GARUT — Hampir tiga tahun berlalu, keluarga Salsabila Rizkia masih menanti kejelasan atas kondisi yang dialami anaknya setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Slamet Garut.
Persoalan tersebut kembali mencuat setelah Pemuda Merah Putih menggelar audiensi dengan pihak RSUD dr. Slamet. Mereka mendesak adanya penjelasan terbuka mengenai kronologi pelayanan medis yang diterima Salsabila serta tindak lanjut terhadap keluhan keluarga.
Salsabila diketahui menjalani perawatan sekitar 48 hari di ruang Perinatologi RSUD dr. Slamet pada 2024. Menurut keterangan keluarga, setelah diperbolehkan pulang, mereka melihat adanya perubahan pada bagian hidung Salsabila yang diduga berkaitan dengan penggunaan alat medis selama menjalani perawatan.
Ayah Salsabila, Faruk, mengatakan keluarga sebelumnya sempat menerima uang sekitar Rp2 juta dari seorang staf rumah sakit. Menurut keterangannya, saat itu juga disampaikan adanya tanggung jawab lanjutan terkait penanganan hingga operasi.
Namun, keluarga mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian mengenai realisasi penanganan tersebut.
“Kami sudah menunggu hampir tiga tahun. Kami ingin persoalan ini jelas dan ada kepastian terkait kondisi anak kami,” kata Faruk.
Ketua Pemuda Merah Putih, Aceng Lukman, meminta pihak RSUD dr. Slamet tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Ia mendorong rumah sakit membuka informasi yang dapat diberikan kepada keluarga sesuai ketentuan, termasuk menjelaskan kronologi pelayanan dan tindak lanjut pengaduan.
“Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara terbuka dan objektif. Kalau memang ada persoalan, harus ada penanganan. Kalau tidak, harus dijelaskan berdasarkan fakta dan data medis,” ujar Aceng.
Pemuda Merah Putih juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak memperoleh kejelasan dalam proses penyelesaian. Langkah tersebut disebut sebagai upaya mendorong agar dugaan yang disampaikan keluarga dapat diperiksa melalui mekanisme yang berwenang.
Di sisi lain, pihak RSUD dr. Slamet menyampaikan bahwa persoalan tersebut masih dalam proses koordinasi internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
Belum Ada Kesimpulan Malpraktik
Dugaan malpraktik dalam kasus Salsabila hingga kini belum dapat disimpulkan sebagai fakta. Penentuan ada atau tidaknya kelalaian medis membutuhkan pemeriksaan berdasarkan rekam medis, keterangan tenaga kesehatan, kajian profesi, serta mekanisme pengaduan dan hukum yang berlaku.
Karena itu, tuntutan utama keluarga dan Pemuda Merah Putih saat ini adalah adanya kepastian, penjelasan, dan tindak lanjut atas persoalan tersebut.
Keluarga berharap proses penyelesaian tidak kembali berlarut-larut. Mereka ingin kondisi Salsabila mendapat perhatian dan penanganan yang jelas, sementara fakta mengenai dugaan persoalan pelayanan medis dapat terungkap secara objektif.









