, sementara penerima yang tidak terkait dengan sektor ini malah mendapatkan bantuan,” ujar Undang dalam wawancara dengan Nusaharianmedia.com pada Kamis (16/01/2025).

Ia mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Garut sebenarnya telah melakukan pendataan sektor tembakau pada 2021, mencatat luas lahan mencapai 4.415 hektar di 24 kecamatan, 138 desa, dan melibatkan 498 kelompok tani. Namun, hasil pendataan tersebut tidak digunakan secara optimal dalam penyaluran bantuan.

Lebih lanjut, Undang menyoroti adanya dugaan pemotongan dana bantuan yang dilaporkan masyarakat. “Beberapa laporan menyebutkan bahwa potongan dana penerima bervariasi antara Rp300.000 hingga Rp800.000. Ini sangat merugikan buruh tani dan tidak sesuai dengan tujuan utama bantuan tersebut,” tegasnya.

Undang juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang seolah tidak menindaklanjuti persoalan ini. “Mengapa aparat penegak hukum seperti tutup mata dan telinga? Kami meminta agar ada langkah konkret untuk mengusut tuntas masalah ini,” ujarnya penuh harap.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penyaluran BLT DBHCHT. “Bantuan ini seharusnya menjadi hak masyarakat yang terdampak langsung oleh kebijakan cukai tembakau, bukan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk keuntungan pribadi,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Undang meminta pemerintah daerah dan pusat untuk segera memperbaiki proses pendataan dan memastikan bantuan disalurkan secara transparan serta adil. “Ini bukan hanya soal uang, tetapi soal keadilan bagi masyarakat yang sudah bekerja keras di sektor tembakau,” tutupnya. (DIX)

Baca Juga :  Disdukcapil Garut Terus Berbenah: Arahan Tegas H.Nasir Alwi Jadi Titik Tekan Percepatan Layanan Publik

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru