” Jelang Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Garut, Bung Fey Soroti Peran Kader dan Tamu Kader”

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut, dinamika politik internal partai mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Forum Pemuda-Pemudi Rakyat Bersatu yang menyampaikan pandangannya terkait proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.

‘ Forum Pemuda-Pemudi Rakyat Bersatu, Bung Fey, menegaskan bahwa hal utama yang harus dikedepankan dalam pelaksanaan Musda adalah menjaga marwah demokrasi dan marwah organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Menurutnya, proses demokrasi internal partai harus berjalan berdasarkan mekanisme organisasi, bukan semata-mata didorong oleh kepentingan politik jangka pendek.

“Kekuatan sebuah partai justru terlihat dari kemampuannya menjaga aturan organisasi secara konsisten. Jangan sampai keputusan politik bertentangan dengan AD/ART karena hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan kader maupun masyarakat terhadap partai,” ujar Bung Fey, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, kader internal Partai Golkar sepatutnya menjadi prioritas dalam proses regenerasi kepemimpinan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak kehadiran maupun partisipasi tokoh dari luar atau tamu kader yang ingin mengikuti kontestasi.

“Bukan berarti kami menolak tamu kader. Semua warga negara memiliki hak untuk mencalonkan maupun dicalonkan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, dalam konteks organisasi partai, kader yang telah lama berproses dan mengabdi semestinya mendapatkan prioritas,” katanya.

Ia menilai Partai Golkar Kabupaten Garut memiliki banyak kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang baik untuk memimpin organisasi. Karena itu, apabila masih terdapat kader yang memenuhi persyaratan sesuai AD/ART, maka mereka dinilai lebih layak diprioritaskan dibandingkan tokoh dari luar partai.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Atas Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Garut Periode 2025-2030

Terkait munculnya perbincangan mengenai kader dan tamu kader dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Bung Fey menyampaikan pandangannya bahwa Bupati Garut lebih tepat dikategorikan sebagai tamu kader, bukan kader yang tumbuh melalui proses panjang di internal Partai Golkar.

“Ini merupakan pandangan kami berdasarkan pemahaman terhadap dinamika yang berkembang. Kami tidak melarang tamu kader untuk ikut berkompetisi. Namun, apabila masih terdapat kader internal yang layak dan memenuhi ketentuan AD/ART, maka mereka patut diutamakan. Pengecualian dapat dilakukan apabila seluruh kader internal memang dinilai belum mampu atau terdapat kesepakatan bersama untuk memberikan kesempatan kepada tokoh dari luar,” ujarnya.

“Ia juga mengingatkan bahwa dinamika politik di tubuh Partai Golkar bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, berbagai proses politik sebelumnya pada akhirnya tetap harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan berpedoman pada AD/ART partai.

Selain menyoroti proses Musda, Bung Fey juga memberikan pandangannya terkait posisi seorang kepala daerah apabila ikut dalam kontestasi kepemimpinan partai.

“Apabila saya berada pada posisi sebagai Bupati Garut saat ini, saya pribadi akan lebih memilih memfokuskan diri pada pelaksanaan tugas pemerintahan dibandingkan terlibat dalam perebutan kepemimpinan partai. Sebab, Bupati Garut terpilih melalui dukungan koalisi beberapa partai politik. Karena itu, menjaga keseimbangan hubungan dengan seluruh partai pengusung juga menjadi hal yang penting,” ungkapnya.

Menurutnya, prioritas utama seorang kepala daerah adalah membuktikan kinerja pemerintahan dan merealisasikan janji-janji politik kepada masyarakat.

“Rakyat tentu lebih berharap melihat hasil kerja nyata dibandingkan dinamika politik internal partai. Bukan berarti kami menyalahkan atau menghalangi siapa pun untuk mencalonkan diri. Namun, dari sudut pandang kami, akan lebih baik apabila seorang kepala daerah terlebih dahulu fokus membangun daerah, menunjukkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, bekerja secara profesional, serta menyelesaikan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Bank BIJ Garut Cetak Laba dan Perkuat Fondasi Kinerja: Bukti Kepercayaan Masyarakat Meningkat

Saat ditanya mengenai sosok yang dinilai layak memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Bung Fey menyebut terdapat beberapa nama yang saat ini menjadi perhatian publik.

“Beberapa nama yang banyak diperbincangkan di antaranya Aris Munandar yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Garut, Hj. Uis Ida yang merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Garut dan kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta Deden Sopyan. Selain itu, masih banyak kader Golkar lainnya yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin partai,” katanya.

Menutup pernyataannya, Forum Pemuda Pemudi Rakyat Bersatu berharap pelaksanaan Musda Partai Golkar Kabupaten Garut dapat berlangsung secara demokratis, menjunjung tinggi AD/ART, serta memberikan ruang yang adil bagi kader-kader yang telah lama berjuang dan berproses di internal partai.

Menurut Bung Fey, jangan sampai muncul persepsi bahwa kader internal justru tersisih oleh tamu kader. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi semangat kaderisasi dan menimbulkan penilaian kurang baik terhadap proses demokrasi di tubuh Partai Golkar.

Forum Pemuda-Pemudi Rakyat Bersatu berharap Musda Partai Golkar Kabupaten Garut mampu menghasilkan pemimpin terbaik yang dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus membawa kemajuan bagi Partai Golkar di Kabupaten Garut. ( Wn)

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Beri Jalan pada Putri Karlina! Mengapa Mundurnya Syakur Amin dari Kursi Bupati Adalah Berkah bagi Garut dan Golkar
Fraksi Gerindra Walk Out, Penandatanganan Kesepakatan APBD 2026 dan KUA-PPAS 2027
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan

Berita Terbaru