Lingkungan Garut Kian Kritis, FPLG Minta TJSL Perusahaan Tak Sekadar Formalitas, Dorong Perbup Penguatan Pelaksanaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 11 februari 2026 — Forum Pemerhati Lingkungan Garut (FPLG) menggelar audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi.

 

Audiensi ini menyoroti kewajiban seluruh sektor usaha dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menyusul kondisi lingkungan di Kabupaten Garut yang dinilai semakin kritis.

Koordinator FPLG, Rizki Solehudin, menegaskan bahwa seluruh sektor usaha—mulai dari industri pariwisata, industri besar dan kecil, hingga jaringan minimarket—wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara serius dan berkelanjutan.

 

Menurutnya, dampak aktivitas usaha terhadap lingkungan sangat signifikan dan berpotensi menimbulkan efek berantai ke berbagai sektor lain apabila tidak dikelola dengan baik.

 

“Masalah lingkungan saat ini sudah sangat krusial. Dampaknya bukan hanya pada satu sektor, tetapi bisa merembet ke sektor lain, termasuk ekonomi, kesehatan, dan sosial masyarakat,” ujar Rizki.

 

Dalam audiensi tersebut, FPLG secara khusus membahas skema TJSL perusahaan. Rizki menjelaskan bahwa besaran TJSL dapat dihitung dari pendapatan daerah yang bersumber dari aktivitas industri, pariwisata, dan minimarket, dengan kisaran sekitar dua persen sebagai bentuk kewajiban perusahaan.

Baca Juga :  Direktur Aksara Global Akademia Dukung Kepemimpinan Baru STIE Yasa Anggana

 

“TJSL ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bisa menjadi kapital pendapatan daerah sekaligus instrumen strategis untuk pemulihan lingkungan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Tedi Sutardi, anggota FPLG sekaligus Ketua LIBAS, menyoroti laju kerusakan lingkungan di Kabupaten Garut yang dinilainya berlangsung sangat cepat, terutama di kawasan hutan lindung. Ia juga menyinggung sejumlah wilayah yang dimanfaatkan untuk kepentingan usaha, namun tidak memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Sebagai solusi, FPLG mendorong terbentuknya sinergisitas antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan elemen lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dituangkan dalam kesepakatan bersama yang memuat program kerja serta pembagian tanggung jawab melalui mekanisme Focus Group Discussion (FGD).

 

“Setelah FGD disepakati, kami akan mendorong agar seluruh komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Bupati (Perbup), sehingga memiliki kekuatan hukum yang jelas,” tegas Tedi.

 

Tedi juga menyoroti skema bonus produksi yang selama ini berlaku, dengan pembagian 50 persen untuk kawasan zona 1 dan zona 2, 30 persen untuk infrastruktur, serta 20 persen untuk tanggung jawab sosial dan lingkungan. Namun, menurutnya, realisasi di lapangan masih jauh dari harapan.

 

Baca Juga :  Ayi Suryana Wakil Ketua DPRD Garut Ucapkan Selamat kepada Ade Hendarsyah, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Pramuka

“Sebagian masyarakat memang merasakan manfaatnya, tetapi belum merata. Bahkan dari sisi lingkungan, alokasi 50 persen untuk kawasan belum terlihat satu pun implementasinya,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan bahwa pihaknya meyakini perusahaan nasional, termasuk Star Energy, telah memenuhi kewajiban pembayaran bonus produksi melalui mekanisme pool. Namun persoalan utama muncul pada tahap implementasi yang dinilai tidak terprogram dan tidak berkelanjutan.

 

“Yang kami khawatirkan, anggaran dari perusahaan itu besar, tetapi aplikasinya di lapangan justru nol. Melalui kesepakatan ini, kami ingin semuanya transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Selain sektor industri dan energi, FPLG juga menyoroti keberadaan minimarket di Kabupaten Garut. Menurut FPLG, minimarket memiliki kewajiban terhadap hak daerah, termasuk pengelolaan limbah dan sampah serta penyediaan ruang terbuka hijau.

 

“Fakta di lapangan, sebagian besar minimarket tidak memiliki lahan hijau dan hanya menyediakan area parkir. Padahal ruang terbuka hijau merupakan kepentingan publik, bukan semata ruang privat,” pungkas Tedi.

 

Melalui audiensi ini, FPLG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui sinergi lintas sektor, agar aktivitas usaha di Kabupaten Garut benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. (Hil)

Berita Terkait

Kabar Baik! PDAM Tirta Intan Garut Kembali Buka Promo Pemasangan Air, Biaya Mulai Rp500 Ribu
Sapa Warga Berbasis Budaya, Aceng Malki Perkuat Identitas Budaya Sunda di Tengah Modernisasi
Dualisme Memanas, Atep Taofiq Mukhtar Ditegaskan Ketua Resmi FKDT Garut Hasil Forum Terbuka
Rakor KLA Dppkbppa Kabupaten Garut, Perkuat Komitmen Bersama Penuhi Hak Anak
Anggota DPRD Jabar Aceng Malki Hadirkan Layanan Publik Terpadu di Haul Sesepuh Ponpes Hidayatul Faizien Garut
Penandatanganan MOU LKP Bogakabisa dan Ruangrakyatgarut.id, Kolaborasi Perkuat Program PKW Barista 2026
Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut
Krisis Kualitas MBG di Garut Satu Pekan dua Insiden : SPPG Pasirkiamis dan Banjarwangi Picu Alarm Keras, Pengawasan Dipertanyakan
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 10:53 WIB

Kabar Baik! PDAM Tirta Intan Garut Kembali Buka Promo Pemasangan Air, Biaya Mulai Rp500 Ribu

Sabtu, 11 April 2026 - 08:53 WIB

Sapa Warga Berbasis Budaya, Aceng Malki Perkuat Identitas Budaya Sunda di Tengah Modernisasi

Jumat, 10 April 2026 - 21:04 WIB

Dualisme Memanas, Atep Taofiq Mukhtar Ditegaskan Ketua Resmi FKDT Garut Hasil Forum Terbuka

Kamis, 9 April 2026 - 21:51 WIB

Rakor KLA Dppkbppa Kabupaten Garut, Perkuat Komitmen Bersama Penuhi Hak Anak

Rabu, 8 April 2026 - 16:53 WIB

Penandatanganan MOU LKP Bogakabisa dan Ruangrakyatgarut.id, Kolaborasi Perkuat Program PKW Barista 2026

Berita Terbaru