*Ayi Suryana Temui Abenk Marco, Bahas Duplikasi Gerakan Ketahanan Pangan Mandiri di Garut*

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ayi Suryana, S.E., melakukan kunjungan kerja strategis menemui inisiator gerakan sosial “Rakyat Bantu Rakyat”, Abenk Marco (pemeran Kang Cecep dalam serial Preman Pensiun). Pertemuan ini difokuskan pada satu agenda besar: merumuskan langkah taktis untuk menduplikasi gerakan ketahanan pangan mandiri agar dapat diterapkan secara masif di seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Garut.

​Gerakan “Rakyat Bantu Rakyat” yang digagas oleh Abenk Marco selama ini telah terbukti efektif menggerakkan solidaritas akar rumput. Dengan memanfaatkan lahan-lahan non-produktif di pekarangan rumah maupun tanah desa untuk ditanami kebutuhan pangan harian, gerakan ini mampu memangkas biaya dapur sekaligus menciptakan jaring pengaman sosial mandiri di semua tingkatan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Garut, Ayi Suryana, menegaskan bahwa model gerakan swadaya murni seperti ini tidak boleh berhenti sebagai inisiatif lokal di beberapa titik saja, melainkan harus diangkat menjadi gerakan semesta di seluruh wilayah Garut. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan garis perjuangan partai. ​”Apa yang diinisiasi oleh Kang Abenk Marco ini adalah jawaban riil atas tantangan ekonomi hari ini. Sistem gotong royong ‘Rakyat Bantu Rakyat’ ini sangat logis, mandiri, dan langsung menyentuh urusan perut masyarakat bawah.

Baca Juga :  Polres Garut Amankan Dua Tersangka Pembunuhan Warga Kadungora

Tugas kami di DPRD adalah memastikan formula sukses ini diduplikasi ke seluruh desa di Garut. Terlebih, gagasan ketahanan pangan mandiri yang digagas Kang Abenk ini sangat selaras dengan arahan serta instruksi langsung dari Utusan khusus Presiden bidang ketahanan pangan Sekaligus Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono yang menekankan agar seluruh kader partai di legislatif fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan penguatan ekonomi umat,” ujar Ayi Suryana.

​Sementara itu, Abenk Marco menekankan bahwa kunci keberhasilan duplikasi gerakan ini terletak pada konsistensi pendampingan di lapangan dan kemudahan akses bagi masyarakat untuk memulainya. Beliau berharap keterlibatan DPRD mampu membuka sumbatan-sumbatan fasilitas yang selama ini dihadapi warga di bawah. ​

Baca Juga :  Ganda Permana dan GEMA PS: Revolusi Sunyi dari Pinggiran Hutan,Demi Keadilan, Kemakmuran dan Masa Depan Rakyat Garut

“Gerakan ini bisa berjalan di mana saja asalkan ada kemauan dan modal sosial gotong royong. Namun, agar gerakan ‘Rakyat Bantu Rakyat’ ini bisa serentak diadopsi di seluruh Garut, masyarakat butuh kepastian dukungan. Mulai dari kemudahan akses benih, bantuan teknis pupuk organik, hingga jaminan bahwa lahan-lahan tidur yang mereka garap secara kolektif tidak diganggu gugat oleh persoalan administrasi yang rumit,” tegas Abenk Marco.

Pertemuan kolaboratif ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan pangan di Garut, di mana pemerintah daerah tidak lagi sekadar memberikan bantuan instan yang konsumtif, melainkan memfasilitasi kemandirian rakyat secara terhormat melalui semangat gotong royong yang berdaulat.

Berita Terkait

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, BRI Ciamis Salurkan Green House Hidroponik ke KWT Sedap Malam
Tiang Provider Berdiri di Ruang Publik Garut, Pemkab Didesak Ungkap Status Pemanfaatan Aset dan Kontribusinya
234SC Garut Bertransformasi Jadi Ormas, Okke M. Hadist: Siap Kawal Pemerintahan dan Perjuangkan Kepentingan Masyarakat
Ketua DPRD Garut Buka Ruang Kolaborasi, 234SC Didorong Aktif Kawal Kebijakan hingga Persoalan Sosial
Paripurna DPRD Garut: Fraksi PKS Pertanyakan Dasar Kajian Penataan PKL Rp4,79 Miliar, Jangan Sekadar Jadi Proyek
Penataan PKL Pasar Baru Garut, Ketua Bapemperda Dorong Penataan yang Tertib, Transparan, dan Berlandaskan Hukum
Pembangunan PKL Pasar Baru Dipertanyakan, Rawink Rantik Tantang Pemda Buka Payung Hukumnya
Aset Publik Dipakai Bisnis Provider, BPKAD Garut Akui Belum Ada Kontribusi Pemanfaatan Aset Daerah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:46 WIB

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, BRI Ciamis Salurkan Green House Hidroponik ke KWT Sedap Malam

Minggu, 13 September 2026 - 19:59 WIB

Tiang Provider Berdiri di Ruang Publik Garut, Pemkab Didesak Ungkap Status Pemanfaatan Aset dan Kontribusinya

Minggu, 13 September 2026 - 19:20 WIB

234SC Garut Bertransformasi Jadi Ormas, Okke M. Hadist: Siap Kawal Pemerintahan dan Perjuangkan Kepentingan Masyarakat

Minggu, 13 September 2026 - 16:01 WIB

Ketua DPRD Garut Buka Ruang Kolaborasi, 234SC Didorong Aktif Kawal Kebijakan hingga Persoalan Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 00:12 WIB

Paripurna DPRD Garut: Fraksi PKS Pertanyakan Dasar Kajian Penataan PKL Rp4,79 Miliar, Jangan Sekadar Jadi Proyek

Berita Terbaru