Galih Rahadian Kembali Memimpin KASBI Garut untuk Periode 2025-2028, Tetap Teguh Pada Kesejahteraan dan Keadilan Ketenagakerjaan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 27 April 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Galih Rahadian terpilih kembali sebagai Ketua KASBI Garut untuk periode 2025-2028 dalam sebuah acara deklarasi kepengurusan baru yang digelar di Garut pada akhir pekan lalu. Keputusan ini menandai kelanjutan komitmen KASBI Garut dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan meningkatkan kesejahteraan mereka di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Galih mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin kembali organisasi buruh ini. Ia menyatakan bahwa deklarasi ini bukan hanya seremonial, melainkan sebagai langkah penting dalam menyusun strategi untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan yang masih ada di Garut.

“Ini adalah periode kedua saya memimpin, dan kami berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Banyak isu yang perlu diselesaikan di perusahaan-perusahaan tempat rekan-rekan kami bekerja, dan kami tidak akan mundur dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” tegas Galih di Gedung Sasakadana, Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu (27/04/2025).

Galih juga menekankan pentingnya menjalankan amanat yang diemban dengan konsistensi, terutama dalam membela hak-hak pekerja sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Selain itu, ia menyatakan bahwa KASBI Garut tidak hanya berfokus pada perjuangan hak-hak pekerja, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga pekerja.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota kami, baik pekerja laki-laki maupun perempuan, bisa hidup layak dan sejahtera,” jelasnya.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh KASBI Garut adalah ketimpangan dalam penerimaan tenaga kerja, di mana banyak perusahaan lebih memilih pekerja perempuan, sementara pekerja laki-laki kesulitan memperoleh pekerjaan. Galih berharap pemerintah daerah Garut dapat memperhatikan hal ini dengan mendorong kebijakan yang lebih adil dalam penerimaan tenaga kerja, dengan komposisi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.

“Kami berharap ada kebijakan yang mengatur penerimaan tenaga kerja dengan adil, 50% laki-laki dan 50% perempuan,” ungkap Galih.

Galih juga menegaskan bahwa KASBI Garut akan terus menjadi mitra kritis bagi pemerintah dan perusahaan dalam memperjuangkan penegakan hukum ketenagakerjaan. Ia mengakui bahwa beberapa perusahaan mungkin tidak nyaman dengan sikap tegas KASBI, namun ia menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut.

“Berserikat adalah hak setiap pekerja. Kami tidak memaksa siapapun untuk bergabung, tetapi kami akan selalu membuka ruang bagi mereka yang ingin memperjuangkan hak-haknya secara sah,” katanya dengan penuh keyakinan.

Kepemimpinan Galih yang baru ini juga akan fokus pada intensifikasi komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan lebih baik bagi pekerja. Ia berjanji untuk mengedepankan prinsip keadilan dan transparansi dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua.

Dengan semangat optimisme, Galih berharap KASBI Garut dapat terus berkembang menjadi organisasi yang kuat, solid, dan bermanfaat bagi anggotanya, serta menjadi agen perubahan yang memperjuangkan hak-hak pekerja di Garut.

“Perjuangan kami bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk masa depan pekerja di Garut. Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap pekerja di daerah ini mendapatkan perlakuan yang adil dan setara,” tutup Galih.

Dengan terpilihnya kembali Galih Rahadian, diharapkan KASBI Garut dapat terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, meningkatkan kesejahteraan anggotanya, dan mewujudkan dunia kerja yang lebih adil dan berkeadilan. (Eldy)
Baca Juga :  Mafindo Luncurkan" Al Goes to School" di Bogor: Menyemai Etika dan Literasi Digital di Kalangan Guru

Berita Terkait

DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 
Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi
* Reses DPRD Jangan Cuma Formalitas, Rakyat Menanti Bukti Kerja” Datang Saat Reses, Hilang Saat Aspirasi Ditagih.
Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah
Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS
Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut
Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:39 WIB

DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:27 WIB

Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:25 WIB

* Reses DPRD Jangan Cuma Formalitas, Rakyat Menanti Bukti Kerja” Datang Saat Reses, Hilang Saat Aspirasi Ditagih.

Senin, 18 Mei 2026 - 21:22 WIB

Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah

Senin, 18 Mei 2026 - 17:49 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS

Berita Terbaru