DPPKBPPPA Garut Perkuat Edukasi Anti-Kekerasan di MPLS SMPN 2 Garut, Dorong Terwujudnya Sekolah Ramah Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 13 Juli 2026 – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut memperkuat edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Garut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.

 

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, mengapresiasi SMPN 2 Garut yang mengangkat tema “Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Satuan Pendidikan” dalam rangkaian kegiatan MPLS. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.

 

“Memasuki jenjang SMP merupakan awal perjalanan baru bagi para siswa. Mereka akan bertemu teman baru, guru baru, serta lingkungan belajar yang berbeda. Karena itu, penting bagi seluruh warga sekolah untuk membangun budaya saling menghormati, saling menghargai, dan saling menjaga agar tidak terjadi tindakan yang dapat menyakiti orang lain,” ujar Yayan.

 

Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang yang menjamin perlindungan, rasa aman, serta penghormatan terhadap hak-hak setiap anak.

 

Menurutnya, kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa perundungan (bullying), ejekan, penghinaan, pengucilan, pelecehan, hingga kekerasan digital melalui media sosial yang kini semakin marak terjadi di kalangan remaja.

 

Berbagai bentuk kekerasan tersebut, lanjut Yayan, dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban, seperti menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, hingga penurunan prestasi belajar.

Baca Juga :  Mulyani,Perempuan Tina Wicara yang Tabah Bertahan Hidup Tanpa Suami

 

Ia mengingatkan seluruh peserta didik agar mewaspadai berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, antara lain perundungan, ejekan dan penghinaan, kekerasan fisik, pengucilan terhadap teman, pelecehan, serta kekerasan digital melalui pesan, komentar, maupun unggahan di media sosial.

 

“Perlu diingat, tidak ada satu pun alasan yang membenarkan kekerasan terhadap anak. Setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan dihargai martabatnya,” tegasnya.

 

Melalui momentum MPLS, DPPKBPPPA Garut mengajak seluruh warga sekolah menjadi pelopor dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak dengan menumbuhkan empati, kepedulian, serta keberanian menolak segala bentuk kekerasan.

 

Yayan juga mengimbau peserta didik agar tidak memilih diam ketika melihat ataupun mengalami tindakan perundungan.

 

“Apabila melihat atau mengalami bullying, segera laporkan kepada guru, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah. Jangan takut untuk berbicara karena melaporkan tindakan kekerasan merupakan bentuk keberanian dalam melindungi diri sendiri maupun teman,” pesannya.

 

Selain itu, ia mengajak para siswa menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan menjadi sarana menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, penghinaan, ataupun konten yang dapat melukai orang lain.

 

Yayan juga mendorong peserta didik untuk membangun pertemanan tanpa membedakan suku, agama, kemampuan, kondisi ekonomi, maupun latar belakang keluarga.

 

“Rangkul teman-teman yang berbeda. Hormati setiap perbedaan karena keberagaman adalah kekuatan. Sekolah yang sehat adalah sekolah yang dipenuhi rasa saling menghormati dan saling mendukung,” katanya.

Baca Juga :  Polemik Muscab PPP Garut: 35 PAC Tolak Lokasi di Pesantren Zawiyah, Soroti Netralitas dan Perizinan

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

 

Karena itu, Yayan berharap para guru dan tenaga kependidikan terus memperkuat pengawasan, pendampingan, pendidikan karakter, serta membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik agar setiap anak merasa terlindungi selama berada di lingkungan sekolah.

 

Kepada seluruh peserta didik baru, ia berpesan agar menjadi generasi yang berani berbuat baik, santun dalam bertutur kata, serta peduli terhadap sesama.

 

“Jangan menjadi pelaku kekerasan, jangan pula menjadi penonton yang diam. Jadilah bagian dari solusi. Jadilah generasi yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang damai, saling menghargai, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

 

Menutup penyampaiannya, Yayan mengajak seluruh warga sekolah menghidupkan semangat bersama melalui slogan “Sekolah Aman, Anak Nyaman, Prestasi Gemilang” serta “Stop Perundungan, Stop Kekerasan, Wujudkan SMPN 2 Garut sebagai Sekolah Ramah Anak.”

 

Melalui edukasi tersebut, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap kegiatan MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, menghormati hak sesama, serta mampu menciptakan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Garut yang berkualitas, sehat, berkarakter, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

Saka Kencana Garut Resmi Dilantik, DPPKBPPPA dan Gerakan Pramuka Perkuat Sinergi Bangun Generasi Berkarakter serta Keluarga Berkualitas
Hadiri Pelantikan Bobotoh Kolot Distrik Garut, Wakil Ketua DPRD Ayi Suryana Siap Dukung dan Fasilitasi Kegiatan Sosial serta Kemanusiaan
Hadiri Milad Ke-1 WBI, DPPKBPPPA Garut Dorong Perempuan Mandiri, Berdaya, dan Perkuat Ketahanan Keluarga
Tiga Minggu Mangkrak, Aduan Dugaan Korupsi GOR Desa Tambaksari TA 2022 di Kejari Garut Tanpa Kejelasan
Lewat Pendidikan Politik, Ketua DPD Demokrat Jabar Anton Tekankan Soliditas Kader dan Targetkan Penambahan Kursi DPRD pada Pemilu 2029
KOSGORO 1957 Garut Dukung Semangat Demokrasi, Pencalonan Bupati sebagai Ketua Golkar Dinilai Selaras dengan Semangat Pengabdian dan Pembangunan Daerah
Jelang Musda Golkar Garut, KIM-PG Resmi Dukung Abdusy Syakur Amin Pimpin DPD, Optimistis Perkuat Soliditas Partai Menuju Pemilu 2029
” Jelang Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Garut, Bung Fey Soroti Peran Kader dan Tamu Kader”
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 23:28 WIB

Saka Kencana Garut Resmi Dilantik, DPPKBPPPA dan Gerakan Pramuka Perkuat Sinergi Bangun Generasi Berkarakter serta Keluarga Berkualitas

Senin, 13 Juli 2026 - 22:52 WIB

DPPKBPPPA Garut Perkuat Edukasi Anti-Kekerasan di MPLS SMPN 2 Garut, Dorong Terwujudnya Sekolah Ramah Anak

Senin, 13 Juli 2026 - 06:27 WIB

Hadiri Pelantikan Bobotoh Kolot Distrik Garut, Wakil Ketua DPRD Ayi Suryana Siap Dukung dan Fasilitasi Kegiatan Sosial serta Kemanusiaan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:54 WIB

Hadiri Milad Ke-1 WBI, DPPKBPPPA Garut Dorong Perempuan Mandiri, Berdaya, dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:24 WIB

Tiga Minggu Mangkrak, Aduan Dugaan Korupsi GOR Desa Tambaksari TA 2022 di Kejari Garut Tanpa Kejelasan

Berita Terbaru