Warga Sukamaju Desak Kades Mundur, Dugaan Penyelewengan Dana Desa Jadi Pemicu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Ketegangan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, makin meningkat seiring mencuatnya dugaan penggelapan Dana Desa (DD) yang dilakukan oleh Kepala Desa setempat.

Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dari tahun 2021 hingga 2024 diduga tidak dikelola sebagaimana mestinya, menimbulkan gelombang protes dari warga.

Elemen masyarakat mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat hingga warga biasa secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya. Mereka menilai kepala desa gagal menjalankan tugasnya dan mendesak agar segera mengundurkan diri.

“Kami sudah cukup sabar. Banyak janji yang disampaikan, termasuk janji bahwa jika terbukti menyelewengkan dana, beliau siap mundur. Sekarang saatnya menepati janji itu,” ujar salah satu tokoh masyarakat.Rabu, (09/04/2025).

Kekecewaan warga semakin membesar setelah ditemukannya indikasi kuat penyimpangan dalam pelaporan keuangan desa. Dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat justru diduga disalahgunakan.

Masyarakat memperingatkan bahwa apabila tidak ada langkah serius dari pihak kecamatan dan aparat penegak hukum, konflik horizontal bisa saja terjadi. Mereka meminta investigasi menyeluruh dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kepercayaan publik.

“Kita ingin keadilan, bukan konflik. Tapi kalau aparat diam saja, ini bisa menjadi preseden buruk bagi desa-desa lainnya,” tegas seorang Ketua RW.

Jika terbukti bersalah, sang kepala desa tak hanya terancam kehilangan jabatan, tapi juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Kini, publik menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan ini dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. (Toni.W)

Baca Juga :  Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa ((LIBAS): Gerakan Sukarela untuk Garut yang Lebih Bersih dan Hijau

Berita Terkait

Delapan SD Tanpa Kepsek Definitif, Dinas Pendidikan Garut Diminta Beri Penjelasan
Tati Mardiati., S.Pd.I Dedikasikan 26 Tahun Pengabdian, Tutup Masa Bakti dengan Penuh Kehormatan
“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Berita ini 324 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:43 WIB

Delapan SD Tanpa Kepsek Definitif, Dinas Pendidikan Garut Diminta Beri Penjelasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:59 WIB

Tati Mardiati., S.Pd.I Dedikasikan 26 Tahun Pengabdian, Tutup Masa Bakti dengan Penuh Kehormatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Berita Terbaru