Hijaukan Kembali Sungai Cimanuk, Tedi Sutardi Bersama RAGAP Telusuri Titik Kritis untuk Aksi Nyata Reboisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup terus menggelora di Kabupaten Garut. Di tengah berbagai tantangan ekologis, komunitas RAGAP (Rakyat Garut Peduli) kembali menunjukkan langkah progresif dengan menyusuri bantaran Sungai Cimanuk sebagai bagian dari upaya penyelamatan kawasan rawan bencana.

Dipimpin oleh Tedi Sutardi, tokoh penggerak lingkungan sekaligus sebagai Ketua Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (Libas), aksi ini menjadi bagian penting dari strategi penghijauan jangka panjang yang menyasar daerah-daerah dengan kerusakan vegetasi cukup parah.

“Saat ini kami menyusuri bantaran Cimanuk, mulai dari kawasan Cooing hingga ke daerah Anyar Cimanuk Cikamiri. Tujuannya adalah untuk melakukan identifikasi langsung terhadap kondisi lapangan, sekaligus menandai titik-titik kritis yang membutuhkan penanganan segera,” ungkap Tedi Sutardi. Rabu, (30/04/2025).

Menurutnya, banyak area bantaran sungai yang mengalami degradasi lingkungan cukup serius. Vegetasi pelindung yang sebelumnya menjadi tameng alami terhadap abrasi dan longsor, kini nyaris hilang, baik karena bencana banjir, pembalakan liar, maupun aktivitas manusia yang tak ramah lingkungan.

“Ini bukan hanya kerja seremonial. Kami tidak sedang menanam untuk difoto lalu selesai. Yang kami lakukan adalah kerja panjang, kerja akar rumput. Kami membangun gerakan kolektif, mengajak warga untuk sadar, bahwa Sungai Cimanuk ini adalah urat nadi kehidupan Garut,” tegasnya.

Program Reboisasi Partisipatif

RAGAP tak sekadar melakukan pemantauan. Program ini akan berlanjut dengan kegiatan reboisasi massal. Ribuan bibit pohon telah disiapkan untuk ditanam di sepanjang jalur yang telah dipetakan. Jenis-jenis pohon yang dipilih pun disesuaikan dengan kebutuhan ekologis kawasan, seperti pohon kaliandra, vetiver (akar wangi), dan pohon endemik lainnya yang memiliki daya cengkram kuat terhadap tanah.

“Penanaman ini tak bisa hanya dilakukan oleh kami sendiri. Kami ingin melibatkan semua pihak, dari pemerintah desa, komunitas lokal, hingga pelajar. Penghijauan ini harus menjadi gerakan bersama,” tambah Tedi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga sedang menyusun rencana aksi bersama dengan sejumlah stakeholder, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan lembaga pendidikan, untuk memperluas jangkauan program ini. Tidak hanya menanam, tapi juga merawat dan menjaga keberlanjutannya.

Menyelamatkan Masa Depan dari Sekarang

Kawasan Sungai Cimanuk memiliki peran vital dalam ekosistem Garut. Selain menjadi sumber air bersih bagi warga, sungai ini juga menopang aktivitas pertanian dan perikanan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi lingkungan di sekitar sungai terus mengalami tekanan akibat eksploitasi yang tidak terkendali.

“Kalau kita diam, mungkin lima atau sepuluh tahun lagi, anak cucu kita hanya akan melihat sisa-sisa sungai. Kita harus bertindak sekarang. Tak cukup hanya dengan seminar atau wacana di atas kertas,” ujar Tedi penuh semangat.

Aksi RAGAP ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, terutama masyarakat setempat yang selama ini juga merasakan langsung dampak kerusakan lingkungan. Banyak warga menyatakan siap bergabung dalam program penanaman yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Gerakan yang Perlu Didukung

RAGAP berharap gerakan ini bisa menjadi pemicu munculnya inisiatif serupa di daerah-daerah lain yang juga menghadapi persoalan serupa. Mereka percaya, penyelamatan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, tapi harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami tidak dibayar untuk ini. Tapi kami sadar, jika lingkungan rusak, semua akan merugi. Maka kami memilih untuk bergerak. Menanam adalah bentuk perlawanan kami terhadap kerusakan,” tutup Tedi.

Dengan semangat gotong royong dan kesadaran ekologis yang tinggi, RAGAP membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Sungai Cimanuk mungkin tidak akan pulih dalam semalam, tetapi lewat aksi seperti ini, masa depan yang lebih hijau dan lestari bukan sekadar harapan. (Red)
Baca Juga :  LIBAS Selenggarakan Acara "Ngawangkong Ngopi Bareng" dengan Aktivitas Penanaman Pohon dan Ikan di Eks Rumah Makan Copong

Berita Terkait

*Wacana CCTV Bapenda Garut Menuai Sorotan: Kepatuhan Pajak Butuh Edukasi, Pimpinan Daerah dan Kepolisian Didesak Bertanggung Jawab*
Dari Garut Menuju Jambore Nasional, Ayi Suryana Dorong Pramuka Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter
PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi
Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya
Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi dan Kepedulian Sosial
“Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi, dan Kontribusi Sosial”
KNPI Garut Dorong Revitalisasi Hutan Kota Kerkop, Siapkan Program Lingkungan di 42 Kecamatan
Silaturahmi MW KAHMI Jawa Barat, MD KAHMI Garut Nyatakan Dukungan ke Suprih Rozikin, SH., MH
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

*Wacana CCTV Bapenda Garut Menuai Sorotan: Kepatuhan Pajak Butuh Edukasi, Pimpinan Daerah dan Kepolisian Didesak Bertanggung Jawab*

Senin, 27 Juli 2026 - 11:21 WIB

Dari Garut Menuju Jambore Nasional, Ayi Suryana Dorong Pramuka Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:52 WIB

PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:41 WIB

Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:38 WIB

Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru