Nusaharianmedia.com — Dengan penuh rasa duka dan keikhlasan atas ketetapan Allah SWT, segenap jajaran pengurus dan anggota Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ratu Ratna Zita binti Tubagus Adjidji Abdurrachman, istri tercinta H. Atjeng Muchtar Muhyidien.
Almarhumah berpulang ke rahmatullah pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 17.30 WIB, di kediaman keluarga di Komplek Intan Regency Blok V9/V9A, Tarogong, Kabupaten Garut.
Bagi keluarga besar PM Gatra, kepergian almarhumah merupakan kehilangan yang mendalam. Sosok Ratu Ratna Zita dikenal sebagai pendamping setia yang senantiasa memberikan dukungan kepada H. Atjeng Muchtar Muhyidien dalam berbagai pengabdian untuk kemajuan Garut Utara. Keteguhan hati, kesederhanaan, dan ketulusan yang dimilikinya menjadi teladan bagi keluarga maupun masyarakat.
Di balik setiap langkah perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat, almarhumah hadir sebagai sosok yang memberikan semangat, doa, serta dukungan yang tidak pernah putus. Keteladanannya mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu terlihat di ruang publik, tetapi juga diwujudkan melalui kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan kasih sayang kepada keluarga serta sesama.
PM Gatra turut memanjatkan doa agar Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Ya Allah, ampunilah segala khilaf dan dosa almarhumah Ratu Ratna Zita, terimalah seluruh amal ibadah dan ketulusan pengabdiannya. Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepadanya, serta tempatkanlah beliau di surga Firdaus bersama orang-orang yang beriman dan saleh. Aamiin Ya Rabbal Alamin.”
Kepada H. Atjeng Muchtar Muhyidien beserta anak-anak, cucu, dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan, PM Gatra menyampaikan doa dan dukungan agar diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Kami percaya bahwa setiap yang bernyawa akan kembali kepada Sang Pencipta. Semoga Allah SWT memberikan keteguhan hati kepada keluarga yang ditinggalkan dan menjadikan duka ini sebagai jalan untuk memperoleh pahala serta keberkahan,” demikian ungkapan belasungkawa dari keluarga besar PM Gatra.
Kepergian almarhumah tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Garut Utara yang mengenal dedikasi dan keteladanannya. Nilai-nilai kebaikan, kesederhanaan, serta ketulusannya diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Selamat jalan, Ibu Ratu Ratna Zita. Semoga segala amal ibadah dan kebaikan yang telah ditorehkan menjadi penerang di alam keabadian. Doa dan penghormatan akan senantiasa mengiringi, sementara jejak keteladanan yang ditinggalkan akan tetap hidup dalam kenangan keluarga, sahabat, dan masyarakat Garut Utara.









